Pages

Thursday, August 28, 2025

Tugas Pengawas Sekolah yang Disangka Tiduran

 Pagi diawali dengan memberikan pengumuman mengenai teknis pengumpulan dokumen SPTJM.

Bismilah,

Yth Bapak dan Ibu wakil KS dan operator sekolah yang namanya terlampir pada verifikasi data siswa, mohon membantu ketersediaan dokumen untuk dikumpulkan besok di KCD mulai Pukul 09.00. Dokumen yang dikumpulkan:

I. SPTJM

1. Print instrumen 3 rangkap, A4, dilengkapi dengan foto bangunan sekolah bagian depan, bagian belakang, dan dalam kelas.

2. Print Berita acara, 3 rangkap, A4, dicap, tanda tangan KS, tanda tangan yayasan.

3. Tanggal sinkronisasi Selasa, 26 Agustus 2025.

4. Print absen setiap kelas yang memuat kehadiran siswa pada hari Selasa, 25 Agustus 2025. (1 rangkap)

5. Print daftar nama siswa dari Dapodik (1 rangkap)


II. KSP (jika sudah selesai)

Untuk reviu KSP sebelum diprint, kumpulkan pada link yang tertera pada PPT Pembinaan Agustus.

III. Print Satgas Pancawaluya dan Program (Jika sudah selesai)

Tetapi kemudian muncul pertanyaan dari anggota grup: 1) apa saja yang harus dibawa besok?, 2) saya mendapatkan WA ini, apakah sekolah negeri juga mengirimkan? 3) Ini langsung dikirim ke KCD ya?
So, imagine what words you will utter to response those questions. Yang muncul malah pertanyaan dari saya sendiri: apakah membaca teks di atas sangat sulit?

Belum lagi selesai memikirkan apakah perlu dijawab, saya sudah harus mengikuti webinar tentang HAM, mungkin saya perwakilan dari KCD 6, karena saya lihat tidak semua pengawas hadir. Saya menyimak sambil sesekali ke dapur, menyiapkan makan pagi, dan sesekali ke belakang, mencuci baju.

Webinar ternyata lama, sampai lebih dari duhur. Saya membuka-buka PPT lama tentang kinerja KS. Materi tersebut dibutuhkan untuk besok Jumat memberikan paparan materi kepada pengawas induksi mengenai pengelolaan PKKS mulai dari merancang RHK. Saya  mengira para pengawas itu sudah paham. Anggapan itu muncul karena para pengawas induksi selalu sangat rajin belajar dan kreatif sehingga sepertinya kegaitan induksi tidak mereka perlukan. 

Cek sana sini di Canva akun dinas, ketemu dua file yang isinya mengenai Kinerja KS. File pertama untuk semester 1, dan file kedua untuk semester 2. Saya putuskan memberikan yang semester 2, karena itu yang terbaru dan kontennya lebih update serta lebih lengkap. 

Sambil buka PPT saya juga buka WA. KS SMA Insan Mandiri meminta PPT IHT kemarin, jadi saya buka file dulu, dan PPT diberikan padanya. Banyak aktivitas yang tidak kelihatan sibuknya, padahal dari menit ke menit, ada yang harus dikerjakan.

Di WA saya melihat ada teks untuk saya menanyakan apa saya sudah sehat atau belum. Saya tersenyum dalam hati, Saya menduga bahwa jika saya sehat saya harus berbakti pada negeri ini dengan cara mengerjakan hal yang menjadi ambisi pemegang kerajaan SUnda ini.

Di WA juga ada wakil KS yang menanyakan Satgas Pancawaluya dan Job descritionnya seperti apa. Alasannya mentok tidak bisa mikir. Saya jawab dengan teks. ah susah. saya minta dia telepon. Saya kurang sabar, saya buatkan uraian tugasnya. Saya bertanya-tanya, kenapa ketika dibicarakan banyak ide, tapi ketika ditulisakan dia mengatakan tidak bisa. 

Belum lagi bisa menikmati makan siang dengan tenang, ada undangan ikut webinar dari Bu Neneng, SLB CGP. Saya join saja. pematerinya Ibu KS SD Ibu Jenab 1, ibu Ihat, terus Kepala SMP, dan pembicara ketiga guru SLB. Sambil mendengarkan, saya tertidur beberapa menit. 

Selanjutnya saya merekap data siswa yang terasa beda-beda. 

Sampai pukul 08.30 dari pagi, seperti seorang yang tidak bekerja karena tidak menggunakan baju kantor dan tidak keluar dari rumah, kegiatan baru selesai dan kegiatan seperti itu bukan hanya hari ini saja, tetapi hampir setiap hari seperti itu. Ketika tidak bekerja keluar dalam arti tidak meninggalkan rumah, Di rumah pun bekerja lebih banyak dan melayani banyak hal, bukan hanya tiduran.

