Bahan tersebut dipelajari untuk disajikan hari ini, Senin, 28 September 2026 di kcd 6 kepada para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.
Menurut Pak kasuba kumaha Ibrahim, terdapat 70 sekolah yang diundang dari Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat.
Termasuk di dalamnya peserta dari SLB dengan alasan SLB pun ada murid yang mampu mengikuti kegiatan tersebut diantaranya adalah para murid tunarungu.
Korps kadet Republik Indonesia pada dasarnya adalah penurunan Dari kompetensi Bela nusantara yang dikeluarkan oleh menteri pertahanan nomor 41 tahun 2025. Terdapat lima nilai utama dari peraturan ini nilai yang pertama itu cinta tanah air dan bangsa titik kemudian dari setiap nilai tersebut ada kompetensinya dan ada indikator kompetensinya.
Untuk keikutsertaan pada kegiatan kkri ini sekolah harus mendaftar titik satu sekolah itu ada Pembina utama dan ada Pembina pendamping. Untuk rasionya adalah satu Pembina utama itu berbanding dengan satu rombel atau berbanding 36 orang. Untuk peserta kegiatannya nanti diadakan secara daring dan luring. Daring selama 3 minggu berturut-turut baru secara loring bertemu dengan perwira tentara untuk melaksanakan kegiatan kedisiplinan.
Seluruh kebutuhan untuk pelatihan yang daring diadakan di LMS yang disediakan oleh kkri.id
Untuk mendaftar di sana perlu email baik untuk kadet ataupun untuk para pembina.
Pada pertemuan ini ada pertanyaan mengenai apakah kokurikuler ini nanti sifatnya wajib, karena ini merupakan program prioritas pemerintah.
Apakah ada anggaran yang mendukung untuk kegiatan ini.
Bagaimana dengan kolaborasi dengan pihak perwira TNI.
Apakah kegiatannya itu harus disisipkan di setiap pelajaran karena ada wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang menganggap bahwa kegiatan ini dilakukan setiap harinya 1 jam.
Usai sosialisasi bertemu dengan pak Marsudi yang mengatakan bahwa para pengawas dari kbb, mungkin bergabung dengan Pak Itang, menyusun pembagian sekolah. Informasi tersebut kata pak Marsudi diterima dari ibu Lestari. Saya sendiri tidak tahu menahu mengenai pengajuan nama-nama tersebut. Seperti biasa saya tidak dipandang perlu untuk diajak diskusi mengenai pembagian sekolah binaan.
Saya juga melaporkan mengenai calon peserta Anugerah gtk 2026 yang sampai pukul 12.00 tadi baru ada mendaftar 6 orang, semuanya dari guru kamu belum diketahui SMA smk-nya. Mungkin baru akan saya bahas besok.
Saya menerima telepon dari ibu Ani mengenai permintaan nomor telepon ke psikiater dan psikolog yang edelweis sekejati bandung. Namanya dokter Tri kumoro akhirnya ketemu.
Ibu Ani juga meminta untuk melaksanakan kegiatan literasi yang dilakukan selama dua pertemuan tanggal 1 Oktober dan tanggal 7 Oktober dengan metode yang sebelumnya yaitu menulis buku dan nanti akan diterbitkan.
Ibu Endang kembali menghubungi untuk membahas masalah TKA yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 September.
Pukul 13.00 sampai dengan pukul 15.00.
Materi seputar:
1. Bedah TKA
2. Program TKA Menyicil
3. Insersi TKA pada TP dan Asesmen Formatif & Sumatif
4. Di mana posisi TKA murid kita?
5. Tindak lanjut
Endang Setyowati BPK PENABUR: Boleh dirqmbahkan korelasi TKA dan ANBK, serta nilai TKA yg berubah ya bu bukan lagi 0-100 spt SD dan SMP ya bu..🙏🙏
Di kcd bertemu Ibu Lilis yang akan melapor ke bapak kasuba, Iin perihal penyaksian penandatanganan sekolah yang menginduk yang diketahui oleh kcd.
Untuk hal ini kelihatannya pasti ada berkeberatan karena khawatir menginduk itu menjadi sesuatu yang dilegalkan.
No comments:
Post a Comment