Pages

Tuesday, June 30, 2026

PMO dan SPMB SMAN 1 Ciranjang

Ini mah foto smansa
Sebetulnya agak kurang begitu semangat untuk pergi ke sekolah, kondisi kesehatan badan saya terasa sangat begitu sulit untuk dijelaskan, sesoraian kemarin terasa kepala pusing dan nyeri kemudian ketika harus menyetir dari rumah yang, rasanya begitu berat, ada kekhawatiran kalau kalau nanti di jalan ada serangan jantung atau bagaimana. 
Tapi pikiran itu diabaikan, Saya berusaha sekuat mungkin untuk bisa tetap berdiri tidak goyah dan bisa sampai ke sekolah. 
Selama perjalanan saya mendengarkan tentang kebudayaan yang diajukan oleh Ki Hajar Dewantara tentang bagaimana kebudayaan Indonesia pada saat terjadi polemi kebudayaan di tahun 1935 menentang idenya Sutan takdir Ali sabana, yang membayangkan bagaimana kebudayaan Indonesia ke depan yang dilihat dari kacamata ke barat-baratan. 

Ah saya tiba di sekolah saya bertemu dengan ibu Nining, parino, dan Pak Norman mereka adalah struktur organisasi di sekolah yang baru, mereka berjabatan sebagai wakil kepala sekolah di bidang kurikulum, kesiswaan, dan humas kecuali Pak Iwan tidak ikut hadir dia ada di sarpras. 
Pada obrolan ini bun ini menyampaikan perihal perannya di kesiswaan sebelumnya dan menyampaikan hal-hal terkait dengan perencanaannya untuk di bidang kurikulum, demikian juga Pak Rino dan Norman. 
Setelah kepala sekolah datang akhirnya dihubungkanlah kegiatan ini dengan program kepala sekolah yaitu 6 pilar yang dikembangkan oleh Kepala Sekolah. 
Hal yang perlu dikuatkan adalah penerapan pembelajaran mendalam yang dikaitkan dengan TK A, kemudian bagaimana mengajar yang menerapkan langkah-langkah memahami mengaplikasi merefleksi, kemudian bagaimana guru wali itu bisa bertugas tanpa berebutan tanggung jawab dengan wali kelas dan para tim yang ada di anggota kesiswaan. 
Pak Rino menyarankan agar ada tupoksi yang jelas untuk setiap tugas tambahan para guru di sekolah aku masih ingat tidak terjadi pekerjaan yang tumpang tindih diantara setiap peran tersebut.

Sunday, June 28, 2026

Mengisi laporan IKI

 

Dengan sangat penuh hati-hati saya mengisi laporan iki bulanan yang informasinya diberitahukan oleh Bapak Dede dari KCD 6. Alasan saya menggunakan kata hati-hati karena ini merupakan pengisian yang berada pada 2 tahun terakhir sebelum saya pensiun titik pengisian ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk nanti SKP yang diajukan sebagai syarat pensiun. 

Untuk isi bulan ini yang dikerjakan terkait dengan 8 SMP, Saya melaksanakan pemantauan serta monitoring dan evaluasi yang mendapatkan surat perintah dari kepala sekolah diantaranya adalah standar penilaian, standar penilaian itu dilaksanakan dalam bentuk penilaian sumatif akhir tahun. Pada nilai semua tipe akhir tahun hal yang masih perlu ditingkatkan adalah bagaimana guru-guru menyisipkan soal-soal dalam bentuk TKA ke dalam soal akhir tahun. Kemudian masih perlu banyak latihan bagi para guru untuk menyusun indikator soal yang menguji kemampuan kompetensi. 
Untuk penjaminan mutu satuan pendidikan melalui rapor pendidikan, yang saya lakukan adalah melakukan analisis terhadap rapor pernikahan sehingga dapat terlihat apakah rapor satu sekolah itu berada dalam posisi sedang, baik, kurang kemudian secara capaiannya apakah naik, turun, atau stabil dalam waktu 3 tahun terakhir. 
Kau datang sekolah menunjukkan belum stabil masih banyak yang naik turun sehingga sekolah tersebut belum mendapatkan penghargaan berupa Boss kinerja.

Friday, June 26, 2026

Whiteboard

Refleksi fi Baitul Ilmi menggunakan whiteboard. Ternyata halamannya luas, bisa digunakan puluhan orang sekaligus.
Saya sendiri memanfaatkan kondisi ini untuk menyelipkan kegiatan pemetaan mutu.
Rame berita rotasi dan promosi Kepala cabang Dinas dan Kasubag termasuk Pa Hadyan ketua MKPS Peovinsi jadi Kasubag. 
Selamat dan semoga pada tempat tugasnya yang baru dapat memberikan warna baru pada dunia pendidikan.

Yang saya bayangkan malah, "orang harus mengubah sikap ketika berhadapan dengannya sebagai dampak dari perubahan jabatan yang kini dipegangnya. Kalau tidak mengubah cara bersikap, dipandang tidak sopan. Beda dengan di Amérika, mau kamu seorang supir, seorang profesor, seorang kasubag, seorang presiden, dipanggil sama you".
Dayana melukis Michael. Bagi saya, seorang pelukis manusia yang paling mengagumkan. Dia mampu menangkap wajah dan kita bisa sepakat itu wajah Michael. Padahal wajah satu orang ke orang lainnya sama sekali berbeda. Tapi itu bisa ditangkap dengan goresan lukisnya. Saya bermimpi bisa melukis, tapi itu tentu saja akan tetap jadi Mimpi. Saya tidak berbakat.
ada foto dari waktu ke Australia. Ga kenal sih
My daughter is in her chaotic time. Perki meminta dia membantu nyablon, bungkus hadiah, padahal katanya bukan tanggung jawabnya. Tapi jadi bebannya karena dia merasa harus ada yang mengerjakan. Minta bantuan sama D, tapi cenah itu juga tidak menggembirakan, D hanya bantu menelepon, tidak sampai tuntas. 
Kondisi makin buruk karena tidak ada uang talangan untuk menyelesaikan semua pekerjaan Perki tersebut. Atuh indungna dag deg dog néangan duit. Magrib -magrib ngulibek kurah koreh neangan duit sok sieun anak katalangsara di nagara deungeun. Aya piduiteun ti bapana tina bibit kentang, hanjakal nu meuli méré harga satengahna. 