Berhubung batuk belum bisa kompromi dan sakit kepala belum memberikan kesempatan untuk berpikir yang lebih jernih, mata juga menunjukkan protes sehingga kegiatan harus dihentikan.

Untuk besok acara induksi, salah satu pengawas induksi menawarkan tepatnya di SLB cahaya gemilang Pertiwi. Untuk tempat saya tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah saya menawarkan waktu mau dilakukan induksi pagi atau siang, jawabannya adalah mengikuti jadwal. Berarti pertanyaan dijawab dengan pertanyaan. Seharusnya kalau disuruh memilih yang memilih satu bukan hanya lagi. 

Pada masa literasi yang begitu membumbung tinggi dan di Gelora kan Hampir pada setiap mulut, Tetapi pada kenyataannya membaca teks tidak bisa, dibuktikan dengan tiga pertanyaan yang mengikutinya yang menurut saya terasa sangat janggal. Kedua menjawab pertanyaan lisan juga tidak bisa, ditandai dengan disuruh memilih Jawabannya malah seperti itu. Ini saya yang salah atau mereka yang bingung?


Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan

 Pembukaan oleh Pak Maman

Sambutan

Bapak dan Ibu PS silakan mengikuti webinar dengan saksama.

Paparan Materi:

Dihimbau agar bapak dan ibu guru tidak takut untuk melakukan pembinaan pada siswa.
Hak asasi manusia sifatnya non diskriminasi, transparansi, tanggungjawab negara, tidak dapat dibagi, kesetaraan, martabat manusia, keberkaitan dan kebergantungan, universal.  Sifat hak asasi manusia tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun, termasuk dalam keadaan darurat, ha ini bersifat absolut. 
Implementasi tanggung jawab negara berupa: 1) makan bergizi, sekolah rakyat

Bagaimana mendidik tanpa melanggar HAM?
KOndisi saat ini banyak sekali murid yang mengalami kesulitan menyesuaikan diri dan sering melanggar aturan sekolah seperti membolos, berkelahi, tawuran, pergaulan, atau masalah emosional dan keluarga. Konini ini  penting diperhatikan karena dapat mengancam hak anak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman.

Teknis penerapan HAM dalam pendidikan misalnya:
Keadilan restoratif dengan cara memberikan kesempatan pada murid untuk memperbaiki kesalahan, fokus pada pemulihan dengan melibatkan korban-pelaku-keluarga, dan masyarakat untuk berdialog, agar pelaku menyadari dampak perbuatannya. 

Tanya Jawab

Pa Maman, agar ada sosialisasi sehingga sekolah tidak merasa khawatir dengan implementasi HAM di sekolah, ada kerjasama dengan pihak penegak hukum yang menjamin guru.


Pa Abdul Syukur: Bagaimana sekolah menerapkan tata tertib sekolah, kesepakatan kelas menjadi berubah, misalnya murid yang terlambat masuk kelas, harus membersihkan kelas. Selanjutnya, jika da guru yang dilaporkan kepada pihak berwajib, bagaimana caranya agar guru tersebut mendapatkan perlindungan dari negara, harus pergi ke mana? 
Jawaban dari pa Kabid Penguatan HAM: Izin mencoba menjawab pak, terkait tentang penanganan konflik antara guru dengan siswa terkait penerapan SE gubernur disiplin siswa, kami terus melakukan monitoring kepada biro hukum dan HAM Prov Jawa Barat untuk membuat aturan turunan terkait SE Gubernur tersebut, sehingga sekolah dapat menjalankan aturan disiplin tanpa khawatir berhadapan dengan hukum

Apakah sekolah dapat mengeluarkan peserta didik?
Apakah boleh ada yang tidak naik kelas?


Materi 2 
Pemateri Ibu Hessy



 Masalah yang dalam pendidikan dikelompokkan kedalam 8 Standar Nasional Pendidikan. Untuk guru masih perlu peningkatan pada kompetensi penilaian. 


Sekolah direkomendasikan meningkatkan capaian Standar Isi dan Standar Penilaian.

Moderator: Mohon Bapak IBu pengawas lebih konsentrasi untuk memahami materi.

Materi 3  oleh Ibu Sungengsih




Tahap 1  Identifikasi untuk memilih dan menerapkan masalah



Tanya Jawab 

1. IIs Suryani

2. Abdul Syukur

Kalau berdasarkan rapor pendidikan 2025, setiap sekolah sudah dianalisis dan sudah jadi RKAS. apakah ini jadi rancarangan tahun ini, atau bekal tahun depan? Apakah muncul LK seperti yang lbu tunjukkan? 

