Saya juga tidak sempat menanyakan seperti apa masa remajanya. Siapa teman sekolahnya. Siapa guru kesukaannya atau pelajaran favoritnya.
Saya juga tidak sempat menanyakan kenapa dia menikah dengan bapakku yang duda beranak tujuh.
Saya mengira saya kenal lbuku. Ternyata, tidak.
Saya tahu ibuku hanya sebagai ibuku saja. Tidak kukenal dia dalam sosok lainnya.
Anakku mungkin akan sama.
Mereka tidak akan mengenalku selain sebagai ibunya. Ibu yang menyediakan sandang, pangan, papan, menyekolahkan. Mereka tidak sempat bertanya apakah masa kecilku bahagia, masa remajaku sempurna, masa rumah tanggaku sakinah. Mereka tidak tahu.
Mereka hanya tahu seperti apa yang kutahu tentang ibuku. "Mengenalnya sedikit, kemudian sebagian besarnya, tidak kenal."
Itulah kisah manusia biasa. Hanya dikenal semasa hidupnya saja. Segera setelah dia meninggal, semua tentangnya ikut terkubur.
No comments:
Post a Comment