lni sebelum yang kedua.sebelum saya menceritakan kegiatan yang di atas, saya melihat dan memperhatikan baju yang saya gunakan. baju ini saya pakai sejak seminggu ini. di berbagai kegiatan Saya memakai baju yang sama, tetapi kegiatannya berbeda-beda, Kenapa saya melakukan hal tersebut karena saya enggan sekali untuk mencari-cari baju yang lain dan itu repot. Tapi dengan menggunakan baju yang sama saya tinggal mencucinya kemudian memakainya kembali. jadi terpikirkan bahwa manusia itu tidak terlalu harus banyak pakaian, cukup beberapa saja sehingga dapat digunakan untuk di beberapa kegiatan. Tapi pikiran seperti itu mungkin tidak bisa berlaku untuk konteks pegawai di Indonesia. Karena setiap hari ada jadwalnya Bagaimana bajunya yang harus kita pakai titik biasanya Senin harus pakai baju itu Selasa harus pakai baju apa Rabu pakai baju yang mana lagi sampai hari Jumat itu semuanya berbeda-beda.
Teacher Badriah
Learning English Makes Your Life Complete
Friday, August 29, 2025
Induksi Penilaian Kinerja dan Verifikasi Data Siswa
lni sebelum yang kedua.sebelum saya menceritakan kegiatan yang di atas, saya melihat dan memperhatikan baju yang saya gunakan. baju ini saya pakai sejak seminggu ini. di berbagai kegiatan Saya memakai baju yang sama, tetapi kegiatannya berbeda-beda, Kenapa saya melakukan hal tersebut karena saya enggan sekali untuk mencari-cari baju yang lain dan itu repot. Tapi dengan menggunakan baju yang sama saya tinggal mencucinya kemudian memakainya kembali. jadi terpikirkan bahwa manusia itu tidak terlalu harus banyak pakaian, cukup beberapa saja sehingga dapat digunakan untuk di beberapa kegiatan. Tapi pikiran seperti itu mungkin tidak bisa berlaku untuk konteks pegawai di Indonesia. Karena setiap hari ada jadwalnya Bagaimana bajunya yang harus kita pakai titik biasanya Senin harus pakai baju itu Selasa harus pakai baju apa Rabu pakai baju yang mana lagi sampai hari Jumat itu semuanya berbeda-beda.
Thursday, August 28, 2025
Tugas Pengawas Sekolah yang Disangka Tiduran
Pagi diawali dengan memberikan pengumuman mengenai teknis pengumpulan dokumen SPTJM.
Bismilah,
Yth Bapak dan Ibu wakil KS dan operator sekolah yang namanya terlampir pada verifikasi data siswa, mohon membantu ketersediaan dokumen untuk dikumpulkan besok di KCD mulai Pukul 09.00. Dokumen yang dikumpulkan:
I. SPTJM
1. Print instrumen 3 rangkap, A4, dilengkapi dengan foto bangunan sekolah bagian depan, bagian belakang, dan dalam kelas.
2. Print Berita acara, 3 rangkap, A4, dicap, tanda tangan KS, tanda tangan yayasan.
3. Tanggal sinkronisasi Selasa, 26 Agustus 2025.
4. Print absen setiap kelas yang memuat kehadiran siswa pada hari Selasa, 25 Agustus 2025. (1 rangkap)
5. Print daftar nama siswa dari Dapodik (1 rangkap)
II. KSP (jika sudah selesai)
Untuk reviu KSP sebelum diprint, kumpulkan pada link yang tertera pada PPT Pembinaan Agustus.
III. Print Satgas Pancawaluya dan Program (Jika sudah selesai)
Tetapi kemudian muncul pertanyaan dari anggota grup: 1) apa saja yang harus dibawa besok?, 2) saya mendapatkan WA ini, apakah sekolah negeri juga mengirimkan? 3) Ini langsung dikirim ke KCD ya?
So, imagine what words you will utter to response those questions. Yang muncul malah pertanyaan dari saya sendiri: apakah membaca teks di atas sangat sulit?
Belum lagi selesai memikirkan apakah perlu dijawab, saya sudah harus mengikuti webinar tentang HAM, mungkin saya perwakilan dari KCD 6, karena saya lihat tidak semua pengawas hadir. Saya menyimak sambil sesekali ke dapur, menyiapkan makan pagi, dan sesekali ke belakang, mencuci baju.