Thursday, June 25, 2026

Kejadian hari ini

Labu siam yang dibawa dari Garut, karena terlalu banyak dibagi-bagikan kepada tetangga melalui Pak Agus. 

di grup WA pengawas Jawa Barat berseliweran informasi tentang rotasi kepala cabang dinas. Ibu Santi termasuk yang terkena rotasi ke Garut, ada berita pengangkatan kasubag yaitu Pak Hadian ketua korwas profesi Jawa Barat menjadi kasubag. 
Dan berita lainnya tentang rotasi yang mungkin untuk saya tidak terlalu penting. 

mangga kecil-kecil yang diberikan dari uaeb, diolah menjadi makanan seperti di atas, mangganya sudah matang jadi manis-manis. 
pada aplikasi absen muncul informasi tentang tawaran kerja ke Rusia. Tapi anehnya semuanya untuk perempuan termasuk yang menjadi driver. Ketika My San bertanya untuk mengikuti, mereka mengatakan itu untuk perempuan saja termasuk untuk driver harus perempuan.
kemarin telur itu dimasak dengan pete yang dikasih dari wa eBe.

Integrasi BPMP dengan TKA

Untuk mengintegrasikan buku panduan mata pelajaran dengan TKA pada bagian asesment para guru perlu melakukan hal-hal berikut. 
Kenali dulu isi buku panduan mata pelajaran, yang di dalamnya ada penjelasan mengenai capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran. 
Selain itu juga dimuat materi esensial yang dilanjutkan dengan langkah-langkah pembelajaran memahami, mengaplikasi dan merefleksi. 
Setiap mata pelajaran memiliki cara penyajian yang berbeda-beda walaupun secara template kurang lebih sama. 
Sebagai contoh pada mata pelajaran geografi untuk CP TPA TP tidak ada masalah tetapi untuk langkah-langkah pembelajaran pada bagian memahami itu tidak muncul, tetapi muncul pada bagian mengaplikasi dengan lengkap, dan untuk refleksi itu harus dibuat sendiri oleh guru. 

Untuk mengintegrasikan dengan TKA maka soal pada bagian assessment somative itu harus menggunakan soal TK A untuk mengenalkan murid pada jenis dan cakupan materi yang ada pada TKA. Inspirasi dari Pak Adnan, guru fisika, dia mengatakan bahwa soal-soal TK itu senada dengan soal-soal yang dia peroleh ketika dia di perguruan tinggi titik jadi ini bisa jadi inspirasi bahwa soal-soal yang mereka peroleh di perguruan tinggi pada saat guru tersebut kuliah, dapat digunakan sebagai soal-soal TKA. Menurut Pak Adnan untuk soal olimpiade OSN itu tidak sesuai karena kalau OSN itu fokusnya pada pendalaman mata pelajaran khusus untuk mengetahui tingkat penguasaan materi tersebut, tidak pada kemampuan akademik yang layak dimiliki oleh siswa SMA. 

Untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, pada alur tujuan pembelajarannya, harus dimodifikasi dengan cara menambahkan materi ajar atau materi esensialnya sehingga nanti dapat disusun PP yang sesuai dengan kebutuhan. 


Wednesday, June 24, 2026

Penutupan Bimtek

bersama tim Cianjur, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA.
Foto hari pertama 
Bu Dini saat penutupan 
presentasi kelas c
presentasi kelas b. Me.
ngariung

kaliki

Tuesday, June 23, 2026

Protas, Peta Mutu, Calon SPMI

Narasumber lbu Dini, lbu Erni 
1. Progres unduh dan log in RP di semua jenjang dan kab/kota masih belum tuntas
2. Program prioritas: Revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran spmb wajib belajar 13 tahun, gerakan 7 kebingungan yang sehat mbg pembelajaran dan penilaian 5 spmb dan tempat terintegrasi. 

Digitalisasi Pembelajaran 
Kedua memanfaatkan rumah pendidikan yang ketiga melakukan pengolahan peralatan dan indikator yang ketiga itu ada banyak sampai kg ada 7 gitu ya dari mulai menginventarisasi kemudian melakukan manajemen pemeliharaan penyimpanan pelatihan penyusunan bahan dan evaluasi terus yang keempat adalah melaporkan jadi melaporkan dana bosp untuk digitalisasi dan yang terakhir melakukan penimbasan hasil bimtek.

