Pagi buta sudah dikejutkan oleh isi wa yang mengatakan bahwa wa-nya tidak bisa lagi mengirimkan informasi karena terkena ultimatum dari wa. Dianggap dia telah melakukan kegiatan spamming.
Padahal orang ini ingin mengundang orang-orang atau pengawas dari sekolah-sekolah ke dalam grupnya untuk kegiatan pendampingan penyelia pada hari Senin tanggal 2 November nanti.
Memang beberapa kali muncul informasi di grup penyelia terjadinya pembatasan penggunaan WhatsApp yang di ultimatumkan kepada para pendamping penyelia karena membuat grup WhatsApp, serta menambahkan anggota-anggota WhatsApp mungkin lebih dari yang biasanya dilakukan.
Saya sendiri pun tidak paham mengenai hal ini kecuali setelah melihat ada informasi teman-teman yang terkena spam.
Menariknya lagi kenapa pembuatan WhatsApp ini harus diserahkan kepada para pendamping, padahal sebaiknya langsung saja di serahkan ke sistem nanti secara otomatis kita akan bergabung di sistem tersebut.
Bisa dibayangkan pengawas sekolah yang sudah aki-aki dan nini-nini harus membuat grup WhatsApp sebanyak 8 grup sehingga tentu saja dianggap spam per grup berisi 20 orang.
dari kondisi tersebut berseliweran pula informasi bagaimana cara membuat agar tidak kena spam dan mereka yang terkena spam harus menunggu antara 4 sampai dengan 5 jam.
Sungguh suatu konsekuensi yang harus ditanggung oleh pengawas sekolah yang sebetulnya sangat baik hati. Saya katakan sangat baik hati karena mereka siang malam mencoba mengundang para pengawas untuk bisa datang dan bergabung ke dalam grup yang dibuatnya. Selain itu juga secara telaten mencatat dan melaporkan nama-nama yang tidak memiliki link Zoom sehingga tidak bisa bergabung di zoom yang ditentukan. Namun sejauh ini, tidak ada respon ataupun perubahan terkait link ataupun hal-hal lain Yang dilaporkan di grup provinsi. Isinya hanya selimuran kebingungan laporan, dan tidak ada hal-hal yang menyelesaikan masalah tersebut.
Kemarin memang ada perubahan tetapi perubahan yang membuat kami para pengawas itu merasa terkejut karena harus mengubah semua laporan dengan format baru sejak hari pertama.
Hari ini ada Zoom katanya untuk refleksi terkait kegiatan gelombang 1 dan menyebut kegiatan di gelombang 2 nanti.
semoga saja di gelombang yang kedua secara aplikasi sudah lebih baik, dan secara respons yang diberikan oleh panitia juga lebih baik.
Kabar dari kebun hari ini masih diteruskan pembersihan lahan di tanjakan untuk dijadikan kebun bawang merah. Masalah yang timbul adalah banyaknya ayam yang masuk ke dalam lahan sehingga mengacak-ngacak lahan yang sudah ditaburi pupuk, juga pada bagian sudut perbatasan karena tanahnya tinggi, tanahnya longsor dan sudah ada pergeseran batas tanah.
Al petani yang lain Kang NU menawarkan hasil panennya yang sekarang itu dari penggunaan 5.000 stek mendapatkan 3500 knol.
Ada kabar juga katanya sambil menunggu matahari terbit ngambil kentang kemudian dibakar dan dinikmati sebagai camilan pagi.
No comments:
Post a Comment