Pages

Wednesday, October 7, 2026

Salah Pilih Mapil TKA

Dari beberapa pengawas sekolah yang sudah memonitoring pelaksanaan gladi bersih TKA dan AN tahun 2026, hal yang memprihatinkan yang ditemukan adalah terdapat Murid SMA yang memilih mata pelajaran pilihan yang seharusnya untuk SMK, yaitu PKK (projek kreatif dan kewirausahaan).
Kesalahan memilih ini diantaranya karena mengira PKK yang dimaksud adalah PKWU. Padahal bukan pkwu melainkan memang pilihan untuk SMK sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan mata pelajaran pilihan bagi SMA dan SMK. Hal ini terjadi karena sekolah masih menggunakan acuan petunjuk teknis pelaksanaan TK tahun 2025 seperti di bawah ini.
pada nomor 13 disebutkan bahwa mata pelajaran pilihan untuk jenjang SMK adalah pilihan pertama merupakan mata pelajaran produk atau project kreatif dan kewirausahaan, dan pilihan kedua merupakan mata pelajaran pilihan pada angka 1 sampai dengan 18. 

Namun untuk ketentuan mata pelajaran pilihan yang di tahun 2026 aturannya sebagai berikutDari peraturan yang dituliskan di atas untuk tahun 2026 dijelaskan bahwa mata pelajaran pilihan untuk SMA itu nomor 1 sampai dengan nomor 19. Dan mata pelajaran nomor 1 sampai dengan 20 untuk jenjang SMK. Mata pelajaran pilihan teori kompetensi kejuruan pada angka 20 untuk SMK sesuai program keahlian masing-masing peserta. 
Jadi yang dikhawatirkan terjadi adalah untuk tahun ini kesalahan memilih mata pelajaran SMK yang nomor 20. 
Untuk tahun ini pemilihan mata pelajaran produktif dan kewirausahaan tidak menjadi masalah karena itu bisa dilakukan sesuai dengan peraturan terbaru. 

Sunday, October 4, 2026

How to live on earth

            Benedict Cumberbatch 
Bumi tempat kita tinggal merupakan entitas dengan kondisi yang paling tidak menyenangkan. Dan kita, sebagai manusia, menjadi entitas yang tidak bijaksana kepada bumi.

Sebagai contoh inilah perilaku kita pada bumi: tanahnya kita gali, kita siram dengan aspal, kita rendam dengan air pestisida, kita ambil batunya. Bukitnya kita ratakan, kita ubah jadi pemukiman. Airnya kita ambil, kita kitori dengan sampah, kita sedot sampai jauh ke batas wajar kedalaman bumi. Udaranya kita cemari dengan asap kebakaran hutan, asap pembakaran sampah, asap dari kendaraan. Burung-burungnya kita tembaki hanya untuk kesenangan, sarangnya kita ambil hanya untuk iseng. Dan beragam perilaku merugikan bumi yang tidak dapat dijelaskan satu per satu di sini saking banyaknya.
 
Apakah pantas kita disebut homo sapiens "si manusia bijaksana"? Kita cerdas memang, tapi bijaksana? Belum, jika kita menengok bagaimana kita memperlakukan bumi tempat kita tinggal.

Boleh saja berkilah, kalau bumi sudah rusak, kita pindah ke Mars, atau pindah ke Bulan. Hanya, apakah itu realistis?

Bagaimana kalau untuk saat ini, kita coba hidup di bumi dengan bijaksana. Kita belajar bagaimana cara hidup di bumi dengan menyadari bahwa kita manusia, manusia yang menjaga bumi, merawat bumi, mencintai bumi, melindungi bumi, menyelamatkan bukan merusak bumi. Manusia yang punya hati. Jika bumi diibaratkan Ibu Pertiwi, pantaskah kita mencintainya dengan cara menyiramkan minyak panas ke kulitnya?

