Tuesday, August 3, 2021
To do list 4 August 2021
Sunday, August 1, 2021
Ice Breaking
Saturday, July 31, 2021
LOKAKARYA 3 GURU PENGGERAK ANGKATAN 2
| Badriah sebagai pengawas yang diundang guru penggerak |
Pindah ke room 4
Inkuiri apreiatif: Perubahan karena kolaborasi: David diterjemahkan menjadi BAGJA.
At the same time, I also join the zoom presented by Hafecs, Sekolah Penelitian Indonesia.
15 Agustus, 29 Agustus, buku prof Sugiyono discaount 20%
Salam: Dengan hangat kami menyambut ilmu pengetahuan
Penelitian di Era Pandemi
penyaji Prof Sugiyono
Kondisi nyata: perubahan dari tatap muka menjadi tatap maya, asinkron, PJJ akibat adanya pandemi covid-19. New Normal merupakan kenyataan baru yang harus diterima dalam pengajaran.
Level orang hebat menurut Thoman Buckel: 1) membicarakan gagasan atau ide, 2) membicarakan kejadian, dan 3) Membicaraa=kan karya orang lain
Berangkat dari kejadian: kualitatif
PTK: practice-based research in real life setting, taking action/melakukan tindakan/ dan creating knowledge or theory about that action. Teori yang dihasilkan bisa menjadi master program, pola, model kerja, desain atau rancangan tindakan, seperangkat aturan, proposisi atau pemikiran dengan teori tindakan tersebut bisa dipakai orang lain.
penelitian tindakan ada dua kata penelitian dan tindakan. BIsa saja mengambil tindakan tanpa penelitian, misalnya tindakan tanpa penelitian: Penerapan prokes masa pandemi, belum diteliti. BIsa juga tindakan berdasarkan penelitan, atau keduanya.
dalam pengumpulan datanya bisa menggunakan: kualitatif, kuantitatif, mixed method. Dengan menggunakan mixed method lebih lengkap datanya dan lebih akurat, dianjurkan menggunakan mixed metod karena dalam penelitian pasti mengandung kedua unsur tersebut. JIka hanya oleh satu metode, maka data kurang lengkap.
SIapa yang melakukan penelitian tindakan" 1) pekerja sebgai peneliti (pengawas melakukan penelitian kepengawasan), 2) TIm kerja sebagai peneliti (misalnya pekerjaanya dilakukan oleh tim), 3) peneliti dan mahasiswa (mahasiswa belum punya pekerjaan jadi harus didampingi oleh peneliti)
Kalau oleh dosen, guru hasilnya tindakan perbaikan dan bahan untuk karya ilmiah.
Kepala sekolah, fokusnya pada penelitian tindakan kepala sekolah, fungsinya untuk take action atua mengambil satu tindakan sehingga meningkatkan kinerja sekolah. Lingkupnya: 8 SNP
Pengawas sekolah: melakukan peneltian fokusnya pada bagaimana melakukan pengawasan menajerial dan akademik, sehingga kompetensinya meningkat, dan ada kompetensi penelitian dan pengembangan, menemkan model pengawas yang efektif, hasilnya take action dan karya ilmiah.
Penelitan tindakan penanganan covid-19: bisa melibatkan guru, orang tua, hasil belajar, ilmu pembelajaran daring.
Macam Penelitian Tindakan:
Tujuan: mendiagnosis, menyembuhkan, meningkatkan derajat kesehatan, pengembangan ilmu tindakan.
Level: menelitia menghasilkan rencana tindakan TTP tidak ,emgujinya, tidak meliti TTP menguji teori tindakan yang sudah ada, Meneliti/mengembangkan rencana tindakan baru dan mengujinya: application, inovation, invention, mendiagnisis tidak ada di situ
Kata kunci jdul tindaka sesuai level
Mendianosa: Rancangna tindakan .....
aplikasi: Penerapan metode .... )S1_
inovasi: pengembangan metode .../S2
Invensi/kreasi: Kreasi metode ../S3
Jumlah tindakan: satu tindakan satu hasul: mengajar daring, dinilai. (tindakan sederhana)
Dua tindakan: Mengembangkan media dan modul pembelajaran, diukur kreativigas belajar (X1 dan X2 kepada Y, dianalisis, kalau sendiri2 berapa pengartuhnya, kalau digabung bagaimana)
Satu tindakan dengan 3 hasil (multi hasil) misalnya: Inseltif variabel, hasil: motivasi, produktivitas, krativitas
Empat tindakan satu hasil
dari keluasan: individu (guru pengawa, dokter), kelompok (kinerja organisasi) organisasi, wilayah, naisonal. skupnya lebih luas, genralisasinya lebih baik, hasilnya bisa jadi ilmu karena menjadi universal.
PTK
murid -- proses pembelajaran -- kompetensi
tidak dapat diajarkan praktik, sehinga perlu ada perubhan pembelajaran. perubahan tindakan mengajarnya, merubha sarpras, sistem evaluasi, materi ajar, manajemen kelas,
Kepalas sekolahL 8 SNP:
Thursday, July 29, 2021
PJBL dalam pelajaran Bahasa Inggris
Materi ajar: Argumentative text: Eksposisi Analitis (Tema: Memonetisasi wisata lokal)
Skenario 1: Siswa membaca teks, dijelaskan kosa kata terkait, mempelajari tata bahasa, melakukan latihan lisan dan tulis, mengerjakan soal, Pada pertemuan selanjutnya siswa diminta untuk membaca dari berbagai sumber mengenai hal-hal positif atau negatif dari monetisasi wisata lokal. Kemudian siswa menyajikan hasil selancarnya ke kelas dan guru menilai hasil belajar dari aspek fluency, accuracy of grammar dan vocabulary.
Skenario 2: Siswa membaca teks menotitasi wisata lokal. dijelaskan kosa kata terkait, mempelajari tata bahasa, melakukan latihan lisan dan tulis, mengerjakan soal, Pada pertemuan selanjutnya siswa diminta untuk melakukan observasi dan mengajukan rencana memajukan wisata lokal. Siswa membuat daftar pertanyaan untuk mewawancarai para pelaku bisnis wisata, atau bisa saja melakukan wawancara kepada ahli/praktisi bidang wisata, siswa mengunggah hasil kajiannya pada Blog, IG, atau media lain. Kemudian guru menilai siswa dalam setiap tahap pekerjaannya. (perencanaan wawancara, merancang promosi wisata model baru yang ramah, produk promosi di Fb/IG/Blog,)
Pada skenario 2 kecakapan abad 21 terlibat komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas.
memberi siswa pengalaman topik yang jauh lebih personal dan
sehat. Siswa tidak terbatas pada informasi, kosakata atau tata bahasa yang
diperkenalkan dalam teks yang diambil dari buku pelajaran. Mereka memiliki
kebebasan untuk melihat topik dari prisma yang berbeda dan karena itu
dihadapkan pada banyak bahasa yang mungkin tidak pernah mereka temui di kelas.








