Pages

Monday, September 14, 2026

Diblokir

Di aplikasi Jabar Smart ASN, Agustus 2026, tetiba muncul tagihan pajak mobil Ignis.
Tagihan yang hampir merontokkan kekuatan jantungku. 

Sejak Desember 2015 mobil itu dijual, harganya 50 juta, tanpa kuitansi penjualan, tanpa upacara perpisahan. Mobil yang kuberi nama Cuan untuk merepresentasikan tugasnya sebagai pemburu cuan; terpaksa dijual rongsok karena mobilnya terguling di daerah Cipanas oleh anakku. 
Kerusakan 70% kata béngkél. 
Tidak discover asuransi, kata béngkél.
Dijual rongsok aja, kata béngkél.
Ya, jual saja, kataku.

Berpisahlah saya dengan si Cuan dalam perpisahanan yang getir. Saya sangat memerlukan kehadirannya. Terutama cicilannya habis per Agustus. Persis bulan yang seharusnya saya lepas dari nyicil, mobilnya hamcur. Hitungannya jadi seolah saya sewa mobil per bulan 5 jutaan.

Tagihan yang muncul pada aplikasi mengingatkan pada Cuan yang saya coba lupakan dan maafkan.

Saya kembali menelepon béngkél. Kata béngkél, blokir aja Bu. Ibu ga ada urusan dengan pajaknya. 

Kurang yakin, saya nanya teman yang berkarir polisi. Jawabnya, ke Samsat, blokir aja kalau si pembeli ga niat perpanjang STNK. Tapi tanya dulu, jika mau diperpanjang, beri dia waktu. Kalau diblokir, nanti bayarnya jadi lebih mahal.

Perasaan berat yang mengelayut atas dipaksa pisah dengan Cuan terasa masih melingkari jiwa dan badanku. Atas saran béngkél dan polisi, saya ke Samsat dan berakhirlah hubungan saya dengan Cuan secara legal formal. Status kepemilikan Cuan dihapus dari data saya. 
Bye Cuan.
Whatever form you're now, l should say goodbye to you so that new life of yours will be free without my dreams about you lingering. 

No comments:

Post a Comment