Pada film How to live on Earth, kita diajak untuk melihat betapa manusia telah melakukan hal yang melampaui batas. Pestisida telah memusnahkan lebah. Akibatnya proses penyerbukan tidak terjadi. Manusia harus menggantikan peran lebah. Bayangkan jika manusia harus melakukan penyerbukan untuk 200 hektare lahan pertanian buah Pear. Pekerjaan yang hampir-hampir tidak terperikan. Boleh membela diri dengan teknologi. Sudah dicoba dengan menggunakan drone. Serbuk sari disebarkan, tapi serbuk sari tidak menyentuh tempat pembuahan setepat lebah. 

So, whoever you are, be wise to Earth 🌎 


Saturday, October 3, 2026

Rapat Koordinasi Penyusunan Instrumen Monitoring Gladi Bersih TKA dan AN

Rapat koordinasi ini merupakan rapat pertama setelah saya diangkat menjadi ketua mkps di cabang Dinas Pendidikan wilayah 6. Pada rapat ini yang dibahas adalah fokus pada penyusunan instrumen TKA dan asesmen nasional yang akan menghadapi gladi bersih pada tanggal 5 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2026. 

Fokus yang harus diperhatikan ketika mengumpulkan data adalah terkait dengan berapa jumlah siswa yang ikut serta gladi bersih, berapa yang residu dijelaskan kendalanya apa sehingga masih residu, dan yang penting juga diketahui apakah sekolah mendaftarkan peserta didiknya dengan jumlah 40% < [AN] < 85%, dan harus diketahui bagaimana mereka melakukan klarifikasi terhadap kondisi tersebut.
Rapat koordinasi saya buka sendiri karena yang lain tidak mau melakukannya, pada pembukaan sekaligus saya menyampaikan bahwa draf instrumen sudah dibuat oleh Ibu Ai Mulyati tinggal merapikannya atau menyisipkan bagian yang masih dipandang perlu. 
Pembahasan mengenai draft instrumen ini difokuskan yang pertama terkait dengan judul, tidak lagi pada simulasi TKA tapi menjadi gladi bersih TKA. Alasannya Simulasi sudah dilaksanakan. 
Yang kedua dari aspek skor dan kriteria tetap menggunakan angka 1 sampai dengan 4 dan setiap kriteria diberikan penjelasan. 
Indikator yang ditanyakan ke sekolah nanti ada 50 ditutup dengan kesimpulan dan tindak lanjut ditandatangani oleh kepala sekolah dan pengawas pembina. 

Instrumen ini dipandang perlu untuk dikembangkan karena karena tanpa instrumen agak sulit bagi pengawas sekolah untuk dapat menggali informasi yang seragam untuk dapat dilaporkan. 

Tindak lanjut dari rapat organisasi ini adalah yang pertama agar dokumen dirapikan secara layout jangan sampai terlalu banyak, jumlah 13 halaman terlalu banyak. 
Yang kedua adalah meminta ibu Nining agar membuat rekap laporan dari setiap pengawas dengan menggunakan Google form yang di dalamnya memuat diantaranya berapa jumlah peserta, berapa peserta gladi, berapa peserta yang memilih mapil, kendala dan solusi yang akan dilakukan oleh sekolah.

Hal yang masih harus saya perhatikan dan tingkatkan dari bagian tim manajerial ada dalam pengembangan instrumen: 
- Peningkatan keterampilan dalam penggunaan Microsoft word untuk merapikan tulisan yang dalam bentuk tabel seperti menggunakan repeat header. 
- peningkatan kemampuan dalam layout dan tata letak dalam penggunaan tabel 
- peningkatan kemampuan dalam membuat kategori dan indikator yang disajikan secara mudah dipahami dan mudah juga untuk diisi. 

Pengelolaan SMA Terbuka

SMA terbuka adalah salah satu bentuk pendidikan formal yang berdiri sendiri tetapi merupakan bagian dari sekolah induk dengan penyelenggaraan pendidikannya menggunakan metode jarak jauh 

Tutor adalah pendidik yang memberikan bantuan belajar kepada peserta didik. Pendidik kunjung adalah guru mata pelajaran pada sekolah induk yang diberi tugas untuk mengajar di SMA terbuka sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.

SMA reguler dapat menyelenggarakan sekolah terbuka dengan ketentuan SMA reguler sebagai sekolah induk memiliki struktur pengelola terdiri dari kepala sekolah pendidikan tenaga kependidikan dan guru pamong. 

