Pages

Tuesday, March 23, 2021

Pendampingan SMP 3 Leuwiliang


Pembelajaran berdiferensiasi
Pada saat saya tiba,  Pa lsnaini sedang diwawancarai  Pa Obing. 
Instrumen kali ini agak perlu ekstra keeja keras. Bahannya banyak, unggahnya perlu waktu banyak.

Verifikasi US

Tanggung jawab pertama yang harus dijalankan dengan profesional adalah memverifikasi POS US dan PAS.
Dari 10 sekolah yang dibina permasalahan yang teridentifikasi di antaranya:
1. POS yang dibuat tidak serius, hanya menggunakan salin dekat, kemudian dikirim ke pengawas.
2. POS yang dibuat tidak menggambarkan kondisi pelaksanaan ujian sekolah titik sebagai contoh ujian sekolah dilaksanakan secara daring, tetapi pada peraturan peserta ujian, peraturan pengawas ruangan dan yang lainnya merupakan penjelasan untuk pelaksanaan secara tatap muka. Ini diasumsikan efek dari salin rekat dari post sebelumnya yang memang dilaksanakan secara tatap muka.
3. Lamban sekali dalam melakukan revisi. Langkah yang saya lakukan adalah dengan meminta kepada penyusun POS US untuk mengirimkan file POSnya. Setelah file POSnya diterima, saya perbaiki, revisi, review sehingga menggambarkan aktivitas ujian sekolah yang dilaksanakan di sekolah tersebut. Langkah selanjutnya adalah saya mengirimkan kembali file ke pihak sekolah agar memperbaiki bagian-bagian yang masih belum sesuai. Tetapi berhari-hari tidak dikembalikan.
4. Pengiriman file POS tanpa dilengkapi dengan lampiran-lampiran. Hal ini menyulitkan untuk memverifikasi.  pada lampiran tertera hal-hal yang sangat spesifik sehingga memudahkan saya sebagai verifikator, untuk memastikan bahwa pelaksanaan sesuai atau tidak.
5. Kemampuan menyusun pos yang sesuai dengan kondisi nyata yang dilaksanakan di sekolah masih perlu peningkatan. kemampuan penulis Pos menunjukkan tingkat keterampilan menulis yang masih terbata-bata menulis, bisanya hanya salin rekat. Yang menyedihkan adalah saling melekat tanpa dicek kembali. saling terdekat tanpa dipastikan bahwa yang tertulis di sana sesuai dengan kebutuhan.
Data yang ditunjukkan


Bisa dibayangkan bagaiamana memastikan sekolah mengirim data yang sesuai. COntoh file di atas, tidak ada pada instrumen, malah file itu yang dikirim.

Saya sendiri mulai menyimpan file di google drive. Tujuannya agar memiliki data yang mudah diakses dari mana saja dan kapan saja. 
Basic data harus dibuat. Ibarat seorang guru kelas, dia harus memiliki data pribadi murid. Maka Pengawas harus memiliki data pribadi sekolah. Dari mana data itu diperoleh? Sejauh ini dengan menelusuri sekolah kita, dapodik dll, belum  bisa menghadirkan data yang akurat dan lengkap. 

Alamat link untuk materi seminar perpustakaan: https://drive.google.com/drive/folders/1sHU8mCbD2mH9HE3NS5CG8NHVn27lBOyB?usp=sharing

Hari adalah hari kedua Rakor Perpusnas. Membahas meningkatkan SDG's desa melalui literasi, meningkatkan literasi dan numerasi (PISA) murid lewat pembelajaran.  Dana dan beragam akitvitas dijejerkan. Masalah utama, "memiliki kebiasaan membaca belum terbangun, itu masalah pokoknnya."