A: kalau secara nyata sudah tidak bisa mengajukan apa-apa, ini bisa dijadikan dasar pendampingan ke sekolah. Sejauh yang saya pahami, untuk yang 2025 menjadi dasar untuk 2026. APakah LK include, ini tidak. ini sebagai LK yang terpisah untuk memetakan masalah yang ada di rapor pendidikan. dengan template ini step by step nya lebih terarah. 

3. Dede Rahayu


Q: 1) Menganalisis internal dan eksternal melalui rapor pendidikan yang menjadi bagian integral. SIklus apa yang perlu dilakukan yang bisa tepat sesuai kebutuhan analisis dari dalam, karena sekolah merasa kesulitan memahami rapor pendidikan? 2) Pemetaan analisis masalah yang ada di SPMI ada kesenjangan dalam memetakan dengan baik, langkah untuk melakukan analisis masalah yang dikaitkan dengan identifikasi standar mutu, SPMI itu polanya nanti akan seperti apa ketika diterapkan di satuan pendidikan, berkaitan dengan perencanaan RKT dan ARKAS. 3) apa yang harus dilakukan oleh pengawas  terkait dengan plan-do-check?

A: 1) Sesuai pengalaman di BBPMP, bagaimana melakukan analisis dari rapor pendidikan, kemarin baru diajarkan sebatas analisis rapor pendidikan.  Secara keseluruhan, kami diajarkan cara mengunduh, melihat sistem SIPD di pemerintah, sehingga memiliki gambaran seperti apa intervensi yang dilakukan daerah. Di sini menurut pelatihan yang saya peroleh, formatnya IRBB, tapi mula dari pemetaan, perencanaan, evaluasi, secara siklus tidak terlalu berbeda dengan SPMI. 


Jadi menurut saya (Sunengsih) tidak ada perbedaan antara IRBB dengan SPMI yang dikeluarkan BBPMP. Alurnya sama, bedanya itu saja dan adanya file itu. 

(Sesaat mandek, narasumber ibu Hessy ada masalah dengan audio, suaranya ga terdengar. Ibu Sunengsih dengan ramah ingin membantu menjawab, tapi katanya  DIA LUPA apa yang ditanyakan Pak Dede, saya mencatat pertanyaan Pa Dede, tapi untuk apa saya mengirimkan pertanyaan ke IBu SUnengsih. APA ... ANDA, ingat omongan AH yang menteror saya ketika memberikan penjelasan mengenai struktur KSP kepada para WK Kurikulum. Alasan saya untuk memberikan jawaban yang serempak karena lelah saya menjawab japri, TIDAK diterima. Keukeuh APA ... Anda? itu jadi peristiwa yang mengerikan bagi saya) 

Materi lengkap ada di link ini

Muncul yang menjawab, Ibu IIS SURYANI, membantu menjawab Ibu Sunengsih dan Ibu Hessy: 1) alhamdulillah sekolah saya naik rapornya, tetapi direkomendasi belum muncul, angkanya 0. 2) kalau berbicara rapor diserahkan ke sekolah, silakan mau menggunakan yang mana, prioritas atau keseluruhan, tapi mana dari komponen yang paling perlu ditingkatkan. 

Tuesday, August 26, 2025

Penyuntingan Naskah

1. Keterbacaan
2. Konsistensi 
3. Ketepatan Bahasa
4  Keutuhan Makna
Tingkat penyuntingan
1. Substansi
Struktur isi: pembuka,  isi, penutup
Alur logika
Fakta budaya terverifikasi
2. Bahasa
Ejaan PUEBI
Pilihan kata tepat
Hindari bertele-tele pleonasme
3. Teknis
Tata letak, judul, subjudul, konsisten
Teknik menyunting
1. Baca keseluruhan naskah, pahami isi dulu
2. Identifikasi masalah: alur, bahasa, logika
3. Perbaiki bertahap: isi  bahasa  teknis
4. Gunakan simbol/proofreading mark
Jejak digital track changes
5. Diskusi dengan penulis, jangan mengubah makna asli