Spmb
Surat edarannya termasuk bisnisnya lanjut ini prinsip umumnya ya bahwa setiap tahapnya transparan akuntabel kemudian anak mendapatkan layanan pendidikan sesuai ketentuan perundang-undangan pelibatan sandi swasta dan penghitungan daya tampung rumah atas karyawannya Bapak ibunya 
Ini termasuk juga bapak dan ibu ada daya tampung yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Kemudian ini presentase sebuah daftar jalurnya ini kita sudah masuk ke hasil tes kemampuan akademik nah ini peran pengawasnya peran pengawas dari mulai perencanaan ya di perencanaan apa membimbing sekolah menganalisis daya tampung memang sudah semuanya kemudian memfasilitasi sekolah menyusun daya tampung dan memonitor keterpaduan data spmb di pelaksanaan memastikan melaksanakan spmb transparan mendampingi KS dalam memahami beberapa jenis memonitor keterpaduan data SPSS kemudian refleksinya memeriksa kesesuaian daya tampung dan hasil refleksinya digunakan untuk pendampingan berikutnya.

Peran PS dalam pengelolaan Dapodik 
Data itu sesuai kalender dan pedoman mendorong sekolah melakukan perpal kemudian untuk fasilitasi dan supervisi kualitas menjadi fasilitas dan memastikan datanya berasal dari Dapodik.

Wajar 13 tahun 
Penanganan ATS bukan itu ya ATS itu anak usia sekolah yang tidak sekolah ya di tahun 2005 dari mulai koordinasi analisis daya dan lain-lain jadi banyak sekali yang sudah dilakukan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan daerah juga masing-masing beda ya bapak ibu ya misalnya dari satu dari provinsi atau dari kabupaten kota lain-lain pelibatannya jadi untuk menangani ini kan yang diberikan sudah melibatkan dinas mana saja Bapak ini masih Dinas sosial apalagi disdukcapil dan desa.
Àc

Jabar Beraksi

https://jabarberaksi.bbpmpjabar.kemendikdasmen.go.id/
Untuk sementara dapat menggunakan dulu akun Dami dengan nomor 12345678 2024111005 pilih pengawas 

