Pages

Saturday, April 10, 2021

Tips menulis

Rumus: tekanan 
Impian: bukunya laku, 
Renal Kasali, terkenal di buku ke-13
Rumus: formula, research, topik, inovasi, trik
Percaya apa yang ditulis itu bagus, berguna.
Memang iya sulit,  impossible,  
Rawat pikiran agar possible
Percaya diri 
Konsisten,  orang berhasil itu konsisten.
Memiliki guru

Selama ramadan: nulis: satu jam silent: isi dengan menulis
Ramadan ini bertemu Quantum life

Tips:
What comes in, comes out
Mau nulis biografi, baca buku2 biografi yang telah dibuat orang.


Obrolan seorang  pengawas dan seorang guru.
Pengawas (P): lbu ngajar pelajaran apa?
Guru (G): Bahasa Inggris.
P: Materi ajar apa yang  lbu berikan?
G: Tenses.
P: Tenses?
G: lya, tenses.
P: Teks apa yang lbu ajarkan?
G: Eu... tenses aja.
P: Naratif?
G: Oh enggak,  tenses. 
P: Ibu pakai KD apa?
G: KD Bahasa Inggris saja.
P: lbu, bisa beritahu saya, KD apa yang sedang lbu ajarkan sekarang?
G: Tenses
(Pengawas berkerut alis)
P: Oh. Kurikulum yang dipakainya?
G: Kurikulum yang biasa.
P: Ibu ngajarnya daring apa luring?
G: Daring, tapi karena di sini pesantren, muridnya tidak boleh pakai hape.
P: Terus ngajarnya bagaimana?
G: Tidak pakai hape. Dua hari sekali saya ngasih tugas. 
P: Oh. Jadi daringnya bagaimana?
G: Saya kasih tugas itu, kemudian murid-murid saya belajar sendiri di pondok.
(Sakit kepala mulai menyerang sang pengawas)






SMA Citra Nusantara Sindangbarang

Jumat, 8 April 2021

Perjalanan dilanjutkan. 
Selesai pukul 4 sore, kami menuju SMA Citra Nusantara Sindangbarang.  Perjalanan 3 jam, malam hari, tidak tahu jalan. 
Perjalanan yang sedikit menakutkan. Sepanjang jalan kecil berbatu, ditambah nyasar, tertipu jalan cor 10 meter, sisanya malah jalan kecil. 
Sampai di Sindangbarang mencari penginapan. 
Tiga Putri,  apa tiga ... jadi pilihan.  Tawaran 250K jadi 150K.
Esoknya langsung ke sekolah, tiba di sekolah pukul 8 pagi.
Disambut senyap sekolah, dan jejeran jemuran baju dadakan di tengah lapang. 
Saya tidak terlalu terganggu dengan hanya disambut 2 orang guru, tanpa KS, tanpa gejala siap menerima tamu.
Saya mulai saja menyampaikan bahwa saya bertujuan melakukan monev Ujian sekolah dan menanyakan izin operasional sekolah.  

Saya memasangkan in fokus, yang saya pinjam dari Pa Ade, segera setelah saya meminta agar POS US kembali ditayangkan karena saya tidak sempat membaca cermat POS sebelum diverifikasi dengan alasan si pembawa POS terburu-buru ingin mengerahkannya ke KCD. 
Para guru terlihat sangat tidak siap.
Pa Sopian mengatakan bahwa para guru tidak hadir di sekolah karena sedang persiapan saum. Ada yang ziarah, ada yang papajar. 

Sekitar pukul 9, KS tiba di sekolah. Saya melanjutkan menjelaskan bagaimana bentuk ujian sekolah yang dipilih pada POS menentukan kegiatan pelaksanaan US dan penetapan kelulusan. 
Ruangan jadi berisi 4 orang.

Saya menjelaskan portofolio, penugasan, dan tes tulis. 
Saya bersemangat menjelaskan. Peserta: Neng Pipit sibuk nguap, sangat dekat jarak antar nguapnya. Saya lihat matanya seperti berair, berkali-kali dia menutup mulutnya. Masih pagi, tapi terlihat sangat ngantuk.