Monday, August 25, 2025

Rapat Dinas Tim Pengembang Kurikulum Pancawaluya

1. Simple check in
Peserta duduk melingkar dan memperkenalkan diri satu persatu bergantian dengan pola:
Nama, jabatan,  asal instansi, daerah, perasaan pagi ini, 
Badriah, pengawas SMA,  KCD 6, Cianjur, perasaan muriang
2.Sharing vison
Pa  X: baru kali ini ada pertemuan yang  mempertemukan ps ka guru sejabar
Pa Jaja: mulih ka jati dirina
Bu Lina: bagaimana penerapan Pancawaluya di sekolah 
Respons
Karakter dapat ditemukan di sekolah. Kesadaran spiritual, sosial,dan lingkungan 
Uang bukan segala-galanya kemudian kebijakan juga bukan segala galanya.
Walaupun saya, Gubernur mengeluarkan kebijakan apapun ...
Dari lingkungan pendidikan yang ada di Jawa Barat bahwa transformasi ini akan sangat tergantung keberhasilannya pada niatan ibu pada kemauan Bapak Ibu
Membuat apa yang kita rasa kan itu menjadi sebuah rumusan kebijakan bersama 
Zoom
Endapkan di kelas
Solusi bersama
Penentu adalah kontribusi dari guru KS PS


Kang Jaka
Kita sebagai pendidik dan pembahasan kita untuk program ini 
Kita membutuhkan setiap orang memberikan yang terbaik dari diri kita, interpersonal antar personal dan mau terus membaca pesan-pesan dan menjadi sebuah lingkaran sistem yang tidak terputus.


-----
Tadi malam susah tidur. Tidak tahu kenapa. Mungkin karena khawatir pada anak yang sedang sakit. Jadi terus menerus mengecek anak. 
Sekitar pukul 22 ada pesan dari nomor tak dikenal meminta gabung di grup. Saya tidak meresponnya dengan alasan: nomor tidak dikenal siapa tahu penipu, grup apa yang harus digabungi tidak disebutkan. Mencurigakan.
Mungkin karena saya tidak merespon, dia mengirimkan pesan lagi: grup kepenulisan Arpusda. 
-----
Rencana berangkat pukul 5.00 pagi. Bangun kesiangan, 4.30. Jadi tidak mungkin bisa mengejar travel pukul 5.00. Minta digeser ke pukul 6.00. Jadinya berangkat dari rumah pukul 5.15an. Eh rezeki, bisa ikut ke kloter pukul 5.30. Bayar 65K. Bismillah menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Jl Radjiman.

Saya sudah yakin tiba lebih dari waktu yang diminta 7.15. Pukul 7.24 baru keluar tol. Macet.



Sunday, August 24, 2025

Penyegaran GBA

Bahwa dengan adanya pengecekan kesiapan belajar siswa, janganlah melabeli siswa jadi: low achiever, average, high achiever. Bayangkan jika siswa  berpikir  ah da saya mah low achiever,  ya begini saja. Nanti di kegiatan pun saya mah kan low achiever ga akan bisa seperti yang di atas saya. Setelah jadi anggota masyarakat ngomong gini juga ah da saya mah low achiever,  ga bakalan bisa kerja, jadi bisa begini juga sudah untung.

Peer Teaching UPI

 Peer teaching untuk pembelajaran bahasa Inggris yang mengintegtrasikan AI dimulai oleh Pa Ganjar. Materi membaca teks deskripsi dengan menggunakan aplikasi Diffit.ai.
Pada bagian awal murid diminta merespon jawaban, jawaban murid menjadi alat utnuk mengelompokkan murid ke dalam kelompok low achiever, average, dan high achiever. 

Masukkan dari Prof Emi Emilia. Hati-hati dengan pengelompokkan murid kedalam tiga kelompok. Jangan sampai siswa yang berada di kelompok low achiever melabeli dirinya sendiri sebagai low achiever dan dia merasa tidak apa-apa hasil  kerjanya tidak bagus karena low achiever. Lebih berbahaya lagi  jika kelak sampai ke kehidupan di dunia luar kelas, saat dia menjadi anggota masyarakat misalnya, dia tidak bisa bekerja, dan dia merasa tidak menjadi beban karena dia low achiever. 
Mengenal kesiapan belajar murid, pada akhir pembelajaran tidak ada low-mid-high, semuanya memiliki keterampilan yang relatif sama.
Murid kelompok low harus dibantu sehingga bisa mencapai keterampilan yang diharapkan. Itulah gunanya dari eksplisit teaching. Tentu saja untuk siswa low perlu extra effort. Misalnya untuk siswa mid, agar bisa menguasai menulis dia memerlukan 3 kali revisi, tapi untuk low, perlu 7 kali revisi.

Bu Neni penggunaan Gemini untuk memberikan Join Construction of text terlaksana. Dengan cara Gemini menjadi teman yang memberikan masukkan untuk menulis. 