Materi 3.
Kebijakan PMP dan Sekolah Percontohan SPMI
Narasumber: lbu Alya Mauritza Fitriani, Setditjen Pauddikdasmen, Senayan, terbiasa menyusun SPMI
Moderator Bpk Wawan
-----
1. Peran Strategis Pengawas dan Esensi Mutu Pendidikan
Konsep penjaminan mutu pendidikan saat ini didasarkan pada satu misi utama yang kami susun di pusat, yaitu penempatan pengawas sebagai peran yang sangat penting bagi satuan pendidikan. Pengawas tidak hanya bertugas untuk mendampingi, tetapi juga mengsupervisi satuan pendidikan tersebut. Artinya, pengawas membantu satuan pendidikan menjadi problem solver (pemecah masalah).
Jika satuan pendidikan mengalami kendala tertentu, harapannya mereka dapat berkonsultasi kepada pengawas dan pengawas mampu memberikan solusi yang konkret. Selain menyelesaikan permasalahan yang ada di lapangan, pengawas juga berfungsi sebagai penghubung antara regulasi kebijakan pusat dengan implementasi di tingkat satuan pendidikan.
Pendidikan bermutu merupakan hak setiap warga negara. Oleh karena itu, standar pendidikan perlu ditetapkan dan kualitasnya harus dijaga dengan baik hingga ke tingkat satuan pendidikan.
Jika melihat dimensi di bawahnya—mulai dari proses pembelajaran, sarana prasarana (sarpras), hingga kompetensi guru—ternyata masih terdapat kesenjangan (gap). Hambatan-hambatan tersebut membuat proses pembelajaran belum terlaksana secara optimal dan sumber daya manusia (SDM) guru masih memerlukan perbaikan. Berdasarkan kondisi ini, kita melihat bahwa aspek yang perlu dibenahi tidak hanya pada output (hasil)-nya saja, melainkan juga pada level proses serta input-nya, yaitu guru dan sarana prasarana.
Dalam hal ini, komitmen dari satuan pendidikan (satdik) dan pemerintah daerah (pemda) menjadi kunci utama. Saat ini, komitmen dari satuan pendidikan sudah mulai terlihat, namun secara statistik capaiannya belum merata atau belum signifikan.
2. Mekanisme PMP: Sinergi SPMI dan SPME
Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) adalah sebuah mekanisme untuk memastikan bahwa seluruh proses peningkatan mutu telah terstandardisasi, yang nantinya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan secara makro. Tujuan akhirnya adalah terbentuknya budaya mutu.
PMP terbagi menjadi dua jalur, yaitu internal dan eksternal. Kita sebagai eksekutor kebijakan—baik di tingkat pusat maupun daerah—akan lebih banyak terlibat dalam SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). SPMI ini dilaksanakan langsung oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah. Sementara itu, untuk SPME (Sistem Penjaminan Mutu Eksternal), saat ini dilaksanakan oleh badan yang menangani standar dan akreditasi (seperti BAN-PDM), karena mekanismenya berkaitan erat dengan pelaksanaan akreditasi.
Untuk mewujudkan upaya peningkatan mutu yang berkelanjutan, kita membutuhkan satuan pendidikan yang bekerja dengan benar, didukung oleh para pemangku kepentingan (stakeholders) di luar sekolah yang bergerak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Perubahan ini harus dimulai dari titik tengah, yaitu sekolah.
3. Lima Siklus Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
Bapak dan Ibu mungkin banyak mempertanyakan terkait 5 siklus SPMI ini, karena regulasinya saat ini masih dalam tahap penyusunan Peraturan Menteri (Permen). Namun, bagi Bapak/Ibu di BBPMP, detail siklus ini pasti sudah dikaji secara lebih mendalam melalui naskah akademik yang ada.
Sebagai latar belakang, kami di Direktorat Jenderal Paud, Dikdas, dan Dikmen (Ditjen PDM) bertanggung jawab terhadap implementasi penjaminan mutu. Pada tahun 2025 lalu, ketika ada arahan untuk menerapkan kembali penjaminan mutu pendidikan, kami mencoba menguraikan esensi dari SPMI secara spesifik dan merumuskan kontribusi apa yang bisa kita berikan agar satuan pendidikan memiliki budaya mutu yang berkelanjutan.
Dari sanalah lahir konsep 5 tahapan siklus SPMI, yaitu:
Penetapan standar mutu
Pemetaan mutu
Penyusunan rencana peningkatan mutu
Pelaksanaan pemenuhan mutu
Pemantauan dan evaluasi
Di lapangan, Anda mungkin akan menemui beberapa versi SPMI. Ada yang menggunakan versi 5 tahapan seperti yang saya paparkan, dan ada pula yang menggunakan 6 tahapan (dengan menambahkan tahap pengendalian). Namun pada prinsipnya, substansi keduanya sama. Perbedaan mendasarnya hanya terletak pada poin pertama, yaitu penetapan standar mutu.
4. Alur Implementasi dan Pemanfaatan Rapor Pendidikan
Pada tahap Penetapan Standar Mutu, sekolah menentukan target yang ingin dicapai. Misalnya, apakah targetnya adalah mencetak siswa berprestasi dalam jumlah tertentu, atau meloloskan perwakilan olimpiade hingga ke tingkat Olimpiade Sains Nasional (OSN). Target-target tersebut kemudian harus diturunkan dan disesuaikan dengan hasil analisis kondisi satuan pendidikan saat itu.
Langkah ini berhubungan langsung dengan tahap kedua, yaitu Pemetaan Mutu. Pada tahap ini, kita melihat capaian riil satuan pendidikan saat ini melalui instrumen Rapor Pendidikan. Di sini kita menganalisis capaian literasi, numerasi, karakter, serta capaian hasil belajar lainnya untuk memetakan aspek apa saja yang masih kurang.
Contoh Kasus:
Sebuah SMA memasang standar bahwa 80% lulusannya harus masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Untuk mencapainya, sekolah harus melihat data capaian literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran pada Rapor Pendidikan di tahap kedua ini.
Jika hasil pemetaan menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa masih rendah, maka langkah selanjutnya adalah melakukan refleksi bersama untuk mengevaluasi aspek yang perlu diperbaiki. Sekolah dapat memeriksa indikator yang lebih spesifik pada Rapor Pendidikan, seperti indikator kualitas proses pembelajaran, untuk menemukan akar masalahnya.
Setelah fokus perbaikan ditemukan, sekolah masuk ke tahap ketiga, yaitu Perencanaan. Di tahap ini, sekolah merumuskan program atau solusi konkret berdasarkan kesenjangan (gap) yang ditemukan.
Selanjutnya adalah tahap keempat, yaitu Pelaksanaan. Program yang telah direncanakan mulai diimplementasikan. Misalnya, jika hasil analisis menunjukkan pembelajaran matematika belum interaktif, sekolah dapat mencari alternatif metode pembelajaran yang tidak hanya terpaku pada buku teks (textbook-oriented), atau melakukan pengadaan sarana penunjang agar siswa dapat memahami materi dengan lebih baik.
Setelah program berjalan, dilakukan tahap kelima yaitu Pemantauan dan Evaluasi untuk menguji efektivitas solusi tersebut—apakah sudah mampu membuat siswa lebih menikmati pelajaran matematika atau belum.
Terkait instrumennya, muncul pertanyaan: "Apakah harus menggunakan Rapor Pendidikan?" Kami tetap merekomendasikan Rapor Pendidikan sebagai sumber data utama dalam pemetaan mutu. Hal ini karena Rapor Pendidikan menganalisis berbagai indikator komprehensif yang sering kali tidak kita sadari.
Kami memahami bahwa dalam beberapa forum di pemerintah daerah, sering muncul keluhan bahwa data Rapor Pendidikan dirasa kurang akurat atau berbeda dengan realitas di lapangan. Namun, kita perlu mengakui bahwa Rapor Pendidikan menyediakan struktur indikator yang kaya untuk mengukur kualitas pembelajaran. Sebagai win-win solution, kami mendorong Bapak dan Ibu untuk tetap menjadikan Rapor Pendidikan sebagai acuan utama, dengan tetap membuka ruang bagi penggunaan data pendukung lainnya yang relevan.
5. Perbedaan PBD dan PMP, serta Pentingnya Kerja Kolektif
Salah satu perbedaan utama antara Perencanaan Berbasis Data (PBD) dengan Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) adalah bahwa dalam PMP, Standar Nasional Pendidikan (SNP) dipegang teguh sebagai kompas utama dalam peningkatan mutu.
Selama ini, satuan pendidikan memang memiliki dokumen fisik terkait delapan standar pendidikan (seperti standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan/PTK, standar sarpras, dll). Namun, dokumen-dokumen tersebut sering kali hanya dihimpun untuk memenuhi kelengkapan administratif belaka, tanpa benar-benar dimaknai sebagai standar mutu yang harus dicapai. Melalui PMP ini, kita ingin mengembalikan "ruh" SNP ke satuan pendidikan agar dokumen tersebut tidak sekadar menjadi pemenuhan formalitas (compliance), melainkan digunakan sebagai dasar peningkatan mutu di masing-masing satuan pendidikan.
Keberhasilan program penjaminan mutu ini tidak dapat dicapai jika kita bergerak sendiri-sendiri; orientasinya harus bersifat kolektif. Proses ini melibatkan Kemendikbudristek selaku pengembang sistem dan penanggung jawab peningkatan berkelanjutan, UPT (BBPMP/BPMP), pemerintah daerah, serta satuan pendidikan.
Di sinilah peran Bapak dan Ibu (pengawas dan penilik) menjadi sangat krusial sebagai jembatan di level pemerintah daerah untuk mendampingi dan mensupervisi sekolah. Sementara Kemendikbudristek berfokus pada pengembangan sistem, implementasi teknis dan peningkatan mutu berkelanjutan di lapangan berada di tangan Bapak/Ibu di UPT, pengawas, penilik, serta satuan pendidikan itu sendiri.
6. Realitas Tantangan Budaya Mutu di Sekolah
Tahapan-tahapan dalam SPMI ini dirumuskan berdasarkan hasil evaluasi terhadap perilaku dan kebiasaan yang selama ini sering terjadi di sekolah. Melalui pemetaan ini, kita dapat membandingkan pola kebiasaan lama dengan pola perilaku baru yang kita harapkan.
Pada tahap Penetapan Standar, salah satu masalah klasik yang sering saya temui saat turun ke lapangan adalah sekolah tidak memiliki tujuan atau acuan yang jelas dalam peningkatan mutu. Ketika pihak sekolah ditanya mengenai target standar yang ingin dicapai atau bagaimana cara merumuskannya, mereka sering kali bingung membedakan antara standar mutu dengan visi-misi sekolah. Bahkan, dalam sebuah kunjungan, ketika saya bertanya seberapa sering visi-misi tersebut diperbarui, salah seorang Kepala Sekolah menjawab, "Saya juga lupa, Mbak, yang membuat visi-misi itu siapa."
Fenomena inilah yang menegaskan pentingnya penerapan SPMI agar setiap sekolah memiliki arah dan target mutu yang jelas serta terukur