Webinar ternyata lama, sampai lebih dari duhur. Saya membuka-buka PPT lama tentang kinerja KS. Materi tersebut dibutuhkan untuk besok Jumat memberikan paparan materi kepada pengawas induksi mengenai pengelolaan PKKS mulai dari merancang RHK. Saya mengira para pengawas itu sudah paham. Anggapan itu muncul karena para pengawas induksi selalu sangat rajin belajar dan kreatif sehingga sepertinya kegaitan induksi tidak mereka perlukan.
Cek sana sini di Canva akun dinas, ketemu dua file yang isinya mengenai Kinerja KS. File pertama untuk semester 1, dan file kedua untuk semester 2. Saya putuskan memberikan yang semester 2, karena itu yang terbaru dan kontennya lebih update serta lebih lengkap.
Sambil buka PPT saya juga buka WA. KS SMA Insan Mandiri meminta PPT IHT kemarin, jadi saya buka file dulu, dan PPT diberikan padanya. Banyak aktivitas yang tidak kelihatan sibuknya, padahal dari menit ke menit, ada yang harus dikerjakan.
Di WA saya melihat ada teks untuk saya menanyakan apa saya sudah sehat atau belum. Saya tersenyum dalam hati, Saya menduga bahwa jika saya sehat saya harus berbakti pada negeri ini dengan cara mengerjakan hal yang menjadi ambisi pemegang kerajaan SUnda ini.
Di WA juga ada wakil KS yang menanyakan Satgas Pancawaluya dan Job descritionnya seperti apa. Alasannya mentok tidak bisa mikir. Saya jawab dengan teks. ah susah. saya minta dia telepon. Saya kurang sabar, saya buatkan uraian tugasnya. Saya bertanya-tanya, kenapa ketika dibicarakan banyak ide, tapi ketika ditulisakan dia mengatakan tidak bisa.
Belum lagi bisa menikmati makan siang dengan tenang, ada undangan ikut webinar dari Bu Neneng, SLB CGP. Saya join saja. pematerinya Ibu KS SD Ibu Jenab 1, ibu Ihat, terus Kepala SMP, dan pembicara ketiga guru SLB. Sambil mendengarkan, saya tertidur beberapa menit.
Selanjutnya saya merekap data siswa yang terasa beda-beda.
Berhubung batuk belum bisa kompromi dan sakit kepala belum memberikan kesempatan untuk berpikir yang lebih jernih, mata juga menunjukkan protes sehingga kegiatan harus dihentikan.
Untuk besok acara induksi, salah satu pengawas induksi menawarkan tepatnya di SLB cahaya gemilang Pertiwi. Untuk tempat saya tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah saya menawarkan waktu mau dilakukan induksi pagi atau siang, jawabannya adalah mengikuti jadwal. Berarti pertanyaan dijawab dengan pertanyaan. Seharusnya kalau disuruh memilih yang memilih satu bukan hanya lagi.
Pada masa literasi yang begitu membumbung tinggi dan di Gelora kan Hampir pada setiap mulut, Tetapi pada kenyataannya membaca teks tidak bisa, dibuktikan dengan tiga pertanyaan yang mengikutinya yang menurut saya terasa sangat janggal. Kedua menjawab pertanyaan lisan juga tidak bisa, ditandai dengan disuruh memilih Jawabannya malah seperti itu. Ini saya yang salah atau mereka yang bingung?
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Pembukaan oleh Pak Maman
Sambutan
Paparan Materi:
Bagaimana mendidik tanpa melanggar HAM?
Keadilan restoratif dengan cara memberikan kesempatan pada murid untuk memperbaiki kesalahan, fokus pada pemulihan dengan melibatkan korban-pelaku-keluarga, dan masyarakat untuk berdialog, agar pelaku menyadari dampak perbuatannya.
Pa Maman, agar ada sosialisasi sehingga sekolah tidak merasa khawatir dengan implementasi HAM di sekolah, ada kerjasama dengan pihak penegak hukum yang menjamin guru.
Apakah boleh ada yang tidak naik kelas?
Materi 2
Masalah yang dalam pendidikan dikelompokkan kedalam 8 Standar Nasional Pendidikan. Untuk guru masih perlu peningkatan pada kompetensi penilaian.
Sekolah direkomendasikan meningkatkan capaian Standar Isi dan Standar Penilaian.