Wednesday, August 20, 2025

Bertemu KDM

Hari ini bertempat di gedung Sabuga, pengawas sekolah kepala sekolah, dan para siswa berkuslmpul dengan sangat gembira dan sukacita menyambut kehadiran Gubernur Jawa Barat, KDM.
Untuk memudahkan kehadiran, dan untuk memudahkan mengenali, maka seluruh peserta yang berasal dari cabang dinas wilayah 1 sampai dengan 6 menggunakan pita putih titik di ruangan Sabuga yang begitu besar ternyata hanya diisi oleh perwakilan beberapa sekolah saja sudah penuh sesak.
Perjalanan ke Bandung mendadak macet di sana sini.
Sesuai peraturan maka pertemuan hari ini seluruh pegawai menggunakan baju putih dan duduk sesuai tempat yang telah disediakan.
KDM membuka orasi dengan "saya tuh takut dibuli para siswa.  Tapi ternyata tidak. Setiap kali ketemu siswa pasti disambut teriak, Bapak aing, Kang Dedi, menta duit!!'
Selanjutnya, disampaikan bahwa pada masa beliau menjadi siswa, mengalami dengan jumlah siswa satu kelas sebanyak 60 orang dan beliau merupakan satu dari 20 orang siswa yang tidak naik kelas. Dia juga menyampaikan bahwa mengalami ditolak oleh perempuan yang disukainya pada saat SMA Kelas 2 titik Hal itu mengindikasikan bahwa gubernur adalah manusia biasa yang mengalami kehidupan yang normal seperti manusia-manusia biasa lainnya. 



Friday, August 15, 2025

Perayaan 17 Agustus 2025

Sebelumnya saya tidak pernah ikut-ikut perayaan Agustusan. 
Tapi kali ini saya mau ikuti acara Agustusan dengan alasan, Siapa tahu saya tidak akan menemukan acara Agustusan lagi karena dua hal. Bisa karena saya sudah tidak cukup umur untuk mengikuti perayaan Agustusan tahun 2026 bisa karena saya keburu tidak kuat dan pensiun sebelum tahun 2026.
Saya berangkat ke tempat Agustusan dengan numpang ke mobilnya pak Rustam. Pak Rustam sambil Mengantar ke anaknya ke SMPN 2 Cianjur, Saya menunggu di sana, pukul 06.30 sesuai ketentuan Pak Dedi Mulyadi, anak pak Rustam sudah tiba di SMP 2, dan saya bersama pak Rustam berangkat ke kcd.
Di kcd ternyata baru beberapa orang yang datang ke rumah mereka sama seperti Saya memakai baju merah dan putih titik untuk saya sendiri memakai baju merah dan putih yang ada saja, karena hari itu terasa dingin Kebetulan saya sedang memakai jaket warna merah Jadi itulah yang digunakan dan ditambah dengan kaos dalamnya yang berwarna merah dan mencari celana putih yang ada.
Saya langsung ke toilet kadang merasa ingin merasa ingin pipis. Kemudian Setelah beberapa lama dari toilet saya melihat beberapa orang pengawas lain sudah datang dan mereka sama-sama memakai baju warna merah putih, saya langsung bergabung ikut berfoto.
Saya sudah merencanakan tidak akan berfoto banyak-banyak cukup hanya satu atau dua kali saja untuk membuktikan bahwa saya pernah datang ke sana dan saya bisa memiliki foto untuk laporan ke aplikasi trk. Sementara saya mengamati orang-orang lain yang berfoto dari detik ke detik dari sudut ke sudut semuanya di foto, Saya hanya bisa tersenyum, memikirkan foto yang sebanyak itu nanti mau dikemanakan dan diapakan.
 saya sendiri tidak terlalu banyak mengambil foto yang berobjek orang, tapi langit dengan bangunan tempat saya bekerja untuk menandakan bahwa mereka juga turut mengikuti kegiatan Agustusan. Saya tidak mengikuti lomba-lomba pertama karena merasa badan kurang sehat kedua rasanya sudah tidak lucu orang mau pensiun masih jingkrak-jingkrak berlomba-lomba, sementara anak-anak muda yang masih bugar dan beliau duduk menonton nenek-nenek melakukan kegiatan-kegiatan yang khas di Agustusan.
Saya lihat ada Firman, guru SMAN  1 Padalarang  (kalau tidak salah). Dia hadir sebagai peserta pembubaran panitia SPMB.
Saya lebih banyak menghindar dari keramaian. Entahlah ada kesunyian aneh yang menyusup ke dalam hati dan membawa kakiku ke area di mana saya hanya bisa bersama diri saya saja.
Ada beberapa sekolah yang menyerahkan dokumen SPMB Smater: SMA Al Falah Cijati,  SMAN 1 Kadupandak yang diantar lbu Ai Homisah dan Sandi anak Teh Lilis Cijati.
Acara Agustusan berakhir sebelum Jum'atan. Saya tidak mendapatkan satu hadiahpun. Saya mendapatkan makan nasi kuning dan oleh-oleh Umroh Pa Marsudi.
Saya bertemu Eva guru SMAN 1 Cipeundeuy  
Selanjutnya saya pulang kembali bersama Pa Rustam. 