Monday, June 22, 2026

Pemanfaatan Rapor Pendidikan

Narasumber Bpk Hermanto
The Jayakarta Suit, Dago, Bandung 
16.15, Senin, 24 Juni 2026
Rapor Pendidikan (RP) merupakan alat check up 

RP menyajikan data kondisi mutu pendidikan di tingkat nasional daerah dan bantuan pendidikan serta menjadi indikator kinerja di rpjpn, rpjmn dan SPM pendidikan. 

Perubahan pada RP, penyebutan berdasarkan tahun, penambahan indikator 7KAIH, kesiapsiagaan bencana & perubahan iklim, ketersediaan buku pendidikan, untuk Dasmen E7 indeks fasilitas satuan pendidikan 

Peran PS
1. Mitra transformasi masih sekolah 
2. pendampingan asimetris ke sekolah 
3. supervisi keberlanjutan 
4. mengawal peningkatan mutu di sekolah

Tahapan 
1. Menetapkan ( standar mutu)
2. Menetapkan 
3. Merencanakan 
4. Melaksanakan 
5. Mengevaluasi 
6. Mengendalikan 



Sunday, June 14, 2026

My Father's Dragon

Elmer dan ibunya terpaksa pindah rumah ke tempat baru. 
Dalam kondisi serba sulit, ibunya Elmer mendapatkan masalah besar, uang habis, sewa rumah berar, pekerjaan tidak ada. Karena emosi, ibunya marah pada Elmer yang kepergok membawa kucing ke rumah. Padahal tidak boleh membawa binatang peliharaan.
Elmer lari dari rumah dengan niat akan mencari uang. Ternyata kucing ituu bisa bicara. Dia menyuruh Elmer menolong Naga yang ada di sebuah pulau kecil. Dibantu seekor ikan paus, Elmer bisa sampai di pulau kecil. 
Di pulau kecil itu Elmer mendapati seekor dragon yang diikat ke segala penjuru agar bisa mengangkat sebuah pulau. Dragon itu kelelahan. Sementara Monkey, pemimpin di pulau itu, tidak mau tahu, Dragon harus mengangkat pulau, agar mereka tidak tenggelam.
Pada saat Elmer datang, Elmer melepaskan tali Dragon dan berusaha melarikan diri. Tapi Dragon tidka bsia terbang dan tidak menyemburkan api. 

Saturday, June 13, 2026

Pelepasan Lulusan Angkatan ke-1 SMA IT Baitul Ilmi

Suasana pelepasan yang terasa khidmat dengan nuansa keislaman dan takzim pada saudara seislam di Palestina.
TKA rata-rata untuk SMP angkatan ke-9  b.indonesia dan Matematika di atas rerata nasional. 
Mutkin sekali duduk, 3 juz.
Rerata 11,3 juz
10 orang hafal 30 juz
Kepala SMP Baitul llmi
 Prestasi dalam dan luar sekolah dicapai oleh setiap murid 
Lulusan 13 orang, 7 lulus UTBK,  masih ada 5 orang sedang ikut seleksi mandiri.
Rerata hafalan, 15 juz.
Kepala SMA IT Baitul Ilmi 

