Pages

Sunday, October 4, 2026

How to live on earth

            Benedict Cumberbatch 
Bumi tempat kita tinggal merupakan entitas dengan kondisi yang paling tidak menyenangkan. Dan kita, sebagai manusia, menjadi entitas yang tidak bijaksana kepada bumi.

Sebagai contoh inilah perilaku kita pada bumi: tanahnya kita gali, kita siram dengan aspal, kita rendam dengan air pestisida, kita ambil batunya. Bukitnya kita ratakan, kita ubah jadi pemukiman. Airnya kita ambil, kita kitori dengan sampah, kita sedot sampai jauh ke batas wajar kedalaman bumi. Udaranya kita cemari dengan asap kebakaran hutan, asap pembakaran sampah, asap dari kendaraan. Burung-burungnya kita tembaki hanya untuk kesenangan, sarangnya kita ambil hanya untuk iseng. Dan beragam perilaku merugikan bumi yang tidak dapat dijelaskan satu per satu di sini saking banyaknya.
 
Apakah pantas kita disebut homo sapiens "si manusia bijaksana"? Kita cerdas memang, tapi bijaksana? Belum, jika kita menengok bagaimana kita memperlakukan bumi tempat kita tinggal.

Boleh saja berkilah, kalau bumi sudah rusak, kita pindah ke Mars, atau pindah ke Bulan. Hanya, apakah itu realistis?

Bagaimana kalau untuk saat ini, kita coba hidup di bumi dengan bijaksana. Kita belajar bagaimana cara hidup di bumi dengan menyadari bahwa kita manusia, manusia yang menjaga bumi, merawat bumi, mencintai bumi, melindungi bumi, menyelamatkan bukan merusak bumi. Manusia yang punya hati. Jika bumi diibaratkan Ibu Pertiwi, pantaskah kita mencintainya dengan cara menyiramkan minyak panas ke kulitnya?

Pada film How to live on Earth, kita diajak untuk melihat betapa manusia telah melakukan hal yang melampaui batas. Pestisida telah memusnahkan lebah. Akibatnya proses penyerbukan tidak terjadi. Manusia harus menggantikan peran lebah. Bayangkan jika manusia harus melakukan penyerbukan untuk 200 hektare lahan pertanian buah Pear. Pekerjaan yang hampir-hampir tidak terperikan. Boleh membela diri dengan teknologi. Sudah dicoba dengan menggunakan drone. Serbuk sari disebarkan, tapi serbuk sari tidak menyentuh tempat pembuahan setepat lebah. 

So, whoever you are, be wise to Earth 🌎 


No comments:

Post a Comment