Tuesday, August 12, 2025

Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik

Tempat: Aula SMAN 1 Cianjur
Peserta: PS, KS, dan perwakilan 20 siswa dari: SMAN 1 Cianjur, SMKN 1 Cianjur, SMAN 2 Cianjur, SMKN 2 Cilaku Cianjur.
Sosialisasi untuk mengenalkan dampak dari air limbah domestik. 
Sambutan Kepala Dinas Bidang Instruktur Pemukiman  Disperkim Jabar, Irvan Rusdiansyah, S.T
Pemerataan sanitasi lingkungan merupakan salah satu program 9 langkah pembangunan Jabar, dengan cara mengurangi dampak limbah domestik seperti tinja dan pee.
Jumlah penduduk jabar sekitar 50 juta, sebanyak 3,11 juta KK belum memiliki akses sanitasi yang layak. 
Jumlah tinja yang belum terkelola dengan layak sekitar 233.400 kg per hari.

Pilot project pengelolaan air limbah domestik du Jabar melalui penyediaan sarpras sanitasi di wilayah DAS Citarum. Pembuatan MCK untuk 150 KK. Tahun 2025 project Tangki Septic untuk 100 KK. Selain itu juga sosialisasi sanitasi kepada siswa SMA SMK di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya. 

Air limbah domestik: cairan hasil kegiatan pemukiman,  rumah makan, perkantoran,  dan perniagaan. Dari pemukiman: air  bekas cuci piring dan baju, air bekas mandi, air toilet atau kotoran. 


Monday, August 11, 2025

Implementasi Program. Makan Gratis Bergizi

MBG program prioritas nasional untuk mempersiapkan generasi unggul melalui pemenuhan gizi. 
Sinergi kegiatan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan program lain yang sejenis seperti sekolah sehat. 

Tiap Kabupatén ada satgas: dinsos, dinkes, kemenag, dikdas.
Sasaran: seluruh pesdik (PAUD sampai SMK/SMK), non pesdik (ibu hamil, ibu menyusui, balita).

Ada 5.000 satuan layanan, biaya 71 T.
Target akhir tahun 2025 sebanyak 82 juta orang semuanya mendapatkan MBG.

Pelaksana teknis ada SPPG.
Dinas kesehatan melakukan edukasi gizi dan kesehatan, menangani keracunan. 
Puskesmas memberikan monitoring sanitasi pangan dan kualitas MBG.
Sekolah menerima dan mendistribusikan MBG.
Sekolah tugasnya
1. Menyiapkan sarana prasarana cuci tangan CTPS. Satu kelas 1 CTPS. Tempat buang sampah. 
2. Area transit makanan.  Makanan diletakkan di atas meja. 
3. Alat antropometri untuk ngukur berat badan murid. Anak kurang  gizi dilaporkan. 
4. Ruang kelas menjadi tempat makan.
5. Sekolah mengisi instrumen untuk alat kontrol, dashboard masih proses pembuatan 

Ka Bandung n

 Poe ieu budak di Imah, teu kamana-mana. M isuk-isuk gas Hudang lantaran rek nyiapkan persentasi ke ka slb al aJami, masih keneh aya nu kurang nyaeta ngeunaan beban kerja guru jeung kepala sekolah. Materi pesanan tiket kepala sekolah na anu cenah majar psikolog barudak besok nananyakeun ka mana Ari kepala sekolah Bet siga tara gawe di Sakola, atawa kepala sekolah jeung guru teh loba iinditan miluan loba kegiatan di luar. Ya diasupkeun materi anu ngajelaskeun pagawean pagawean guru jeung pagawean .pagawean kepala sekolah.

Isuk-isuk dahar bari jeung rada di pikiran Ari budak diberi obat atawa Entong. Diputuskan teu kudu dibere obat pan obatna biasanya Ganti Kak sore.

Tabuh 10 berangkat Kak Al azhami.  naik grab mayar 30.000. Budak mah ngahaja ditinggalkeun di Imah Bari jeung teu Di Bere duit. Maksudna supaya ulah kamana-mana.

