Acara untuk pembekalan bagi para kepala sekolah yang berada di Yayasan BPK Penabur seluruh Indonesia ini dibuka oleh Ibu Endang.
Selanjutnya doa dan kemudian langsung pemaparan mengenai bagaimana menyikapi TKA dan AN yang digabungkan.
Pertama-tama saya menyampaikan perihal bahwa TKA sekarang bergabung dengan asesmen nasional sehingga tidak ada lagi istilah ANBK. Dengan kata lain ketika para murid mendaftarkan TKA secara otomatis maka dia juga akan mengerjakan soal-soal assessment nasional, lengkap juga dengan pengerjaan Sulingjar.
Kemudian saya jelaskan juga terdapat perubahan untuk penilaian yakni untuk SMA angka penilaiannya mulai angka 200 sampai dengan 800.
Perubahan yang lainnya adalah terkait dengan peserta TKA, diharapkan seluruh murid dapat mengikuti TKA, namun jika tidak dapat mengikuti semuanya paling tidak 85% dari seluruh jumlah murid. Atau jika jumlah murid sangat sedikit maka bisa disarankan kepada para murid dan memberitahukan kepada orang tua agar semuanya bisa ikut, misalnya seperti untuk SMA peserta minimumnya itu sebanyak 45 orang. Jumlah peserta ini penting untuk dipenuhi karena ada kaitannya dengan rapor pendidikan. Ketika peserta tidak memenuhi syarat minimum maka ada dampak pada raport pendidikan terkait dengan informasi yang disajikan nanti pada rapor pendidikannya.
Bagaimana persiapan sekolah agar dapat menindaklanjuti dan menyiapkan para muridnya untuk melaksanakan TKA dan asesmen nasional dengan relatif tanpa drama.
Tentu harus disiapkan sejak awal titik untuk yang saat ini dipersiapkan seoptimal mungkin karena untuk TKA waktunya sudah sangat dekat. Namun untuk para peserta di tahun yang akan datang bisa dipersiapkan sejak awal dengan cara:
1. Para guru mengkaji Apa isi capaian pembelajaran di dalam setiap mata pelajaran, kenali Apa kompetensi dan konten yang dituntut pada capaian pembelajaran kemudian perhatikan tujuan pembelajaran yang telah disusun menjadi alur tujuan pembelajaran kompetensi dan kontennya tentang apa saja.
Setelah guru mengetahui kompetensi dan konten yang dituntut harus diberikan kepada murid mulai dari kelas 10 sampai dengan kelas 12, maka para guru di bimbing untuk melakukan hal nomor 2.
2. Para guru harus melihat ke buku panduan mata pelajaran, karena pada buku tersebut disajikan CP yang sudah dituangkan menjadi TP bahkan sudah ada ATP-nya. Perhatikan bagaimana kompetensi dan konten yang ada pada TP itu muncul di buku panduan pelajaran menjadi materi-materi esensial. Sanding kan antara konten dengan materi esensial. Gunakan materi esensial dan ATP yang ada pada buku panduan pelajaran sebagai bahan materi ajar yang penting untuk diberikan kepada murid.
Pada saat menyandingkan antara materi TP dengan bahan esensial yang ada pada buku panduan mata pelajaran, para guru dihadapkan dapat melihat koneksi dan korelasi serta istilah yang digunakan dalam bahan ajar yang akan diberikan kepada murid baik di kelas 10, 11 ataupun di kelas 12.
3. Tahap selanjutnya adalah setelah guru mengenali kompetensi dan konten yang ada pada TP, kemudian korelasinya dengan materi esensial yang ada pada buku panduan mata pelajaran, yang ketiga adalah dia harus melihat kompetensi dan subkompetensi yang ada pada kisi-kisi TKA. Pada kisi-kisi TKA ini para guru dapat membuat pemetaan, yaitu memberikan soal-soal TKA secara menyicil.
Bisa diperhatikan sebagai contoh pada matematika kelas 10, sudah muncul materi bilangan dan di kisi-kisi TKA juga ada sub kompetensi bilangan, yaitu bilangan pecahan yang muncul pada TKA. Artinya sejak kelas 10 soal TKA itu sudah mulai dapat diperkenalkan kepada para murid. Untuk tahap awal, guru dapat menggunakan soal yang ada di laman TKA gunakan tanpa dilakukan modifikasi terlebih dahulu dan lihat hasilnya seperti apa.