Monday, March 22, 2021

Pendampingan daring, Zoom

Zoom 1

 Mengikuti rapat koordinasi perpustakaan nasional 2021 

efek covid menyebabkan penurunan dalam kualitas hasil belajar murid.


dalam pembelajaran

mempercepat kemajuan desa untuk memajukan masyarakat desa

dukungan literasi desa


Pelatihan sangat membantu mempercepat SDGs desa. Dana Desa dapat digunakan untuk kepentingan peningkatan literasi desa




peran ASN




Zoom dengam Mas Menteri

Zooom dengan Mas Mentri Kemdikbud
Sambutan dari Dirjen GTK DR Iwan 
Bapak Iwan memberikan sambutan

Cerita dari CGP Lampung
Guru terdorong menggunakan aplikasi sehingga muridnya menjadi semangat belajar.

Mengobrol dengan Mas Menteri diwakili oleh lima orang guru CGP
Guru yang baik: guru yang mau belajar, terus berlajar.
  1. Programnya berbeda dengan pelatihan biasa.
  2. Ada konfirmasi dari penguasaan modul.
  3. Penguasaan 30% dari modul telah mengubah paradigma mengajar
  4. Ada relevansi antara modul, pelatihan, dan pekerjaan guru. Guru yang membuat RPP, guru untuk guru.
2. Pertanyaan 1: Setelah mengikuti CGP selama 4 bulan, apa bedanya program ini dengan program lain yang sebelumnya diikuti?
Riau, Gilang, Mida-Sumenep Madura,


  1. Diubah filosofi mengajar: KHD
  2. Ada pendampingan 
  3. Keikutsertaan tidak ditunjuk.
  4. Guru yang bisa mengkritik diri sendiri, tahu seberapa salah saya mengajar, seberapa jauh dari standar. 
  5. Yang akan dilakukan ke depan: Prilaku yang inspiratif bagi murid/rekan sejawat, perubahan pada budaya positif, menjalin komunikasi positif dengan KS/pihak terkait, 
Tanggapan Mas Mentri
  1. Semua guru honorer dapat mengikuti seleksi formasi guru penggerak
  2. Mencoba mencari jalan Guru Penggerak menjadi KS, menjadi PNS, tapi tidak begitu saja langsung jadi PNS, ikuti tes-nya.
  3. Peran apapun dalam program penggerak, valid untuk mengikuti di peran lain. Untuk pendamping, selama dia berpredikat baik selama pendampingan 9 bulan, dia mendapatkan hak yang sama untuk menjadi pemimpin pembelajaran.
  4. sadari menjadi guru penggerak itu bukan hal mudah: harus benar-benar termotivasi kerja, ga pantang mundur, terbiasa menghadapi kendala, tebal keberanian, guru yang melihat kesulitan sebagai tantangan, sering mengganggu KS untuk mengajak melakukan perubahan, gak bisa waktunya semuanya hanya untuk ngajar, menyadari kegagalan adalah keharusan (bukti mencoba hal baru, sehingga menjadi pembelajaran), secara otentik mau tampil di depan guru lain, tampil di sosmed agar guru lain menyadari hal yang sama, menyadari semua anak berbeda, mind set terhadap orang-orang disekitarnya secara positif, merasa dirinya harus selalu belajar, guru yang terburuk adalah guru yang tidak percaya pada potensi rekan-rekan kerjanya dan anak-anaknya. 
Hal yang tidak terungkap:
  1. Guru harus minta izin tidak ngajar dalam seminggu setiap bulannya karena melaksanakan tugas pendampingan CGP
  2. Koordinasi dengan dinas kabupaten/kota masih buruk, Dukungan Pemda, ekosistem sekolah, dan kepsek masih rendah
  3. Lokakarya yang kurang fasilitas (tidak ada LK, alat tulis, dll)

Ini menjadi kali pertama, pesan hotel tetapi bayar di tempat. Hal ini menjadi pengalaman yang menarik. Sebelumnya, pesan online, bayar online. Hari ini, hotel extend 5 malam, cek di aplikasi bisa bayar di tempat. Dicoba untuk pembanding. (Zest Hotel, Bogor) 

Kiri ke kanan: Yuli, the late Wati, Nina 

Wati passed away this morning. No one believed her leaving this soon. In this pandemic time, text saying that one died popped up almost every day. We just wait, 'when our turn comes".
Bye Wati, your duty in this world has finished. 