Acara ti al azhami beresna tabuh 13 budak Dina wa ngomong Yen manehna meunang pagawean online mudah-mudahan wae Eta pagawean bisa kalaksanakeun barijeng méré manfaat anu gedé manfaat Keur dirina atawa manfaat secara finansial.

Tabuh tilu Budak teh berangkat ka Bandung make travel Trans Siliwangi mayarna Rp65.000 rek nyokot Motor tiba P papanggih di Bandung.

Berubah,  jadina balik dijemput ku bapana budak téh. 
Rek terus ngalaksanakeun ihtiar ku dimandian cai mulang maling, cai hujan, cai beas, cai biasa
.....

Thursday, August 7, 2025

Pembinaan Pangawas

Laporan dari Bapak Firman Oktora. 
Pengawas mengawal keterlaksanaan Generasi Pancawaluya. 
Transformasi layanan GTK, ONE STOP SERVICES.
 
Laporan kepala Dinas
Kurang Pengawas 318, pengangkatan fokus ke guru dulu. 

Wednesday, August 6, 2025

Sosialisasi Anugerah Pancawaluya 2025

Pada grup Dinas muncul Surat Edaran Anugerah Pancawaluya 2025.
Saya putuskan untuk sosialisasi lomba sakaligus monitoring pelaksanaan ANBK dan pengambilan data Smater. 
Untuk Anugerah Panca Waluya, saya saya menjelaskan bahwa Anugerah ini tidak harus dipaksakan diikuti oleh seluruh sekolah.
Tetapi walaupun tidak semua sekolah mengikuti lomba yang penting adalah setiap sekolah melaksanakan program pengembangan karakter. Dari panduan lomba sekolah bisa mempelajari bahwa bahwa sangat baik bagi sekolah untuk menerapkan program Panca Waluya yang kelak akan memiliki karakter positif. Bagaimana dari panduan tersebut sekolah bisa menyiapkan pelaksanaan karakter di lingkup sekolah dengan dimulai membuat SK, diteruskeun dengan membuat programnya,  pelaksanaan program dan evaluasi program.
Naskah untuk lomba dikirimkannya bulan November, artinya sekolah bisa melaksanakan program Panca waruya mulai dari Agustus September Oktober. Saya sarankan kepada sekolah untuk membuat laporan atau evaluasi bulanan, untuk melihat perubahan perilaku peserta didik dari bulan ke bulan. sehingga Walaupun waktu untuk lomba itu hanya 4 bulan paling tidak sudah ada data perkembangan yang bisa dilaporkan.
Karena pemerintah pusat juga mengeluarkan program karakter yaitu 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat, seolah program karakter ini menjadi tumpang tindih.

Tuesday, August 5, 2025

SMA TErbuka 2025

 

Sesuai edaran gubernur Jawa Barat, Cadisdikwil VI memiliki SMAter seperti tertera di atas.
Yang menjadi tanggung jawab saya: SMAN 1 Cipatat,  SMAN 1 Kadupandak,  SMAN 1 Sukanagara,  SMA Al Falah Cijati, SMA PGRI Kadupandak. 
Tanggal 4 Agustus sudah dibuka pendaftaran untuk SMater.
Pendaftaran yang berbarengan dengan kegiatan ANBK kloter 1.
Dengan demikian data yang harus dikumpulkan menjadi dua: Smater dan pelaksanaan ANBK.
Untuk SMater harus membuat google sheet untuk pengumpulan data dari setiap sekolah. Saya belum pernah mengunjungi TKB. Setiap kali nanya ke sekolah induk,  jawabnya 'jangan Bu, jauh' menyebut u-nya lama, menandakan jauh. 
Untuk ANBK saya harus membuat instrumen terlebih dahulu. Saya harus pelajari dulu apa saja yang harus dicek ke sekolah.

By the way, kepala terasa kosong. Mungkin akibat dari 3 hari ini nongkrongin disertasi orang yang katanya harus selesai Senin. Agak ajaib memang, waktu revisi dengan konten perubahan segitu banyak hanya diberi waktu seminggu. 
Saya berusaha merevisi sekemampuan. Muncul masalah, Mendeley tetiba tidak terbuka. Dicoba q referensi bawaan Ms Word, bikin pening, data-data harus dimasukkan.  Membuat frustasi. Sudah ada Mendeley desktop, jadi cost too much time kalau mengisi Ms Word.
Kepala jadi tambah pening. 
Belum lagi  Elicit.ai mogok. Sakit kepala makin kuat.
Cari jurnal dan bum! Sinyal jelek, satu jurnal perlu bermenit-menit. 

Tetiba ada WA, bagian Simpulan belum tersentuh. 
Well, l directly read it and review it. 