Jika ingin lebih dekat dan lebih komprehensif mengenai bagaimana mulai dari materi kemudian kompetensi dan indikator soal yang diberikan di TKA para guru dapat masuk ke laman daya serap sekolah yang memuat informasi mengenai hasil TKA sekolahnya. Para guru dapat meminjam username dan password proktor untuk melihat daya serap ini. Dari lamandayasara para guru bisa melihat pada bagian mana saja hal-hal yang perlu ditingkatkan, dan kelebihannya adalah untuk setiap indikator soal yang diberikan, terdapat soal yang dapat dijadikan sebagai contoh, atau acuan untuk nanti dimodifikasi agar para murid dapat berlatih dengan soal TKA secara menyicil.
Pada bagian tanya jawab Pak Reno menanyakan apakah soal jenis multiple choice multiple answer itu ada kemungkinan semua jawabannya benar?
Saya sampaikan yang menjadi acuan adalah bahwa pada soal multiple choice multiple and search itu yang pasti jawaban benarnya lebih dari satu.
Masih pertanyaan dari Pak Reno apakah jika kita menyisipkan soal-soal TKA sejak kelas 10 apakah alokasi mengajar itu akan terganggu?
Saya jawab untuk menyisipkan soal-soal TKA di kegiatan pembelajaran tentu saja tidak mengganggu pembelajaran. Hanya akan ada perbedaan pada saat melakukan penilaian sumatif. Guru menyisipkan soal TK A untuk mengukur kompetensi penguasaan materi tertentu bukan menguji ketercapaian TP.
Berikutnya ada pertanyaan dari ibu Dian Bandar Lampung, pada tahun lalu TKA durasinya sangat pendek sehingga pengerjaan untuk soal itu tidak cukup. Bagaimana dengan tahun sekarang?
Jawaban saya adalah untuk pengerjaan soal jadwal sudah disediakan baik dari hari ke-1 sampai dengan hari keempat juga gelombangnya sudah disediakan. Dengan adanya jadwal diharapkan para murid bisa menyesuaikan dalam kecepatan untuk menjawab soal dengan menghitung jumlah banyak soal dibandingkan dengan waktu yang tersedia. Ditambah dengan di sekolah mengenalkan soal-soal TKA sejak kelas 10, sehingga mereka terbiasa dengan jenis-jenis soal yang nanti muncul di TKA.
Pertanyaan dari ibu Vero dari SD dia mengatakan bahwa puji tuhan pada tahun ini hasil TKA baik namun sekarang ketika digabungkan antara TKA kemudian assessment survei dan yang lainnya untuk anak SD sepertinya itu sangat berat titik apakah ada tips untuk hal ini?
Saya sampaikan bahwa untuk anak SD sebaiknya menerapkan teknik melaksanakan mengenalkan TKA secara menyicil, dengan lebih banyak menguatkan literasi dan numerasi titik para murid diajak terbiasa membaca teks yang misalnya mengandung sekitar 150 kata.
Pertanyaan terakhir dari Ibu Yuni yang meminta konfirmasi apakah pada mata pelajaran pilihan untuk SMK nilai rapornya itu digabungkan dengan nilai TKA atau ada pembobotan dari nilai rapor dengan nilai TKA.
Untuk pertanyaan dari Ibu Yuni saya sampaikan bahwa saya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut karena saya belum pernah mendengar informasi bahwa nilai rapor siswa SMK itu digabungkan dengan nilai TKA dan jadi satu nilai baru.
Pertemuan hari ini bagi saya sangat menggembirakan karena informasi ini memberikan arahan dan panduan bagi para kepala sekolah bagaimana untuk membimbing guru melakukan analisis terkait kompetensi dan konten yang diampunya sehingga tahun depan lebih siap lagi dalam melaksanakan TKA.
Dan yang lebih penting adalah tingkat jumlah peserta TKK dari para siswa BPK Penabur, karena selama ini ada anggapan mereka tidak mementingkan atau tidak perlu mengikuti TKA karena anjurannya juga tidak wajib dan mereka mengaku tidak pernah menggunakan hasil TKA itu untuk melanjutkan ke pendidikan selanjutnya.
No comments:
Post a Comment