Syarat tempat kegiatan belajar adalah tersedia tempat atau ruang untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, tersedia guru pamol atau tutor, dan tersedia sarana penunjang pembelajaran berupa bahan ajar, daya listrik dan lain-lain. 
Sedangkan pendidik kunjung adalah guru dari sekolah induk yang diberi tugas mengajar di TK B dan tenaga kependidikan adalah tenaga administrasi yang membantu SMA terbuka baik di sekolah induk maupun di TKB. 

Tugas pendidik kunjung itu memberikan materi pelajaran, melaksanakan evaluasi hasil pembelajaran dan memberikan laporan hasil belajar. 

Adapun tugas guru pamong atau tutor adalah membantu murid mengatasi kesulitan akademik dan kesulitan pribadi dalam proses belajar, membagikan bahan ajar ke murid, membimbing murid untuk belajar secara teratur sesuai jadwal, melapor ke guru mata pelajaran atau guru kunjung mengenai kesulitan belajar murid, mengatur serta mengawasi kegiatan belajar di TKB, bertindak selaku penghubung antara Murid SMA terbuka dengan masyarakat dalam penggunaan fasilitas kegiatan belajar, membantu guru mata pelajaran atau guru kuncung dalam merencanakan kegiatan belajar para murid. 
Acara ini dilaksanakan di kantor cabang Dinas Pendidikan wilayah 6 dengan mengundang pembicara dari dinas provinsi Jawa Barat sekolah dampingan yang menjadi tanggung jawab saya yang memiliki semeter adalah: SMA Pasundan 1 Cianjur, SMA PGRI Cipanas, SMA Sukaresmi SMAN 1 Cibeber.

Thursday, October 1, 2026

Kurikulum Sekolah Manusia Unggul

Sekolah Maung atau sekolah Manusia unggul merupakan layanan yang khusus diberikan di Jawa Barat sesuai dengan gagasan gubernur Jawa Barat KDM. Tujuannya untuk memfasilitasi dan memberikan layanan yang optimal kepada murid-murid yang memiliki potensi baik secara akademik maupun non akademik. 

Setelah diperoleh 17 sekolah Maung di Jawa Barat, Maka sekarang ada penguatan terkait dengan bagaimana pelaksanaan secara kurikulum untuk di sekolah mau, karena sebelumnya dijelaskan bahwa sekolah mau itu akan menggunakan 3 lapisan. Lapisan yang pertama itu terkait dengan kurikulum nasional yang ditingkatkan, yang kedua penggunaan saya lupa, yang ketiga ada Cambridge. 

Pada pertemuan di Subang kali ini yang disajikan oleh Bapak Asep hendarsa terkait dengan tata kelola sekolah Manusia unggul dijelaskan kurikulumnya seperti apa salah satunya yaitu memasukkan standar kompetensi lulusan untuk sekolah Manusia unggul harus menunjukkan profil lulusan manusia Waluya yang ditandai dengan memiliki karakter cageur atau Waluya raga, kedua karakter bageur atau Waluya rasa, karakter benar atau Waluya Budi, karakter pintar atau Waluya hirup,  dan karakter singer atau Waluya karsa.
Pada pembahasan mengenai standar pengelolaan, dijelaskan mengenai kurikulum dan pembelajaran. Untuk kurikulum dan pembelajaran menggunakan kurikulum nasional ditambah pengayaan. Diharapkan lulusan SMA dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi unggul. Selama pembelajaran menggunakan stem, riset, dan menggunakan bahasa asing serta dilatih kepemimpinan. Sedangkan untuk SMK diharapkan dapat melakukan bekerja, melanjutkan atau wirausaha, kemudian menguasai keterampilan dengan tersertifikasi, dilakukan adanya teaching factory dan jumlah murid sebanyak 32 orang per rombel.

