Thursday, August 28, 2025

Tugas Pengawas Sekolah yang Disangka Tiduran

 Pagi diawali dengan memberikan pengumuman mengenai teknis pengumpulan dokumen SPTJM.

Bismilah,

Yth Bapak dan Ibu wakil KS dan operator sekolah yang namanya terlampir pada verifikasi data siswa, mohon membantu ketersediaan dokumen untuk dikumpulkan besok di KCD mulai Pukul 09.00. Dokumen yang dikumpulkan:

I. SPTJM

1. Print instrumen 3 rangkap, A4, dilengkapi dengan foto bangunan sekolah bagian depan, bagian belakang, dan dalam kelas.

2. Print Berita acara, 3 rangkap, A4, dicap, tanda tangan KS, tanda tangan yayasan.

3. Tanggal sinkronisasi Selasa, 26 Agustus 2025.

4. Print absen setiap kelas yang memuat kehadiran siswa pada hari Selasa, 25 Agustus 2025. (1 rangkap)

5. Print daftar nama siswa dari Dapodik (1 rangkap)


II. KSP (jika sudah selesai)

Untuk reviu KSP sebelum diprint, kumpulkan pada link yang tertera pada PPT Pembinaan Agustus.

III. Print Satgas Pancawaluya dan Program (Jika sudah selesai)

Tetapi kemudian muncul pertanyaan dari anggota grup: 1) apa saja yang harus dibawa besok?, 2) saya mendapatkan WA ini, apakah sekolah negeri juga mengirimkan? 3) Ini langsung dikirim ke KCD ya?
So, imagine what words you will utter to response those questions. Yang muncul malah pertanyaan dari saya sendiri: apakah membaca teks di atas sangat sulit?

Belum lagi selesai memikirkan apakah perlu dijawab, saya sudah harus mengikuti webinar tentang HAM, mungkin saya perwakilan dari KCD 6, karena saya lihat tidak semua pengawas hadir. Saya menyimak sambil sesekali ke dapur, menyiapkan makan pagi, dan sesekali ke belakang, mencuci baju.

Webinar ternyata lama, sampai lebih dari duhur. Saya membuka-buka PPT lama tentang kinerja KS. Materi tersebut dibutuhkan untuk besok Jumat memberikan paparan materi kepada pengawas induksi mengenai pengelolaan PKKS mulai dari merancang RHK. Saya  mengira para pengawas itu sudah paham. Anggapan itu muncul karena para pengawas induksi selalu sangat rajin belajar dan kreatif sehingga sepertinya kegaitan induksi tidak mereka perlukan. 

Cek sana sini di Canva akun dinas, ketemu dua file yang isinya mengenai Kinerja KS. File pertama untuk semester 1, dan file kedua untuk semester 2. Saya putuskan memberikan yang semester 2, karena itu yang terbaru dan kontennya lebih update serta lebih lengkap. 

Sambil buka PPT saya juga buka WA. KS SMA Insan Mandiri meminta PPT IHT kemarin, jadi saya buka file dulu, dan PPT diberikan padanya. Banyak aktivitas yang tidak kelihatan sibuknya, padahal dari menit ke menit, ada yang harus dikerjakan.

Di WA saya melihat ada teks untuk saya menanyakan apa saya sudah sehat atau belum. Saya tersenyum dalam hati, Saya menduga bahwa jika saya sehat saya harus berbakti pada negeri ini dengan cara mengerjakan hal yang menjadi ambisi pemegang kerajaan SUnda ini.

Di WA juga ada wakil KS yang menanyakan Satgas Pancawaluya dan Job descritionnya seperti apa. Alasannya mentok tidak bisa mikir. Saya jawab dengan teks. ah susah. saya minta dia telepon. Saya kurang sabar, saya buatkan uraian tugasnya. Saya bertanya-tanya, kenapa ketika dibicarakan banyak ide, tapi ketika ditulisakan dia mengatakan tidak bisa. 

Belum lagi bisa menikmati makan siang dengan tenang, ada undangan ikut webinar dari Bu Neneng, SLB CGP. Saya join saja. pematerinya Ibu KS SD Ibu Jenab 1, ibu Ihat, terus Kepala SMP, dan pembicara ketiga guru SLB. Sambil mendengarkan, saya tertidur beberapa menit. 

Selanjutnya saya merekap data siswa yang terasa beda-beda. 

Sampai pukul 08.30 dari pagi, seperti seorang yang tidak bekerja karena tidak menggunakan baju kantor dan tidak keluar dari rumah, kegiatan baru selesai dan kegiatan seperti itu bukan hanya hari ini saja, tetapi hampir setiap hari seperti itu. Ketika tidak bekerja keluar dalam arti tidak meninggalkan rumah, Di rumah pun bekerja lebih banyak dan melayani banyak hal, bukan hanya tiduran.

Berhubung batuk belum bisa kompromi dan sakit kepala belum memberikan kesempatan untuk berpikir yang lebih jernih, mata juga menunjukkan protes sehingga kegiatan harus dihentikan.

Untuk besok acara induksi, salah satu pengawas induksi menawarkan tepatnya di SLB cahaya gemilang Pertiwi. Untuk tempat saya tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah saya menawarkan waktu mau dilakukan induksi pagi atau siang, jawabannya adalah mengikuti jadwal. Berarti pertanyaan dijawab dengan pertanyaan. Seharusnya kalau disuruh memilih yang memilih satu bukan hanya lagi. 

Pada masa literasi yang begitu membumbung tinggi dan di Gelora kan Hampir pada setiap mulut, Tetapi pada kenyataannya membaca teks tidak bisa, dibuktikan dengan tiga pertanyaan yang mengikutinya yang menurut saya terasa sangat janggal. Kedua menjawab pertanyaan lisan juga tidak bisa, ditandai dengan disuruh memilih Jawabannya malah seperti itu. Ini saya yang salah atau mereka yang bingung?


No comments:

Post a Comment