Saya tanya kenapa sekolah belum melaksanakan ujian selolah?
Jawanya: nanti tanggal 19 April mulainya,  sekarang anak-anak susah ditemui. 
(Mikir : kenapa susah ditemui, bukankah anaknya mondok)
Tanya: Murid yang mondok berapa orang?
Jawab: 100
Tanya: semua murid SMA?
Jawab: bukan SMK.
T: yang SMA berapa orang? 
J: 50%
T: SMK jurusan apa?
J: otomotif, TKJ
T: ada komputer?
J: Ada, mungkin 20, tapi...rusak
T: yang mondok siapa saja?
J: Ada santri yang ngaji.
Saya mikir lagi, sekolah jurusan TKJ, tapi tidak punya in fokus. Gurunya tidak megang laptop.
T: yang ngajar SMK gurunya sama dengan guru yang ngajar SMA?
Diam, saling pandang.
J:  ada yang ngajar dari smk lain
T: guru apa?
J: guru luar. Artinya dia ngajar dibeberpa sekolah. Guru yayasan kalau ngajarnya di sini saja.

Guru satu lagi: lmas mencoba satu gelombang dengan saya. tapi fail. Saya tanya ngajar apa, dia jawab, bahasa inggris. 
 Ngajar apa? 
Jawabnya tenses. 
T: Tidak ngajar teks?
Kepalanya mendongak, "tenses," ujarnya lagi.
Naratif?
Tenses, jawabnya yakin sekali.
Oh baiklah. 

Jawabannya membuat saya ingin pulang. Saya langsung pamit diri satu jam setelah semuanya terasa semakin kacau..

Saya melihat orang yang mengangkut Kayu.
Tetiba melihat tukang rujak bebek. Berhenti dan beli dua porsi.
Penjual berdagang memakai motor.
Perjalanan melewati jalan banyak pohon besar. 
Jalan berkelok, kecil, sedikit lubang.
Lagi-lagi melihat banyak tumpukan kayu di pinggir jalan.
Berhenti di Citiis. Dari sebrang warung terdapat hutan yang ditanami kopi. 

Ada dua foto lagi. Foto yang diambil di kota Sidangbarang saat keluar dari penginapan.
Hawa pagi Sindangbarang terasa berbeda sekali dengan Nahwa Cantigi. Sindangbarang berada di dekat pantai, jadi hawanya hawa pantai. 

WA dari Pa Rizal untuk agenda Senin, 12 April 2021.


Pengambilan keputusan

End based  thinking 
Utilitarianism

Rule based thinking
Deontologis (deon, tugas/kewajiban)
Kaku, mengabaikan keberagaman manusia, lebih fokus pada aturan/tugas/kewajiban, peraturan bisa saja salah secara prinsip.

Care based thinking
Memainkan peran kunci pada pembelajaran  etika: banyak melibatkan empati, seandainya saya ada pada posisi dia 
Kritik: terlalu sederhana, gagal memberikan contoh kebajikan jika kedua pihak sama-sama melakukan kesalahan. 
Ngikut Skype dengan Francea Christie.  Kalau di Skype, begitu tampilan di layarnya, seperti di bangku kelas. 

Sambil web meeting ketemuan ka pa Danur  eh salah jalan, kalah ka  sawah.
Diarahkeun ka imah ieu
Ngobrol sana sini dengan pa Danur,  Haris.
Makan we di rumah makan deket SMA PGRI 

Saturday, April 3, 2021

Pelatihan menulis AK M Universitas Karangturi

 


Materi 1
Materi 1 disajikan oleh Helana Agustin

Ibu Helana Agustin 


Silakan ambil dan akses contoh-contoh soal yang dibuat Cambridge untuk membantu siswa meningkat kemampuan membacanya. Gunakan link di bawah untuk mendapatkan inspirasi. Ambil teksnya, bagus, otentik, ubah konteksnya. Ini untuk mengurangi masalah sumber teks. 





kata kerja untuk merumuskan STEM Soal


Jenis teks


Common mastery in English abroad

Kisi-kisi itu tidak ada dalam bahasa Inggrisnya. ada juga esay framework seperti ini


Bagaimana kita mengubah konteks untuk mengembangkan wawasan agar guru tidak menulis sekadar yang dia tahu saja. Ini bisa untuk SMP kelas 7 atau 8. 