Menulis Terbit Indie dan BOSKIN Terbaik 2026

Memberikan pendampingan menulis fiksi, non fiksi, pengalaman di SMKN 1 Cianjur merupakan pendampingan kedua kalinya. Tahun 2024 dulu, hal serupa dilakukan sampai bukunya terbit Indie.
Pada pelatihan hari ini para murid dan guru yang berjumlah sebanyak 33 orang semuanya telah memiliki draft tulisan, bahkan ada satu murid yang sudah menunjukkan bahwa tulisannya sudah selesai. Dengan judul batu ditulis oleh murid yang namanya Gusti. 
Pelatihan diawali dengan mengajak para murid untuk melihat mereka itu sudah menulis apa dengan cara mengambil kertas pos it warna, kalau mereka mengambil warna merah itu artinya fiksi, hijau artinya non fiksi kemudian pink artinya pengalaman, dan ungu untuk antologi.
Dari kegiatan ini terlihat bahwa rata-rata para murid menulis bentuk fiksi yaitu berupa novel. 

Selanjutnya para murid diajak untuk bisa menentukan dari teks yang diberikan itu termasuk jenis fiksi, nonfiksi ataukah tulisan yang dalam bentuk pengalaman atau opini. 
Caranya adalah dengan saya membacakan teks, mereka menyimaknya, mereka harus menentukan kenapa teks tersebut termasuk salah satu jenis yang mereka tentukan, dan mereka harus menyebutkan alasannya. 

Untuk memperkaya pemahaman mereka mengenai menulis, kegiatan dilanjutkan dengan bagaimana memastikan kepada para murid bahwa untuk menulis itu tidak harus menunggu ide. ide itu bisa didatangkan melalui  berbagai cara, misalnya dengan membuat mind map. Teknisnya, di tengah-tengah tuliskan satu kata. dari satu kata tersebut buatkan korelasi dengan 4 kata lainnya. Misalnya di tengah di tengah-tengah ditulis kata operasi plastik selanjutnya dihubungkan dengan 4 kata yaitu Fumi, Rei, Siapa ayahku, Dekonstruksi.
Dari keempat turunan kata operasi plastik tersebut nanti akan diturunkan kisah bahwa Fumi adalah seorang dokter piawai yang menentang adanya operasi plastik adapun Rei adalah seorang dokter operasi plastik di klinik yang terkenal. Kemudian kedua tokoh ini bertemu karena salah satu pasien dokter Rei itu mengalami kejang setelah dia memakai botok sendiri dan ditolong oleh Fumi. Tapi sayangnya dia tidak bisa tertolong karena yang menjadi masalahnya itu adalah dia memasang botox di payudaranya yang sebetulnya memiliki kanker dan dipasangi implan. Karena kejadian tersebut Fumi dianggap sebagai dokter yang malpraktek dan dikeluarkan dari pekerjaannya. Karena lihai dokter Rei mengambil Fumi sebagai pegawainya tetapi dalam posisi sebagai dokter bayangan dalam arti fumi melakukan operasi tetapi namanya tidak pernah muncul. Singkat cerita nanti akan ketahuan bahwa Rai dengan fumi itu sebetulnya satu ayah. Dan di akhir cerita fumi terpaksa harus menerima kenyataan bahwa dia harus melakukan operasi plastik akibat kecelakaan berat yang merusak wajahnya.

Nah dari langkah brainstorming berupa mind map, sebetulnya bagian atas barusan itu menjadi pengurai untuk struktur atau kerangka poin-poin penting yang dibuat di dalam kertas HVS yang dilipat dua, lipatan pertama untuk mind map, lipatan kedua untuk menuliskan arahan-arahan tadi plotnya itu mau ke mana. 

Pada pertemuan ini saya meminta kepada para guru untuk menentukan berapa orang murid yang akan menjadi bimbingannya sehingga rencana sampai ke penerbit dan bisa diterbitkan tanggal 28 Oktober itu selesai. 
Untuk catatan sebelum kegiatan saya disambut oleh Kepala Sekolah ibu ridna yang menjadi PLT di SMKN 1 Cianjur.

