Selama kurang lebih enam bulan saya mendapatkan tugas mendampingi sekolah SPMI. Untuk sekolah yang didampingi, saya berbagi kepada pengawas lain. Ini penerapan standar keberadilan dan peluang untuk belajar bagi pengawas baru. Di KCD lain, hanya satu pengawas mengajukan tiga sekolah binaannya. Saya mengajukan 3 sekolah dengan tiga pengawas.
Ada keuntungan tersendiri jika saya tidak berbagi sekolah kepada pengawas lain, yakni kemudahan koordinasi dengan sekolah larena sekolahnya semua binaan saya sendiri. Kedua, tidak repot harus ngajak, ngabarin, ngingetin Pengawas lain, toh semua aktivitas hanya dilakukan saya saja.
Tapi saya tidak memilih itu. Saya akan segera pensiun, harus ada pengawas lain yang menguasai SPMI.
Besok, Selasa, ada pendampingan dari BBPMP untuk memonitor keterlaksanaan pembimbingan dari pengawas ke sekolah. Informasi ini saya sebarkan ke dua pengawas lain yang saya ajak sebagai pembimbing SPMI.
Pada surat disebutkeun bahwa Kepala Sekolah harus melaporkan implementasi SPMI. So, saya meminta KS untuk membuat PPT. Beruntung seklai, sekolah yang saya pilih, KSnya relatif nurut. Dia membuat PPT.
Standar saya muncul untuk urusan PPT. Bukan PPTnya tapi kemampuan PPT untuk menjelaskan implementasi.
Saya berikan masukan bahwa di PPT tidak hanya menyampaikan kegiatan yang sudah dilakukan, tapi juga hasil dari pelaksanaan kegiatan. Hal akhir ini yang tidak muncul di PPT.
Saya mengundang KS dan guru untuk memperlengkap PPT dan jadilah Google Meet setelah isya waktu untuk upgrade isi PPT.
Standar saya diterapkan bagi KS. Menurut saya, cara ini meningkatkan kualitas konten PPT dan mengajarkan pada KS mengenai kemudahan memahamkan orang lain dengan menggunakan PPT.
No comments:
Post a Comment