asa ningal keureut suharto

Thursday, June 11, 2026

Ketika Sedang Turun

Semangat hidup dan bertahan hidup, kadang naik kadang turun. 
Saat ini, untuk saya, sedang turun. Serba enggan. Termasuk enggan menjadi perempuan.
Loh kok bisa?
Iya, enggan menjadi perempuan yang secara sosial dibebani "perempuan itu begini, perempuan itu tidak boleh begitu." Kenapaa seberat itu? Contoh. Perempuan itu ya harus hamil, harus ngurus anak, harus, harus, hsrus. 
Tubuh perempuan kan milik dirinya sendiri, kenapa diatur oleh harus ini, harus itu. Kalau dia tidak mau punya anak, misalnya. Kan itu tubuhnya dia. Kemerdekaan atas tubuhnya jadi hilang. 
Belum lagi kalau punya anak, harus ngurus anak. Mulai dari kehamilan, melahirkan, menyusui, memberi makan, menyekolahkan, semua harus oleh perempuan. 
Malam hari, siang hari, senja, subuh, harus jaga anak, padahal perempuan juga bekerja untuk membantu menafkahi keluarga. Tidak ada hari libur, tidak ada jeda. Pulang kerja dengan keringat masih belum kering, harus nyuci piring, kalau tidak perempuan yang nyuci, itu piring sampai jamuran, tidak akan pernah pindah tempat.
Itukah fungsi perempuan di dalam keluarga, di dalam masyarakat, di dalam negara? 
Kalau keluarga dalam kesusahan, perempuanlah yang dijual. Dijual dalam arti ditukar dengan uang. Kejadian yang masih terjadi sampai saat ini. Penjualan yang masih dilakukan di lran, kalau bapaknya tidak bekerja, tidak bisa makan, tapi punya anak perempuan, maka anak perempuan itulah penolongnya, dia dijual. Kalau suami tidak punya pekerjaan, tidak bisa makan, maka dijualah tubuh keperempuanan istrinya di bawah ancaman suaminya.
Pikiran saya ini mungkin dianggap sebuah dosa. Dosa karena enggan melaksanakan peran perempuan yang tidak seimbang. Di negeri yang patriarki, kata ulama Fahrudin Faiz. Kisah-kisah dalam keagamaan, sengaja dibuat agar perempuan tunduk, agar tidak merdeka. Sampai-sampai ada kisah bualan yang berlebihan, "Andai manusia boleh bersujud, maka perempuan harus sujud pada suaminya". Perbudakan yang dibungkus agama. Contoh lain lagi. "Kisah seorang perempuan yang taat, yaitu yang tidak keluar rumah tanpa ijin suaminya. Alkisah bapaknya si perempuan itu sakit. Tapi tidak bisa nengok karena tidak ada izin suami. Termenyakitkan, ayahnya meninggal pun tidak bisa ditengok karena tak ada izin suami. Untuk menyenangkan hati si perempuan yang malang tadi, diiming-imingi surga. Surgalah bagian perempuan yang tidak menengok bapaknya meninggal karena taat pada suami".
Banyak kisahan yang sengaja dibuat agar perempuan tetap menjadi anggota masyarakat nomor dua. 

Wednesday, June 10, 2026

Mulai dari Sekarang

Mulai dari hal kecil, mulai dari diri, mulai sekarang.
Himbauan itu mudah diucapkan, tapi susah dilaksanakan.


Tuesday, June 9, 2026

Belajar Tidak Ngapa-ngapain

Pada masa sebelum ada HP, internet, listrik, ada kegiatan "tidak melakukan apa-apa."

Sekarang pernyataan di atas akan digunakan untuk individu yang "setiap hari punya kegiatan, terjadwal dari Senin sampai Jumat", menjadi "tidak ada kegiatan terjadwal dari Senin sampai Jumat".

Terdengar mengerikan shifting dari "ada" menjadi "tidak ada".

Jangan melihatnya sebagai sesuatu yang mengerikan, itulah keteraturan dalam kehidupan. Hidup-mati, siang-malam, ada-tidak ada.

Nah, dari ada menjadi tidak ada inilah yang harus dipatuhi dulu sebagai aturan main dalam kehidupan. Walaupun misalnya kita ingin sekali bertahan pada usia 30 tahun, dalam arti kesehatan mental, kekencangan kulit, kekuatan fisik, kecepatan bergerak.

Namun. secara keteraturan hidup, usia 30 tahun hanya berlangsung satu tahun. Kita tidak bisa mundur ke tahun 25 atau maju ke tahun 50 dari usia kita. Kita harus taat dan setia pada keteraturan itu.

Dari ada menjadi tidak ada pun merupakan keteraturan hidup. Setiap orang harus secara perlahan-lahan menyiapkan diri untuk itu. Kenapa harus menyiapkan diri? 

Tubuh kita akan kaget, mungkin bisa dibilang shock, demgan kondisi yang baru. Biasanya kita memiliki rutin, tiba-tiba rutin itu tidak berlaku. 
Solusi yang pertama untuk kejanggalan hidup yang harus diterima ini adalah "belajar tidak melakukan apa-apa".
Bagaimana caranya supaya bisa tidak melakukan apa-apa tetapi tidak jadi masalah?
Mulai dengan duduk. Perhatikan segala hal yang ada di sekitar kita. Lakukan pengamatan. Setiap benda memberikan informasi. Dengarkan informasi yang disampaikan setiap benda.
Bergeraklah sesuai informasi yang disampaikan benda tersebut. Misalnya, saya sudah lama tidak disentuh, debu memenuhi seluruh tubuh saya. 
Jika ada bisa mendengar yang disampaikan benda. Maka anda mendapatkan perubahan dari tidak mengejakan apa-apa jadi mengerjakan sesuatu.

Good luck


Monday, June 8, 2026

Manajemen ijazah

SMAN 1 Cibeber melaporkan NIN belum keluar 
Dilaporkan ke Bu Nina KCD
Dicek di Bandung.
Kesimpulan: belum mengajukan SPTJM 

Bu Tika 
PIP sudah cair: SMA Pasundan 1 Cianjur, SMA PGRI Cipanas, SMA Adyatama.