Pada saat yang sama di grup pengawas Jawa Barat berseliweran informasi mengenai purna baktinya Bapak Marsudi. 
Untuk sekolah binaan saya juga ada yang purna Bakti yaitu bapak Tatan sebagai kepala SMA PGRI Cianjur. 
Sedangkan sekolah-sekolah pada saat ini tanggal 1 Oktober 2026 sedang melaksanakan upacara hari Kesaktian Pancasila. 
Foto di atas diambil dari kegiatan upacara di SMA Pasundan Cikalongkulon dengan kepala sekolah Dedi Haryadi 
Yang kedua terkait dengan anugerah ternyata ada perubahan untuk setiap kategori hanya mengirimkan satu orang saja 
Kemudian pada hari ini juga sedang diinputkan pengusulan untuk siapa saja yang masuk ke calon penerimaan Anugerah di tingkat provinsi, namun untuk di tingkat provinsi ada lombanya. 

Ada hal yang menarik di kegiatan Anugerah gtk 2026 ini adalah saya akan diajukan sebagai penerima Anugerah gtk 2026 oleh Pak Cece.
Saya sedang mencoba mengumpulkan rekap perjalanan sehingga layak menjadi penerima Anugerah gtk 2026. 

Pada pukul 13.00 saya mengikuti kegiatan sosialisasi bos kinerja/BOSKIN bersama Bapak Edi secara daring. Dari informasi beliau diketahui bahwa untuk sekolah  harus mengalami dua hal dalam penyerapan dana boskin, yaitu menjadi tuan rumah di kegiatan workshop dan menjadi tuan rumah di kegiatan pendampingan. bagaimana kalau tidak tercatat menjadi tuan rumah, maka posisi sekolah tersebut tetap ikut, hanya dana sebagai tuan rumahnya tidak keluar,  tetapi dana untuk transport dan makan atau ATK itu ada. 
Sebetulnya pada hari ini saya harus datang ke Subang untuk mengikuti sosialisasi sekolah Maung, tetapi saya tidak dapat hadir karena ada kegiatan di SMKN 1. Dari seorang teman Ibu Dwi yang hadir ke sana, dia mengirimkan PPT mengenai bagaimana sekolah Maung  ini dilaksanakan. 
Dari paparan tersebut walaupun saya tidak hadir ternyata fokusnya itu ke arah penguatan akademi, yaitu para murid harus menguasai bahasa asing kemudian ayat dan yang lainnya padahal tidak semua murid itu yang masuk ke sana berbasis kemampuan akademik.
Di bagian pengayaan percepatan diharapkan sekolah mau bisa menjadi kelas kelas yang memberikan kesempatan muridnya untuk mendapatkan akselerasi. Berdasarkan teks ini berarti nanti ada dua jenis kelas yaitu ada kelas akselerasi yaitu untuk mereka yang berkemampuan tinggi di akademi, dan mereka yang memiliki kemampuan non akademik tidak masuk ke dalam program ini. Pernyataan tersebut hanya asumsi saya saja. 

Miracle dan Airen katanya berangkat jalan-jalan untuk menyegarkan pikiran sebelum ada kuliah pada pukul 06.00.
Miracle sedang mengagumi sepatunya sendiri katanya sepatunya enak, nyaman dipakai. 

Kabar dari kebun, hari ini penjemuran bibit bawang merah. 
Untuk kentang masa pengisian umbi sudah selesai, sehingga tangkajnya dipangkas agar proses vegetarif berhenti.


Wednesday, September 30, 2026

Strategi Persiapan TKA dan AN #Menyicil

Acara untuk pembekalan bagi para kepala sekolah yang berada di Yayasan BPK Penabur seluruh Indonesia ini dibuka oleh Ibu Endang.
 
