Pelaksanaan iht Panca Waluya bersama ibu Fitria yang dari non ASN.
Pertama kedatangan disambut oleh Bapak Agung dan bapak kepala sekolah bapak Dr Deri Kemudian bertemu dengan pengawas sekolahnya Bapak Irfan.
Untuk materi pertama-tama disajikan mengenai keterhubungan oleh ibu Fitria. Peserta diminta untuk menyebutkan nama dan satu kata yang menggambarkan perasaannya. Kemudian peserta diminta menghitung nomor 1 sampai dengan nomor 5. kemudian Berdasarkan gambar tersebut dibuatlah 5 kelompok. Setiap kelompok diberi waktu untuk membuat yel-yel kelompoknya.
Acara berjalan lancar listrik mendukung. tapi kemudian setelah itu mau masuk ke pretest. Tetapi tidak dapat dilaksanakan karena kalau lampu mati, maka wi-fi pun mati. sehingga pretest ditangguhkan. Alih-alih menunggu lampu kembali menyala, yang kata para peserta lampu mati bisa dua hari sehingga bukan hal yang tepat jika ditunggu. Maka selanjutnya masuk ke dalam materi yang pertama yaitu mengenai nilai inti Panca Waluya yang seharusnya dipicu oleh slide yang berisi gambar-gambar; tetapi gambar-gambar tidak bisa ditayangkan.
Peserta yang hadir sebanyak 43 orang, terdiri dari guru, Caraka, orang tua murid diminta menuliskan permasalahan-permasalahan karakter yang muncul di sekolahnya. Yang tertangkap Dari saya itu dari Caraka, dia menceritakan bahwa para murid tidak hormat kepada cara Kak. Permasalahan lain yang disampaikan Hampir ada di semua kelompok yaitu perihal sampah plastik, kesopanan murid, kehadiran murid, kehadiran guru, juga kesadaran murid terhadap sarana dan prasarana yang ada di sekolah, seperti penggunaan kran air yang tidak dimatikan.
Setelah melakukan pemetaan masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah, selanjutnya setiap kelompok diminta presentasi, pada saat kelompok presentasi, kelompok yang tidak presentasi harus mengelompokkan masalah-masalah yang muncul dari para presenter. Untuk para presenter diminta untuk tidak menyebutkan kembali masalah yang ditemukan tetapi Bentuknya sama.
Sampai titik ini dipandang para peserta sudah mengenali masalah-masalah karakter yang ada di sekolah dan mengelompokkannya ada kelompok yang berkaitan dengan karakter pada peserta Didi, pada pendidik, pada tingkat sekolah dan ada juga yang karakter yang muncul di lingkungan masyarakat.
Selanjutnya paparan diarahkan pada mengenali bagaimana menyelesaikan masalah karakter tersebut dengan mengenalkan karakter dan nilai-nilai inti Panca waruya. Pada peserta diminta untuk mengenali nilai inti dan Sub inti dari Panca Waluya. Sebagai contoh nilai-nilai inti cager, sub nilai intinya adalah sehat jasmani, sehat rohani, dan mampu mengelola emosi. Nilai inti bageur, sub intinya adalah berakhlak mulia, peduli sesama, dan peduli terhadap lingkungan. Peserta diminta untuk mencatat nilai-nilai inti dan nilai-nilai Sub inti tersebut untuk memudahkan nanti mengenali karakter dari Panca Waluya.
Kemudian peserta diajak untuk melihat bahwa nilai inti dan Sub inti dari karakter Pancawati itu bukan merupakan hal yang baru, melainkan hal-hal yang sudah ada di lingkungan kehidupan sehari-hari. Ada yang nilai itu sudah terbentuk karena alasan filosofis, teologis, sosiologis, psikologis atau antropologis. Berdasarkan terbentuknya sumber-sumber nilai karakter Panca Mulia tersebut para peserta diminta untuk menemukan nilai-nilai apa saja yang sudah ada di masyarakat dan menjadi karakter masyarakat tersebut.
Para peserta mempresentasikan temuan dari karakter-karakter yang mereka temukan dari 5 landasan landasan karakter Panca Waluya. Selanjutnya peserta dikenalkan pada Bagaimana cara menginternalisasikan Pancasila ke dalam diri sendiri atau kepada pasar pada peserta didik, Terdapat 6 langkah untuk melakukan internalisasi karakter Panca Waluya.
Yang pertama dimulai dengan disampaikan dulu secara lisan atau dijelaskan, kemudian diberikan latihan untuk mengenali karakter tersebut dan dicontohkan selanjutnya dilakukan pengkondisian sehingga menjadi sebuah kebiasaan dan akhirnya membudaya. Atau dalam bahasa asingnya transfering, training modeling, controlling, habituation, culturalization.
Setelah mengenal cara bagaimana menerapkan karakter di dalam diri murid yang merupakan enam fase, para peserta diminta untuk memilih satu masalah dan dibuatkan langkah-langkah pembentukan karakter tersebut melalui 6 langkah.
Pada bagian akhir dikenalkan mengenai konsep Panca Waluya yang di dalamnya melingkupi tiga bagian inti yaitu learning to do learning to be dan learning to live together atau belajar untuk tahu, belajar untuk mempraktikkan apa yang dipelajari, belajar untuk menginternasikan apa yang dipelajari dan selanjutnya belajar untuk memanfaatkan apa yang dipelajari itu di kehidupan bermasyarakat. Cara tersebut disebut empat pilar UNESCO. Selanjutnya juga pancawaria itu di dalamnya terdiri dari 8 dimensi profil lulusan dan satu lagi bagian dari inner Development Goals.
Acara hari ini ditutup dengan para peserta diminta menemukan peta jalan kalau mau menuju manusia Panca bahagia apa yang harus mereka lalui atau apa syarat yang harus dipenuhi kemudian ditulis pada satu lembar kertas panu dengan cara membuat titik berangkat sampai titik akhirnya ada di mana.
Dari penulisan tersebut disampaikan bahwa itulah atau Begitu sulitnya untuk membentuk karakter pada manusia langkah-langkah yang dituliskan mereka dari titik berangkat sampai titik akhir itulah yang harus mereka tempuh sehingga bisa membentuk manusia yang Pancawaluya.
Acara ditutup dengan kegiatan keterhubungan oleh ibu Fitria kemudian ditutup dengan sebuah PR untuk membuat peta jalan yang besok akan dipresentasikan sesuai dengan nama yang dipanggil.