Bentuk pertanyaan yang muncul mungkin sperti ini yang masih level remembering 

Stem soal ini sudah standar. Konteks berubah, tapi ekspresinya bahasa Inggris, jangan bahasanya Inggris tapi itu bahasa Indonesia diterjemahkan, orang Inggris tidak menggunakan itu. Lah tahunya dari mana itu bukan ekspresi orang Inggris, jawabnya: banyak-banyaklah membaca. 



COntoh 2
Teks ini mengandung collocation yang bagus seperti: I don't feel better today. 
Hedging yang dilakukan dokter dengan menggunakan bumper: I am afraid that you might have the flu.
Note: Ada kombinasi aktif dan pasif dalam percakapan, ini alaminya begitu dalam kenyataannya. Lakukan hal yang sama untuk murid: menggunakan yang biasa dipakai oleh penutur asli, bukan menerjemahkan, pola bahasa Indonesia, diinggriskan. 

Perhatikan stem soal di bawah ini. INi sangat bagus. 









teks yang multiple, ada deskripsi mengenai Ronan, dan Jo. Teks deskriptif bisa dibuat HOTS. Sajikan 2 teks, Which text you find more credible? INi sudah evaluation. 






INi conoth soal dari British council. Gabung jadi anggota British council nanti bisa pinjam bukunya. 


Ini contoh teks rasa Inggris dan rasa Indonesia

Rainbow appears sepertinya tidak salah grammarnya. tapi untuk general phenomena harusnya rainbows appear.
Cermati, amati sebelum teksnya dipakai. Perbaiki kalau mampu. Kalau tidak mampu, ambil yang orisinalnya saja. Pilih situs yang English centered yang memang ditujukan untuk mengajar bahasa Inggris. 
Pesan: hati-hati dalam memilih teks. 







Friday, April 2, 2021

Kartu

Kartu
Oleh: Badriah

One-piece dress pink tua membalut tubuhmu menyembunyikan sejarah bekas kehamilan yang kamu katakan telah mencabik ramping pinggangmu. Tubuhmu tidak mengatakan bahwa telah pernah ada jabang bayi yang pernah menjadi bagian siang dan malammu selama sembilan bulan. 

Kamu sangat cantik. Membuatku berdebar ketika kutahu warna matamu tidak sekelam fotomu yang kulihat pada Facebook yang mempertemukan kita. Pasti kamu menghabiskan waktu berjam-jam memilih baju agar aku terpesona kepiawaianmu menyembunyikan bekas jejak kehamilan. Kamu juga pasti telah merencanakan agar aku tak bisa melepaskan pandanganku dari lekuk garis bibirmu yang kau tegaskan dengan warna pink tua senada dengan bajumu.

"Kamu harus tahu bahwa aku penasaran seperti apa wajahmu diluar kotak hape," katamu, alismu mengangkat, memaksaku untuk mengakui bahwa akupun penasaran dengan rupamu di luar layar laptop. Kamu pasti yang lebih penasaran. Katamu tadi di WA, kamu mau buka kartu. Aku tidak pernah bermain kartu. Memang aku mengizinkan teman sekosku bermain cangkulan, 41, atau Capsa Susun, tapi aku tidak pernah gabung. Aku tidak suka asap rokok, juga tidak paham kenapa harus ribut gara-gara beda poin.

"Aku berkesimpulan kamu orang baik,"

"Maksudmu?"

"Kayanya kamu bukan laki-laki mata keranjang," senyummu melebar, tanpa mempedulikan pelayan menyimpan air jeruk hangat yang katanya kesukaanmu, kamu berkata, "Aku bersedia jadi istrimu."

Darahku naik ke ubun-ubun dan berebutan mendapat tempat di vena-venaku sehingga membuat pipiku kemerahan. Kamu sangat agresif, sangat berani. Aku suka perempuan yang mengambil pokok pembicaraan. Pipiku semakin panas, kamu mengetahui jika aku pemalu sehingga aku tak punya nyali menawarkan diriku sendiri untuk menjadi suami.

"Secepat ini kamu mengajak menikah?" tanyaku. Kamu pasti telah bosan mengurusi bayi sendirian. Suamimu, katamu, meninggalkanmu tanpa memberi aba-aba dan tanpa laba. Kamu bermodalkan facebook menggapai-gapai mencari ayah tiri untuk sesekali mengistirahatkanmu dari urusan bayimu. Kamu pandai membuatku trenyuh dan iba dengan memajang foto bayi yang kau peluk di dadamu.