Selanjutnya doa dan kemudian langsung pemaparan mengenai bagaimana menyikapi TKA dan AN yang digabungkan.
Paparan diawali dengan menyampaikan bahwa saya sangat bangga bisa dapat bertemu dengan para kepala sekolah dari SD, SMP dan SMA yang berada di bawah Yayasan BPK Penabur se-indonesia. Untuk acara selanjutnya saya di bersamai oleh Ibu Ike sebagai moderator. 
Pertama-tama saya menyampaikan perihal bahwa TKA sekarang bergabung dengan asesmen nasional sehingga tidak ada lagi istilah ANBK. Dengan kata lain ketika para murid mendaftarkan TKA secara otomatis maka dia juga akan mengerjakan soal-soal assessment nasional, lengkap juga dengan pengerjaan Sulingjar.
Kemudian saya jelaskan juga terdapat perubahan untuk penilaian yakni untuk SMA angka penilaiannya mulai angka 200 sampai dengan 800. 
Perubahan yang lainnya adalah terkait dengan peserta TKA, diharapkan seluruh murid dapat mengikuti TKA, namun jika tidak dapat mengikuti semuanya paling tidak 85% dari seluruh jumlah murid. Atau jika jumlah murid sangat sedikit maka bisa disarankan kepada para murid dan memberitahukan kepada orang tua agar semuanya bisa ikut, misalnya seperti untuk SMA peserta minimumnya itu sebanyak 45 orang. Jumlah peserta ini penting untuk dipenuhi karena ada kaitannya dengan rapor pendidikan. Ketika peserta tidak memenuhi syarat minimum maka ada dampak pada raport pendidikan terkait dengan informasi yang disajikan nanti pada rapor pendidikannya. 

Bagaimana persiapan sekolah agar dapat menindaklanjuti dan menyiapkan para muridnya untuk melaksanakan TKA dan asesmen nasional dengan relatif tanpa drama. 
Tentu harus disiapkan sejak awal titik untuk yang saat ini dipersiapkan seoptimal mungkin karena untuk TKA waktunya sudah sangat dekat. Namun untuk para peserta di tahun yang akan datang bisa dipersiapkan sejak awal dengan cara: 
1. Para guru mengkaji Apa isi capaian pembelajaran di dalam setiap mata pelajaran, kenali Apa kompetensi dan konten yang dituntut pada capaian pembelajaran kemudian perhatikan tujuan pembelajaran yang telah disusun menjadi alur tujuan pembelajaran kompetensi dan kontennya tentang apa saja. 
Setelah guru mengetahui kompetensi dan konten yang dituntut harus diberikan kepada murid mulai dari kelas 10 sampai dengan kelas 12, maka para guru di bimbing untuk melakukan hal nomor 2. 
2. Para guru harus melihat ke buku panduan mata pelajaran, karena pada buku tersebut disajikan CP yang sudah dituangkan menjadi TP bahkan sudah ada ATP-nya. Perhatikan bagaimana kompetensi dan konten yang ada pada TP itu muncul di buku panduan pelajaran menjadi materi-materi esensial. Sanding kan antara konten dengan materi esensial. Gunakan materi esensial dan ATP yang ada pada buku panduan pelajaran sebagai bahan materi ajar yang penting untuk diberikan kepada murid. 
Pada saat menyandingkan antara materi TP dengan bahan esensial yang ada pada buku panduan mata pelajaran, para guru dihadapkan dapat melihat koneksi dan korelasi serta istilah yang digunakan dalam bahan ajar yang akan diberikan kepada murid baik di kelas 10, 11 ataupun di kelas 12. 
3. Tahap selanjutnya adalah setelah guru mengenali kompetensi dan konten yang ada pada TP, kemudian korelasinya dengan materi esensial yang ada pada buku panduan mata pelajaran, yang ketiga adalah dia harus melihat kompetensi dan subkompetensi yang ada pada kisi-kisi TKA. Pada kisi-kisi TKA ini para guru dapat membuat pemetaan, yaitu memberikan soal-soal TKA secara menyicil.

Bisa diperhatikan sebagai contoh pada matematika kelas 10, sudah muncul materi bilangan dan di kisi-kisi TKA juga ada sub kompetensi bilangan, yaitu bilangan pecahan yang muncul pada TKA. Artinya sejak kelas 10 soal TKA itu sudah mulai dapat diperkenalkan kepada para murid. Untuk tahap awal, guru dapat menggunakan soal yang ada di laman TKA gunakan tanpa dilakukan modifikasi terlebih dahulu dan lihat hasilnya seperti apa.