Tahap 1 Identifikasi untuk memilih dan menerapkan masalah
Tanya Jawab
1. IIs Suryani
2. Abdul Syukur
Kalau berdasarkan rapor pendidikan 2025, setiap sekolah sudah dianalisis dan sudah jadi RKAS. apakah ini jadi rancarangan tahun ini, atau bekal tahun depan? Apakah muncul LK seperti yang lbu tunjukkan?
A: kalau secara nyata sudah tidak bisa mengajukan apa-apa, ini bisa dijadikan dasar pendampingan ke sekolah. Sejauh yang saya pahami, untuk yang 2025 menjadi dasar untuk 2026. APakah LK include, ini tidak. ini sebagai LK yang terpisah untuk memetakan masalah yang ada di rapor pendidikan. dengan template ini step by step nya lebih terarah.
3. Dede Rahayu
Q: 1) Menganalisis internal dan eksternal melalui rapor pendidikan yang menjadi bagian integral. SIklus apa yang perlu dilakukan yang bisa tepat sesuai kebutuhan analisis dari dalam, karena sekolah merasa kesulitan memahami rapor pendidikan? 2) Pemetaan analisis masalah yang ada di SPMI ada kesenjangan dalam memetakan dengan baik, langkah untuk melakukan analisis masalah yang dikaitkan dengan identifikasi standar mutu, SPMI itu polanya nanti akan seperti apa ketika diterapkan di satuan pendidikan, berkaitan dengan perencanaan RKT dan ARKAS. 3) apa yang harus dilakukan oleh pengawas terkait dengan plan-do-check?
A: 1) Sesuai pengalaman di BBPMP, bagaimana melakukan analisis dari rapor pendidikan, kemarin baru diajarkan sebatas analisis rapor pendidikan. Secara keseluruhan, kami diajarkan cara mengunduh, melihat sistem SIPD di pemerintah, sehingga memiliki gambaran seperti apa intervensi yang dilakukan daerah. Di sini menurut pelatihan yang saya peroleh, formatnya IRBB, tapi mula dari pemetaan, perencanaan, evaluasi, secara siklus tidak terlalu berbeda dengan SPMI.
Jadi menurut saya (Sunengsih) tidak ada perbedaan antara IRBB dengan SPMI yang dikeluarkan BBPMP. Alurnya sama, bedanya itu saja dan adanya file itu.
(Sesaat mandek, narasumber ibu Hessy ada masalah dengan audio, suaranya ga terdengar. Ibu Sunengsih dengan ramah ingin membantu menjawab, tapi katanya DIA LUPA apa yang ditanyakan Pak Dede, saya mencatat pertanyaan Pa Dede, tapi untuk apa saya mengirimkan pertanyaan ke IBu SUnengsih. APA ... ANDA, ingat omongan AH yang menteror saya ketika memberikan penjelasan mengenai struktur KSP kepada para WK Kurikulum. Alasan saya untuk memberikan jawaban yang serempak karena lelah saya menjawab japri, TIDAK diterima. Keukeuh APA ... Anda? itu jadi peristiwa yang mengerikan bagi saya)
Materi lengkap ada di link iniMuncul yang menjawab, Ibu IIS SURYANI, membantu menjawab Ibu Sunengsih dan Ibu Hessy: 1) alhamdulillah sekolah saya naik rapornya, tetapi direkomendasi belum muncul, angkanya 0. 2) kalau berbicara rapor diserahkan ke sekolah, silakan mau menggunakan yang mana, prioritas atau keseluruhan, tapi mana dari komponen yang paling perlu ditingkatkan.
Tuesday, August 26, 2025
Penyuntingan Naskah
Monday, August 25, 2025
Rapat Dinas Tim Pengembang Kurikulum Pancawaluya
Sunday, August 24, 2025
Penyegaran GBA
Peer Teaching UPI
Peer teaching untuk pembelajaran bahasa Inggris yang mengintegtrasikan AI dimulai oleh Pa Ganjar. Materi membaca teks deskripsi dengan menggunakan aplikasi Diffit.ai.
Pada bagian awal murid diminta merespon jawaban, jawaban murid menjadi alat utnuk mengelompokkan murid ke dalam kelompok low achiever, average, dan high achiever.
Mengenal kesiapan belajar murid, pada akhir pembelajaran tidak ada low-mid-high, semuanya memiliki keterampilan yang relatif sama.