I did not visit SMPN 3 Leuwiliang and met Fitri there. She informed me that her husband got Covid-19, positive. So she should do isolation. 
So, I stay at Zest all day then.



Saturday, March 20, 2021

PELATIHAN MEMBACA PISA PERTEMUAN 1: 20 MARET 2021

Kemampuan membaca siswa Indonesia memprihatinkan. Hal ini tidak dapat dibiarkan. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah para guru membantu siswanya mampu menjawab soal PISA. Ketidakmampuan menjawab PISA diasumsikan pangkal masalahnya bagaimana membaca dan menjawab tes PISA belum diajarkan. Oleh karenanya, guru harus mengajarkan teks dan mengenalkan pertanyaan-pertanyaan yang digunakan pada PISA, dan satu hal penting lagi adalah guru harus belajar dan mampu membuat soal sejenis PISA.  

Sabtu, 20 Maret 2021 merupakan pertemuan 1 bagi para guru untuk melatih dirinya agar kompeten mengajar dan melatih murid menjawas soal jenis PISA. 

RUNDOWN Pertemuan 1:  20 Maret 2021
08.30 – 09.50 Mengerjakan Soal 1
09.50 – 10:00 Istirahat
10:00 – 10.10 Pembukaan
10.10 – 10.40 Apa Itu PISA?
10.40 -  11.40 Mengukur kompleksitas teks
11.40 -  13.00 Ishoma
13.00 – 14.30 Pengenalan Jenis Teks setara PISA

Peserta yang mengikuti pelatihan membaa PISA


Penyaji 1
Eva Tuckyta Sari 




Murnijati



Statistik teks 


Readibility:
Hard words, lihat berapa persen.
Pada PISA hard words 32%
Grammatical intricacy: ..
Patokan untuk readibility: Hard word, lexical density, dan gunning fox index 
Dari aspek linguistik, jumlah silabi menjadi alat ukur. satu silabi tidak dianggap hard word. Namun tiga silabi ke atas termasuk hard word.
Kasus: untuk Bahasa Indonesia, berbeda. dua silabi: tulat, tubin, menjadi kata sulit karena kata tersebut tidak digunakan, atau murid tidak pernah mendengar/membaca/memakainya. 

Spoken: lexical density rendah
Perhatikan berapa clause untuk menghitung kompleksitasnya (Grammatical intricacy). 
Ketika Bu Emi datang, saya sedang memasak. (2 klausa: induk dan anak kalimat)

Teks Prosedur vs Teks Laporan Hasil Percobaan
Pembeda utama dapat dilihat dari tujuan. Prosedur untuk memberi instruksi (tujuan, bahan, steps, unsur kebahasaan: dominan  bahasa perintah, instruksi sangat jelas/presisi). Sedangkan, laporan hasil percobaan tujuannya memberikan informasi, dalama beberapa hal ada argumennya, ada teorinya. Meyakinkan bahwa yang dilaporkan itu benar, teks makro (campuran) karena ada prosedurnya, ada argumennya, ada deskripsinya. 

Teks dalam bahasa tulis lebih compact, menggunakan kata-kata teknis. Teks lisan menggunakan bahasa sehari-hari.

Introduction ....by Eggins halaman 61, membahas grammatical intricacy.