Penutupan sekolah Maung
Beredar video di grup PS 'orangtua marah-marah karena ada ketidakpuasan, mungkin'

Mengirim WA ke Pa KS SMAN 1 Bojongpicung, ternyata sakit katanya.
So, no school visit.


Friday, June 5, 2026

Pembinaan Rutin Juni

Kegiatan Pembinaan untuk bulan Juni ini sebelumnya tidak terpikirkan akan banyak yang harus disampaikan, tetapi setelah dikumpulkan, banyak sekali hal-hal yang harus ditindaklanjuti.
 
Penyampaian kegiatan secara daring ini dimulai pada pukul 13.00.  saya membuka Google Map mulai pukul 12.45, dan saya lihat Kepala SMA PGRI Cipanas dengan Pak dah ya sudah masuk sejak awal.
Setelah sekitar 20 orang yang hadir Maka selanjutnya saya memulai acara.

Yang pertama terkait dengan pcmb. Karena sudah beredar monitoring dan evaluasi untuk pcmb, maka itu menjadi poin pertama yang disampaikan bahwa ada pcmb untuk sekolah negeri dengan jadwal diserahkan kepada sekolah itu sendiri mau kapan. Penyerahan tanggal kepada sekolah untuk memastikan bahwa sekolah memang siap untuk dilakukan monev. 
Instrumen untuk PCMB sudah disepakati menggunakan instrumen yang dimodifikasi dari pcmb tingkat provinsi.

Yang kedua terkait dengan penilaian sumatif akhir tahun.  diharapkan agar sekolah menyusun pos untuk memastikan bahwa apa yang mereka laksanakan itu sesuai dengan target-target yang direncanakan di awal. Berdasarkan laporan ada beberapa sekolah yang melaksanakan PSAT lebih awal dari jadwal yang seharusnya dengan pertimbangan keterbatasan guru dan yang lainnya sehingga pelaksanaan lebih awal. 
Untuk penilaian sumatif air tahun, instrumen menggunakan yang tahun sebelumnya dengan cara dimodifikasi dari psaj tetapi diganti kelasnya menjadi kelas 10 dan kelas 11. 

Selain penilaian sumatif akhir tahun, dijelaskan juga terkait dengan kenaikan kelas. Untuk kenaikan kelas diingatkan bagi sekolah yang memiliki kurikulumnya pembelajaran mendalam atau kurikulum Merdeka maka pemilihan mata pelajaran harus sudah selesai dan para murid sudah tahu ketika masuk tahun ajaran sudah berada di kelas apa. 
Teknisnya adalah dengan menyediakan minimal 7 mata pelajaran, pilihan jumlah pelajaran bisa 20, 22, atau 25. Dan pertimbangkan kebutuhan pemenuhan jam mengejar guru ketika mata pelajaran pilihan ini ditawarkan. 

Yang berikutnya adalah terkait dengan ijazah. 
Sesuai dengan yang disampaikan di edaran bahwa ijazah itu muncul setelah sptjm di setujui oleh dinas oleh dinas, maka muncul nomor induk nasional. Dari nomor induk nasional akan muncul selama paling lambat 3 hari. setelah itu bisa diunduh sebagai draft untuk ijazah.  jika ijazah setelah nomor induk nasional muncul setelah 3 hari ternyata jatuh pada hari libur maka titimangsa digeserkan ke hari berikutnya, yaitu hari yang efektif. 
Informasi tambahan yang saya sampaikan adalah terkait dengan tanda tangan basah walaupun dari kementerian tidak ada ketentuan datang warna tinta tetapi di peraturan daerah berdasarkan Pergub nomor 30 tahun 2018 ada pada bab kelima terkait tentang penggunaan warna tinta untuk di naskah formal. Pada dokumen tersebut disebutkan bahwa warna tinta hitam itu untuk dokumen yang formal, sedangkan warna biru tua itu untuk paraf di naskah formal. 
Penandatanganan ijazah bukan hal yang baru, jadi jika para kepala sekolah atau tim itu tidak meminta pendapat saya untuk tanda tangan, saya bisa paham karena itu bukan hal baru.

Poin ke-4 yang dijelaskan itu terkait dengan kurikulum satuan pendidikan. Saya menyampaikan bahwa kurikulum satuan pendidikan templatenya sudah bisa diunduh tetapi dengan catatan tidak untuk disebarkan ke sekolah lain.

Poin penting pada KSP yang tahun sekarang adalah fokus pada penerapan pembelajaran bendera dan dirapihkan untuk seluruh bagian mulai dari intrakurikuler. Untuk kokurikuler lebih banyak perbaikan dimulai dari memasukkan tim kerja, analisis satuan pendidikan dan dengan demikian amat sangat berbeda jauh dengan yang tahun-tahun sebelumnya. 

Selain itu juga pada KSP harus disampaikan bahwa untuk Jawa Barat mengintegrasikan nilai inti Panca waluya di intrakurikuler, kokurikuler dan juga ekstra kurikuler.
Pada saat menjelaskan Saya tidak tahu apakah mereka memperhatikan atau tidak kamu apakah mendengarkan atau tidak, karena ketika saya hentikan kemudian Apakah ada yang mau ditanyakan, tidak ada yang bertanya. Mungkin itu salah satu sisi yang harus dipertimbangkan kalau memberikan materi secara daring, ketika pesertanya menutup kamera, kita tidak tahu apakah mereka ada di balik kamera itu atau mungkin tidak. 

Bagi saya tentu ini memprihatinkan, karena saya sudah berusaha sedemikian rupa untuk memberikan pembinaan tetapi disia-siakan, tapi itulah mungkin bagian dari seninya kegiatan yang dilaksanakan secara daring. Salah satu guru bahkan mengatakan mohon maaf saya mendua begitu katanya.