-----
09.00
MUF, salah asup, kalah ka FIF.
09.15
Salah, teu bisa mayar ku Mbanking.
Kudu cash.
Masalah, atmna teu kabawa.

Monday, August 4, 2025

Jabar Beraksi

 

Tuluz

Link materi

Jabar Beraksi (kerja bareng bersama akselerasi wujudkan sekolah impian) dalam pendampingan percepatan tingkat transformasi satuan Pendidikan di jawa barat. Sasaran  pengguna: pengawas sekolah, sebagai alat bantu pelaporan pelaksanaan program prioritas provinsi jawa barat. Bisa kualitatif bisa kuantitatif. Laporan dapat digunakan untuk SKP.

lite.bbpmpjabar.kemendikdasmen.go.id

1. Login dengan NIP

2. Pemutakhiran data (Jika ada ketidaksesuaian lakukan pemutakhiran data sekolah binaan)

3. Lihat rapor mutu: gabungan rapor pendidikan dan 

4. Pelaporan: tergantung pada program prioritas yang diminta oleh dinas provinsi, contoh saat ini diminta implementasi PM dan  KKA, periode pengukuran 28 Juli -30 September 2025. Isi yang ya tidak.  Isi gambaran umum pelaksanaan program. 

Kalau sudah selesai melaporkan, klik di detil laporan

Fitur untuk membuat ringkasan dengan mengklik generate ringkasan. 



 




Sunday, August 3, 2025

Berkontribusi dalam Penyusunan Panduan Anugerah Program Pancawaluya

 

Sebagai orang biasa tentu merasa bangga ketika diminta bantuan untuk merancang kerangka Anugerah Gapura Pancawaluya 2025.
Kesempatan ini dipandang sebagai tantangan bagi saya untuk memberikan kontribusi bagi Jawa Barat umumnya dan khususnya bagi sekolah-sekolah untuk dapat melaksanakan kegiatan yang menerapkan karakter cageur, bageur, bener, pinter, dan singer di sekolah.

Menyusun panduan untuk lomba bukan pertama kali saya lakukan, tetapi tetap saja menjadi hal yang tidak sederhana, Saya harus mempelajari terlebih dahulu panduan Program Gapura Pancawaluya, dan hal-hal lain yang sudah dikeluarkan pihak pemerintah bisa berupa surat edaran atau mungkin keputusan yang harus jadi acuan penyelenggaraan lomba.



Friday, August 1, 2025

Induksi

 

Modul 7.
Diperiksa datu per satu. 
Kali ini peserta yang kedua yang mengirimkan tugasnya.
Modul 7 pengerjaannya berkelompok. Seharusnya kalau yang satu selesai, yang lain juga selesai. Tapi ternyata tidak seperti dugaan saya. Maisng-masing mengumpulkan sesuai waktunya sendiri-sendiri. 
So far, saya periksa yang saya terima saja. Saya tidak akan nagih-nagih. 

Perancangan Panduan Pancawaluya

Tetiba ada WA dari Pa Wawan yang mengundang diskusi panduan Pancawaluya.  
Sebelumnya sudah dibuat panduan Pancawaluya untuk MPLS. Sekarang Pancawaluya untuk kegiatan sepanjang tahun sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi Jawa Barat,  misalnya siswa belum punya SIM dilarang membawa motor ke sekolah. 
Temuan siswa tanpa SIM ke sekolah terjadi di SMAN 1 Cipeundeuy dan katanya banyak sampah ditemukan. Tentu berita ini mengejutkan saya. Tahun lalu SMAN ini binaan saya. Sedikit ada rasa syukur ketika ada masalah di sekolah, sekolah itu sudah bukan  lagi binaan saya.
Stop itu. Kembali ke Pancawaluya. 

Pemerintah provinsi akan membuat aplikasi Si Palawa untuk mengawal keterlaksanaan Pancawaluya. Aplikasi masih proses. 

Apa yang harus dilakukan sekarang?
Membuat Panduan Pancawaluya.
Maksudnya panduan yang aplikatif yang memastikan semua kebijakan pemerintah provinsi Jawa Barat terlaksana seperti urusan tidak memakai motor seperti yang disampaikan di atas.
Masalahnya apa?
Belum ada pergub atau nota dinas yang memberikan ruang secara hukum bahwa Pancawaluya wajib dilaksanakan di kelas 10, 11, 12.
Saya menyampaikan bahwa Pancawaluya bisa dilaksanakan sebagai kokurikuler dengan catatan pelaksanaannya jelas mau apa dan bagaimana. 
Artinya tinggal menunggu panduan itu selesai dan peraturan yang menaunginya hadir.