Materi 2. Prof. Emi Emilia

Jenis soal pada PISA berdasarkan proses kognitifnya:
1. Retrieve and locate inforamtion; Menjawab pertanyaan yang ada di teks
- Access and retrieve information within a text – scanning a single text in order to retrieve target information consisting of a few words, phrases or numerical values. 
- Search for and select relevant text – searching for information among several texts to select the most relevant text given the demands of the item/task.
2. Understand (interpret and integrate)
- Represent literal information – comprehending the literal meaning of sentences or short passages, typically matching a direct or close paraphrasing of information in the question with information in a passage. 
- Integrate and generate inferences – going beyond the literal meaning of information in a text by integrating information across sentences or even an entire passage. Tasks that require the student to create a main idea or to produce a summary or a title for a passage are classified as “integrate and generate inference” items. 
- Integrate and generate inferences across multiple sources – integrating pieces of information that are located within two or more texts.
- Siapa yang tidak setuju dengan pendapat x?
Untuk menjawab, bisa saja tanpa membaca teksnya, contoh untuk fact and opinion
3. Evaluate and Reflect
- Assess quality and credibility – evaluating whether the information in a text is valid, current, accurate, unbiased, reliable, etc. Readers must identify and consider the source of the information and consider the content and form of the text or in other words, how the author is presenting the information. 
- Reflect on content and form – evaluating the form of the writing to determine how the author is expressing their purpose and/or point of view. These items often require the student to reflect on their own experience and knowledge to compare, contrast or hypothesize different perspectives or viewpoints. 
- Detect and handle conflict – determining whether multiple texts corroborate or contradict each other and when they conflict, deciding how to handle that conflict. For example, items classified as “detect and handle conflict” may ask students to identify whether two authors agree on the stance of an issue or to identify each author’s stance. In other cases, these items may require students to consider the credibility of the sources and demonstrate that they



Teks ada 4 klasifiaksi: sumber, organisasi, navigasi, dan jenis 
1. Sumber: Tunggal/Ganda (1 teks/dua teks untuk menjawab sekian pertanyaan)
Teks 1: Manfaat susu
Teks 2: Pro krontra minum susu
Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan jika tidak membaca teks kedua, pada PISA klik Next
2. Organisasi:
Teks statis dan dinamis (yang bisa diklik-klik di layar)
3. Format:
Teks yang tidak berkelanjutan contoh Blog, tidak berkelanjutan, campuran
4. Jenis: pribadi, umum, dunia kerja

Tips:
1. Soal bisa diprediksi karena menggunakan  jenis teks yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan diajarkan di sekolah

 Tugas
Cari 1 teks, imitasi seperti contoh yang diberikan
Pelajari contoh
Cari teksnya dari berbagai sumber
Jumlah pertanyaan antara 5-6
Bentuk Word
Masukkan ke Google Classroom
Dikumpulkan paling lambat,  Jumat.  

Ai Nuraeni, Dewi, Lilah, Neni Ratnasari: Umum
Badriah, Eva Juliani, Munijati: Pendidikan, ganda


Analisis kualitatif soal PG dan Esai dapat diunduh di sini

Friday, March 19, 2021

Nahwa Cantigi

Verifikasi POS US, bagian analisis kualitatif tidak ada. Saya berikan dia screen snip agar bisa lolos verifikasi.
Saya tawarkan agar dia memasukkan siswa ke UT online agar bisa memiliki guru dari daerah setempat. 
Heri, pemilik yayasan bekerja di PKH, menguliahkan beberapa murid.
Hanya punya 2 guru yayasan.

Menandatangani keterangan aktif masih beroperasional.

Nia, sarana Panca Karya menelepon terkait penawaran pemasaran buku.  Saya arahkan ke ketua MKKS. 

Mengirimkan buku-buku kisah inspiratif kepada penulisnya.  Di rumah bikin sesak ruangan. Lebih bermanfaat jika diberikan pada penulisnya. Berapa biaya pengirimannya,  entahlah. 

I promised to visit Nahwa Cantigi at Thirsday, 8 April 2021 to talk about school examination and how to improve school's quality. 
One of them is giving scholarships to bright students. Send those bright students to open University and make an MoU with their parents to be responsible to finish the school. Work at that school  

Help Pa Kosasih made a closing speech. I copied it from google. Ah... google can do anything.  

Thursday, March 18, 2021

Pembinaan di SMA BPK Penabur

Tiba pukul 8. Pukul 8.30 langsung mulai pembinaan. 
Sekolahnya bersih dan banyak bunga. Hal yang menganggu adalah suara bising kendaraan, khususnya motor tanpa knalpot. 

Memverifikasi POS US  SMA Cokro.  Eh salah menyimpan tanda tangan hehehe.

Memverifikasi  POS US  SMA IT Al Huda. 
Lampiran belum selsai semuanya. Tapi ya diverifikasi saja.

Memperbaiki POS US SMA BPK Penabur: penentuan bentuk ujian. Muncul bentuk lain: ujian praktik semua mata pelajaran.