Aku melihat diriku sendiri menjadi lelaki hebat. Sekali tepuk dua lalat. Aku menikahi seorang perempuan dan langsung menjadi ayah. Kamu akan memujiku sebagai lelaki setengah dewa yang bersedia menerima kamu apa adanya. Kamu dan anak balitamu. Kamu akan bercerita pada semua orang betapa mulianya hatiku yang menyayangi anakmu seperti darah dagingku sendiri. 

Kamu akan memasang foto di facebookmu, foto kita berdua dan di antara kita ada anak balita. Kamu akan mengunggah kegiatan sehari-hari kita di facebook sehingga teman-teman sekosku akan terkaget-kaget betapa beraninya aku menikahi janda beranak satu. Teman-teman sekerjaku akan tanpa pikir panjang memencet like ganti love ganti like diikuti GIF the Simpsons untuk meledekku.

Menikah tujuannya untuk berketurunan. Aku, tanpa harus bersusah payah telah disediakan anak. Mengapa kisah pernikahanku begitu sederhana. Inikah jawaban terhadap semua kenapa yang setiap malam kuajukan pada Tuhan.

"Jangan senyum sendiri," katamu mengagetkanku. Kamu terlihat semakin cantik dengan tatapmu yang semuanya hanya tertuju padaku. Warna malam melatari bibir pink tua yang kamu pakai dengan sangat rapi, semuanya terlihat sempurna. Kamu membuatku mabuk kepayang. Tidak. Aku tidak pernah mabuk karena makan buah kepayang. Aku tahu rasa buah kapayang, ibuku memasaknya untukku. Ibuku menyebutnya keluwek, picung, dan itu tak bikin aku mabuk sama sekali.

"Aku harus mengambil keputusan." Kamu memasang wajah serius, matamu lurus menembus jantungku. Kamu kemudian bercerita ketidakpuasanmu pada rumahtangga. Aku terpukau, lipstik pink tua menyebabkan suara yang keluar dari bibirmu terdengar memintaku untuk tampil menjadi dewa penolongmu. Sekarang aku tahu mengapa para wanita memakai lipstik. Mereka telah tahu sejak awal jika efek suara yang melewati lipstik membuat pendengarnya tersihir, mabuk tanpa makan buah kepayang.

Kamu tidak berhenti bercerita, air jeruk panas kesukaanmu telah lama dingin. Mungkin kamu tidak berencana meminumnya, khawatir air asamnya menghapus lipstikmu. Kamu suguhkan sinetron dimana kamu pelakon utamanya. 

Kisahmu menjejali kepalaku, tanpa jeda. Kamu tamatkan dalam satu episode yang panjang dan membuatku lupa jika malam telah larut. Terlalu larut untukmu yang meninggalkan anak balitamu sendirian di rumah. 

Aku tak berani menanyakan dengan siapa anakmu malam ini. Ini malam pertama kita bertemu. Tak elok jika kurusak dengan pertanyaan yang menggambarkan betapa tidak berpengalamannya aku mengurus anak.

"Sekarang bagaimana?" tanyaku sangat hati-hati khawatir kamu salah tanggap. Kamu menggigit bibirmu menyumbat agar air mata tidak sempat mengalir. Kamu menahan nafas, membuatku merasa sesak.

"Pulanglah, "jawabmu.

"Pulang?"

"Kenapa?"

"Bukankah kamu mengajakku menikah?"
Kamu menunduk, bahumu bergerak, sumbatan air matamu telah jebol. Tanggul kesabaranmu telah habis. Kamu terus menangis, tanpa jeda, membiarkanku membuat cerita dalam kepala. 

Perlahan kamu mengangkat wajahmu. Lipstikmu masih utuh, kulihat bibirmu terbuka dan berkata, "Aku belum bercerai dari suamiku, jadi aku tak dapat menikah denganmu."

Lipstik pada bibirmu terlihat seperti kartu draw 2 yang membuatku lumpuh. Itulah yang kamu maksud dengan buka kartu pada WAmu tadi siang.

Thursday, April 1, 2021

SMA IT Al Huda

Monev dilaksanakan dengan hampir tanpa hambatan. Semua kebutuhan untuk kebutuhan monev dapat diperoleh.