Pada pelatihan hari ini para murid dan guru yang berjumlah sebanyak 33 orang semuanya telah memiliki draft tulisan, bahkan ada satu murid yang sudah menunjukkan bahwa tulisannya sudah selesai. Dengan judul batu ditulis oleh murid yang namanya Gusti.
Pelatihan diawali dengan mengajak para murid untuk melihat mereka itu sudah menulis apa dengan cara mengambil kertas pos it warna, kalau mereka mengambil warna merah itu artinya fiksi, hijau artinya non fiksi kemudian pink artinya pengalaman, dan ungu untuk antologi.
Dari kegiatan ini terlihat bahwa rata-rata para murid menulis bentuk fiksi yaitu berupa novel.
Selanjutnya para murid diajak untuk bisa menentukan dari teks yang diberikan itu termasuk jenis fiksi, nonfiksi ataukah tulisan yang dalam bentuk pengalaman atau opini.
Caranya adalah dengan saya membacakan teks, mereka menyimaknya, mereka harus menentukan kenapa teks tersebut termasuk salah satu jenis yang mereka tentukan, dan mereka harus menyebutkan alasannya.
Untuk memperkaya pemahaman mereka mengenai menulis, kegiatan dilanjutkan dengan bagaimana memastikan kepada para murid bahwa untuk menulis itu tidak harus menunggu ide. ide itu bisa didatangkan melalui berbagai cara, misalnya dengan membuat mind map. Teknisnya, di tengah-tengah tuliskan satu kata. dari satu kata tersebut buatkan korelasi dengan 4 kata lainnya. Misalnya di tengah di tengah-tengah ditulis kata operasi plastik selanjutnya dihubungkan dengan 4 kata yaitu Fumi, Rei, Siapa ayahku, Dekonstruksi.
Dari keempat turunan kata operasi plastik tersebut nanti akan diturunkan kisah bahwa Fumi adalah seorang dokter piawai yang menentang adanya operasi plastik adapun Rei adalah seorang dokter operasi plastik di klinik yang terkenal. Kemudian kedua tokoh ini bertemu karena salah satu pasien dokter Rei itu mengalami kejang setelah dia memakai botok sendiri dan ditolong oleh Fumi. Tapi sayangnya dia tidak bisa tertolong karena yang menjadi masalahnya itu adalah dia memasang botox di payudaranya yang sebetulnya memiliki kanker dan dipasangi implan. Karena kejadian tersebut Fumi dianggap sebagai dokter yang malpraktek dan dikeluarkan dari pekerjaannya. Karena lihai dokter Rei mengambil Fumi sebagai pegawainya tetapi dalam posisi sebagai dokter bayangan dalam arti fumi melakukan operasi tetapi namanya tidak pernah muncul. Singkat cerita nanti akan ketahuan bahwa Rai dengan fumi itu sebetulnya satu ayah. Dan di akhir cerita fumi terpaksa harus menerima kenyataan bahwa dia harus melakukan operasi plastik akibat kecelakaan berat yang merusak wajahnya.
Nah dari langkah brainstorming berupa mind map, sebetulnya bagian atas barusan itu menjadi pengurai untuk struktur atau kerangka poin-poin penting yang dibuat di dalam kertas HVS yang dilipat dua, lipatan pertama untuk mind map, lipatan kedua untuk menuliskan arahan-arahan tadi plotnya itu mau ke mana.
Pada pertemuan ini saya meminta kepada para guru untuk menentukan berapa orang murid yang akan menjadi bimbingannya sehingga rencana sampai ke penerbit dan bisa diterbitkan tanggal 28 Oktober itu selesai.
Untuk catatan sebelum kegiatan saya disambut oleh Kepala Sekolah ibu ridna yang menjadi PLT di SMKN 1 Cianjur.
Pada saat yang sama di grup pengawas Jawa Barat berseliweran informasi mengenai purna baktinya Bapak Marsudi.
Untuk sekolah binaan saya juga ada yang purna Bakti yaitu bapak Tatan sebagai kepala SMA PGRI Cianjur.
Sedangkan sekolah-sekolah pada saat ini tanggal 1 Oktober 2026 sedang melaksanakan upacara hari Kesaktian Pancasila.
Foto di atas diambil dari kegiatan upacara di SMA Pasundan Cikalongkulon dengan kepala sekolah Dedi Haryadi
Yang kedua terkait dengan anugerah ternyata ada perubahan untuk setiap kategori hanya mengirimkan satu orang saja
Kemudian pada hari ini juga sedang diinputkan pengusulan untuk siapa saja yang masuk ke calon penerimaan Anugerah di tingkat provinsi, namun untuk di tingkat provinsi ada lombanya.
Ada hal yang menarik di kegiatan Anugerah gtk 2026 ini adalah saya akan diajukan sebagai penerima Anugerah gtk 2026 oleh Pak Cece.
Saya sedang mencoba mengumpulkan rekap perjalanan sehingga layak menjadi penerima Anugerah gtk 2026.
Pada pukul 13.00 saya mengikuti kegiatan sosialisasi bos kinerja/BOSKIN bersama Bapak Edi secara daring. Dari informasi beliau diketahui bahwa untuk sekolah harus mengalami dua hal dalam penyerapan dana boskin, yaitu menjadi tuan rumah di kegiatan workshop dan menjadi tuan rumah di kegiatan pendampingan. bagaimana kalau tidak tercatat menjadi tuan rumah, maka posisi sekolah tersebut tetap ikut, hanya dana sebagai tuan rumahnya tidak keluar, tetapi dana untuk transport dan makan atau ATK itu ada.
Sebetulnya pada hari ini saya harus datang ke Subang untuk mengikuti sosialisasi sekolah Maung, tetapi saya tidak dapat hadir karena ada kegiatan di SMKN 1. Dari seorang teman Ibu Dwi yang hadir ke sana, dia mengirimkan PPT mengenai bagaimana sekolah Maung ini dilaksanakan.
Dari paparan tersebut walaupun saya tidak hadir ternyata fokusnya itu ke arah penguatan akademi, yaitu para murid harus menguasai bahasa asing kemudian ayat dan yang lainnya padahal tidak semua murid itu yang masuk ke sana berbasis kemampuan akademik.
Di bagian pengayaan percepatan diharapkan sekolah mau bisa menjadi kelas kelas yang memberikan kesempatan muridnya untuk mendapatkan akselerasi. Berdasarkan teks ini berarti nanti ada dua jenis kelas yaitu ada kelas akselerasi yaitu untuk mereka yang berkemampuan tinggi di akademi, dan mereka yang memiliki kemampuan non akademik tidak masuk ke dalam program ini. Pernyataan tersebut hanya asumsi saya saja.
Miracle dan Airen katanya berangkat jalan-jalan untuk menyegarkan pikiran sebelum ada kuliah pada pukul 06.00.
Miracle sedang mengagumi sepatunya sendiri katanya sepatunya enak, nyaman dipakai.
Kabar dari kebun, hari ini penjemuran bibit bawang merah.
Untuk kentang masa pengisian umbi sudah selesai, sehingga tangkajnya dipangkas agar proses vegetarif berhenti.