Saya juga menyampaikan terkait dengan pembelajaran mendalam yang berbasis stem.  tapi hanya sekedar pengenalan saja hal-hal lainnya saya lupa, tapi intinya jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan boleh ditanyakan di luar pertemuan ini atau bisa langsung karena masih punya waktu sekitar 7 menit.

Saya umumkan bahwa daftar hadir dan materi ada di chat GMeet.

Hal yang harus saya perhatikan ke depan adalah jika mengadakan kegiatan secara daring, saya harus meminta para peserta untuk membuka kamera, sehingga saya tahu apa yang mereka kerjakan. Jangan dibiarkan mereka menutup kamera dan sehingga tidak ketahuan.  yang kedua saya harus melakukan tanya jawab, sehingga ada partisipasi dari peserta. jika kegiatan dilakukan sepihak seperti saat ini partisipasi dari peserta sangat kurang. Pertimbangan saya bahwa waktu yang hanya sangat sedikit itu sebaiknya tidak jadi alasan untuk tidak melibatkan peserta untuk berdiskusi di ruang pembinaan. Hanya memang agak sulit untuk di ruang pembina ini karena sifatnya penyampaian informasi bukan forum diskusi sehingga kegiatan pastilah dominan sepihak.

Kemudian saya tutup tak lama kemudian di WA muncul Ibu di mana materinya? Saya merasa terkonfirmasi bahwa mereka yang ada di balik layar itu tidak mendengarkan saya buktinya apa yang saya katakan di akhir tidak mereka ketahui. 

Seperti biasa ada satu sekolah yang harus selalu saya undang secara khusus kehadiran kehadirannya di ruang Zoom. Sekolah yang kemampuan memimpin perubahan dari Kepala sekolahnya sudah berdaya. 
Kemudian diundang juga Wakil Kepala sekolahnya namun ternyata sedang ikut kegiatan lain.

Thursday, June 4, 2026

RSM dan Rutin

Memasuki bulan Juni 2026, susah tidur makin tidak terkendali. Malam kemarin, dada serasa diremas, pukul 1 pagi, memilih bangun dan merebus talas dan telur. Barangkali saja saya lapar. Pukul 3 pagi, selesai merebus, makan talas panas, dan mencoba tidur lagi.

Siang hari, hasil dari pemeriksaan darah sangat mengejutkan. 
Kolesterol dan trigliserida segitu parahnya. Terbersit rasa tidak percaya atas hasil cek darah. Tapi, saya sadar, dengan kondisi insomnia, makan makanan yang tidak sehat, berminyak, wajar jika darah mengatakan kejujuran dampak dari apa yang saya asupkan.
Saya nanya ke Gemini, apa yang harus saya lakukan. Jawabannya tidak jauh dari yang saya duga: "hidup seimbang: makan makanan yang sehat, hindari minyak, olahraga".
Mulai hari ini ke depan, hindari makanan digoreng, terutama digoréng dengan minyak goreng jelantah.

Tadi malam, kondisi susah tidur kembali datang. Saya berusaha menenangkan diri dengan membisikkan ke pikiran saya bahwa saya harus tenang agar jantung saya bekerja tidak melampaui tugasnya. 
Mungkin di atas pukul 12 baru bisa tidur. Terbangun pukul 2.30.
Dan tidak tidur lagi sampai saat saya menulis ini.

Hari ini, kembali saya mengantri di Rumah Sakit. Kini giliran anak saya kontrol. Semua penghuni rumah memiliki kondisi yang masing-masing. Bapak sakit jantung, saya sakit jantung, kakak harus perpanjangan visa, ade masih harus rutin cek rumah sakit. 

Sambil menunggu giliran obat, ngantuk menghampiri. Tapi tidak bisa tidur. Ada orang yang bisa duduk sambil terkantuk-kantuk, saya tidak bisa begitu. 




Wednesday, June 3, 2026

Tuesday, June 2, 2026

Cek Lab

Untuk mendapatkan layanan cek darah di RSUD Sayang Cianjur, pasen harus daftar menggunakan JKN atau online. Pasen lama, diarahkan daftar ulang di bagian belakang. Di sana ada pegawai yang membantu.
Karena saya tidak bisa mendapatkan antrian, kemarin waktu daftar sudah penuh, jadi diberi arahan ke loket 2. Daftar dengan menggunakan KTP dan cek jari. Langsung diminta ke lab. 
Lokasi lab ada di belakang. 
Menggunakan kertas kontrol, antrian diberikan. Sekitar 30 menit langsung dilayani. 
Untuk tensi 134/90, bagus kata ibu nurse.
Saya diberi kertas kecil untuk pengambilan hasil lab nanti pukul 11 atau 12. Tapi hasil lan secara online, sudah langsung diterima dokter.
So, posisi sekarang, saya menunggu hasil cek darah (08.20).

Sesuai arahan dari nurse, saya harus makan. Jadi, ya, cari makanan depan rumah 🏡 sakit yang macamnya, hampir tidak terhitung. Sate, kupat tahu, dim sum, bubur ayam, roti 5 ribuan, goreng jagong, goreng pisang, pokona sagala aya.
Saya memilih makan nasi putih ditambah oreg tahu, telur asin, 1 goreng jagung, tah sakitu téh 15 rebueun. Murah? Entahlah. Dalam kondisi Rupiah mencapai 17.800 terhadap 1 dolar, sepertinya yang saya makan, mahal. 
Anak saya beli jus alpukat, 12 ribu.