Jika ingin lebih dekat dan lebih komprehensif mengenai bagaimana mulai dari materi kemudian kompetensi dan indikator soal yang diberikan di TKA para guru dapat masuk ke laman daya serap sekolah yang memuat informasi mengenai hasil TKA sekolahnya. Para guru dapat meminjam username dan password proktor untuk melihat daya serap ini. Dari lamandayasara para guru bisa melihat pada bagian mana saja hal-hal yang perlu ditingkatkan, dan kelebihannya adalah untuk setiap indikator soal yang diberikan, terdapat soal yang dapat dijadikan sebagai contoh, atau acuan untuk nanti dimodifikasi agar para murid dapat berlatih dengan soal TKA secara menyicil. 

Pada bagian tanya jawab Pak Reno menanyakan apakah soal jenis multiple choice multiple answer itu ada kemungkinan semua jawabannya benar? 
Saya sampaikan yang menjadi acuan adalah bahwa pada soal multiple choice multiple and search itu yang pasti jawaban benarnya lebih dari satu. 

Masih pertanyaan dari Pak Reno apakah jika kita menyisipkan soal-soal TKA sejak kelas 10 apakah alokasi mengajar itu akan terganggu? 
Saya jawab untuk menyisipkan soal-soal TKA di kegiatan pembelajaran tentu saja tidak mengganggu pembelajaran. Hanya akan ada perbedaan pada saat melakukan penilaian sumatif. Guru menyisipkan soal TK A untuk mengukur kompetensi penguasaan materi tertentu bukan menguji ketercapaian TP. 

Berikutnya ada pertanyaan dari ibu Dian Bandar Lampung, pada tahun lalu TKA durasinya sangat pendek sehingga pengerjaan untuk soal itu tidak cukup. Bagaimana dengan tahun sekarang? 
Jawaban saya adalah untuk pengerjaan soal jadwal sudah disediakan baik dari hari ke-1 sampai dengan hari keempat juga gelombangnya sudah disediakan. Dengan adanya jadwal diharapkan para murid bisa menyesuaikan dalam kecepatan untuk menjawab soal dengan menghitung jumlah banyak soal dibandingkan dengan waktu yang tersedia. Ditambah dengan di sekolah mengenalkan soal-soal TKA sejak kelas 10, sehingga mereka terbiasa dengan jenis-jenis soal yang nanti muncul di TKA. 

Pertanyaan dari ibu Vero dari SD dia mengatakan bahwa puji tuhan pada tahun ini hasil TKA baik namun sekarang ketika digabungkan antara TKA kemudian assessment survei dan yang lainnya untuk anak SD sepertinya itu sangat berat titik apakah ada tips untuk hal ini? 
Saya sampaikan bahwa untuk anak SD sebaiknya menerapkan teknik melaksanakan mengenalkan TKA secara menyicil, dengan lebih banyak menguatkan literasi dan numerasi titik para murid diajak terbiasa membaca teks yang misalnya mengandung sekitar 150 kata. 

Pertanyaan terakhir dari Ibu Yuni yang meminta konfirmasi apakah pada mata pelajaran pilihan untuk SMK nilai rapornya itu digabungkan dengan nilai TKA atau ada pembobotan dari nilai rapor dengan nilai TKA. 
Untuk pertanyaan dari Ibu Yuni saya sampaikan bahwa saya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut karena saya belum pernah mendengar informasi bahwa nilai rapor siswa SMK itu digabungkan dengan nilai TKA dan jadi satu nilai baru. 

Pertemuan hari ini bagi saya sangat menggembirakan karena informasi ini memberikan arahan dan panduan bagi para kepala sekolah bagaimana untuk membimbing guru melakukan analisis terkait kompetensi dan konten yang diampunya sehingga tahun depan lebih siap lagi dalam melaksanakan TKA. 
Dan yang lebih penting adalah tingkat jumlah peserta TKK dari para siswa BPK Penabur, karena selama ini ada anggapan mereka tidak mementingkan atau tidak perlu mengikuti TKA karena anjurannya juga tidak wajib dan mereka mengaku tidak pernah menggunakan hasil TKA itu untuk melanjutkan ke pendidikan selanjutnya.