Thursday, August 21, 2025

Akreditasi, Pulang jam 2, Dampak Sidang Tertutup

1.
Hari ini saya melanjutkan mendampingi akreditasi untuk SMA IT Baitul Ilmi. Bersyukur karena sekolah tersebut bisa mengakses sispena, sehingga bisa melihat kebutuhan-kebutuhan apa saja yang harus diunggah sesuai dengan indikator yang harus dipenuhi. Setelah dipelajari ternyata ada perbedaan antara indikator yang versi 2024 dengan versi yang 2025; sebagai contoh di indikator pertama untuk pembelajaran, semula hanya terkait dengan sosial emosional, sekarang ada masuk mengenai pola pikir bertumbuh. Dengan adanya perubahan ini artinya harus ada perubahan pula pada pada penyusunan perencanaan pembelajaran harus ditambahkan atau harus diubah. Tetapi sebelum ke sana saya meminta agar sekolah segera menyelesaikan kurikulum satuan pendidikan terlebih dahulu, karena melibatkan pihak lain yaitu penandatanganan dari komite dan kepala cabang dinas. Jadi memerlukan waktu yang lebih lama supaya bisa diunggah ke aplikasi.
Selanjutnya kepala sekolah melaporkan bahwa secara persiapan fisik telah banyak dilakukan. Yang masih belum diputuskan itu terkait dengan tempat untuk menyimpan dokumen-dokumen Apakah mau di ruang terbuka atau di ruang tertutup.
Untuk memenuhi kebutuhan sispena, hari ini KSP Langsung diprint dan langsung saya verifikasi. Pihak sekolah akan mengirimkannya hari ini mudah-mudahan sebelum kcd tutup KSP sudah diterima di kcd.

Secara fisik SMA IT Baitul Ilmi memiliki bangun yang sangat bagus. Bangunan tersebut sedang dalam proses dan sudah dapat digunakan hanya masih perlu dilengkapi dengan berbagai atribut.

2.
Tiba-tiba Pak One menelepon meminta agar memberikan pendapat mengenai kemungkinan pengurangan jam pulang untuk di Sekolah Menengah Atas yaitu sekitar pukul 13.30 sampai dengan pukul 14.00.
Saya sampaikan mengikuti peraturan pendidikan dasar dan menengah nomor 13 tahun 2025 tentang struktur kurikulum bahwa SMA itu per jamnya 45 menit, dan struktur kurikulumnya sudah jelas kelas 10 itu minimum 48jp kelas 11 dan 12 antara 45 sampai dengan 50 JP.
Dengan kondisi seperti itu tentu saja tidak bisa pulangnya pukul 02.00 siang karena kalau menghitung dari Senin sampai dengan Jumat masing-masing 9 jam pelajaran, dikurangi Senin hanya 9 mata pelajaran maka hanya bisa memenuhi sekitar 46 JP. Itupun dengan jam istirahat yang sangat pendek hanya sekitar 30 menit. Tapi kalau mau pulangnya pukul 02.00 paling ada pengurangan jam tatap muka dari 45 menjadi 40 menit. tetapi Tentu saja tidak ada peraturan yang mengizinkan pengurangan jam pelajaran tanpa ada alasan yang tertentu misalnya kondisi darurat seperti dulu pada saat covid 19 di mana jam pelajaran itu diganti dari 45 menjadi 35 menit. Diakali dengan cara intrakurikuler dilaksanakan di sekolah dan kokurikuler dilaksanakan di rumah juga tetap tidak tepat karena aku reguler itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari intrakurikuler. Kesimpulannya saya harus membuat draft yang mengajukan perubahan jam pelajaran pulangnya pukul 02.00 untuk didiskusikan oleh Pak One dengan timnya.
Sambil berbicara dengan para guru SMA Baitul Ilmi yang sedang akreditasi, saya juga menyusun materi untuk Pak one. Kepala mulai terasa oleng, karena memikirkan dua hal sekaligus. Tapi rupanya itu belum cukup, atau tiba Pak JK menelepon memberitahu mengenai hasil dari sidang tertutup.

3. 
Hasil Sidang Tertutup 
Menarik sekali mengenal kritik dari para akademisi mengenai perbaikan tulisan pada disertasi. Saya terheran-heran, bagaimana cara pikir orang-orang ini sehingga tanpa mengalami kesulitan menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki pada disertasi. Mungkin, apapun kalau sudah jadi pekerjaan atau setiap hari mengerjakan itu, tidak ada masalah. Ibarat saya setiap hari membuat oseng sayuran dengan kombinasi tahu atau telur, tanpa harus melihat resep, tanpa harus memikirkan bumbu, sudah seolah paham. tangan langsung memotong sayuran, tangan tanpa diperintah langsung tahu apa yang harus dilakukan.
Dipanjangkan umur wahai para akademisi yang membuat negeri ini menjadi negara yang melek literasi. 
4. 
Acle akhirnya memilih menyewa tempat sendiri. Karena ketika bergabung dengan temannya yang Iran kurang bisa akur temannya yang dari negara Iran itu tidak pandai dalam hal melakukan kolaborasi dan berbagi ketika ada orang lain yang sebetulnya dia sendiri yang mengundang berada di apartemennya.

5.
Keputusannya si Cuan harus dijual, dan menyicil kendaraan beroda empat yang baru. Semoga saja si Cuan laku dengan harga yang lebih baik, dan uang dari penjualan si Cuan bisa digunakan untuk uang muka cicilan mobil yang baru.

6.
Memberikan kesepakatan kepada pengurus komunitas belajar SMA 1 Sukanagara mengenai bentuk sertifikat yang bisa diberikan.
Ini kali pertama saya melakukan kegiatan bekerja sama dengan komunitas belajar titik Tujuan saya melibatkan komunitas belajar adalah agar untuk memberikan ruh kepada komunitas belajar bahwa mereka dapat melakukan kegiatan berbagi praktik baik dengan cara mencari narasumber, misalnya dengan pengawas. Atau membuat acara dengan narasumber dari mereka sendiri tetapi nanti dibagikan kepada sekolah lain.

No comments:

Post a Comment