Pages

Wednesday, November 4, 2020

Asesmen Nasional untuk Perbaikan Pembelajaran

Trend global teknologi telah masuk ke Revolusi Industri 4.0. Ditambah dengan hadirnya Covid-19 yang memaksa kehidupan berubah secara perilaku.  Contoh mengajar tiba-tiba daring.
Di sisi lain, pekerjaan berubah sebagai akibat dari revolusi industri 4.0. Efek yang langsung dirasakan adalah munculnya pekerjaan baru dan hilangnya beberapa pekerjaan akibat adanya AI. Namun masih ada pekerjaan yang masih memerlukan sentuhan manusia, misalnya guru,  Pekerja manusia harus memiliki keterampilan aras tinggi baru bisa punya tempat di revolusi industri 4.0



Nara sumber: Totok

Assesmen Kompetensi Minimum sebagai Indikator Learning Process

Learning Progress diartikan sebagai kemajuan belajar.
AKM diharapkan dapat memotret pendidikan Indonesia sehingga diketahui sudah sejauh mana kemajuan belajar para siswa Indonesia. Selama ini,  potret kemajuan belajar siswa Indonesia yang dilakukan oleh pihak eksternal misalnya PISA, melaporkan bahwa pelajar Indonesia 'kemajuan belajarnya' tidak sesuai harapan.

Kemajuan belajar siswa bisa terhambat karena pengajar tidak mengajar sesuai zamannya. Bisa juga, lambatnya kemajuan belajar siswa akibat guru tidak bisa mengukur kemajuan belajar muridnya.  Peter Drucker mengatakan if you can't measure it, you can't improve it. Akibat tidak dapat mengukur kemajuan belajar siswa, maka tidak ada upaya memperbaiki mengajar. 

Secara ideal, kemajuan belajar diarahkan agar siswa dapat  mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia sehat berilmu cakap kreatif Mandiri.... (lihat UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003). Dalam kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim,  siswa ideal seperti yang digambarkan pada UU Sisdiknas,  disebut siswa yang memiliki karakter sebagai profil pelajar Pancasila. 

Seiring ditetapkannya kebijakan Merdeka Belajar (SE Kemdikbud No 1 tahun 2020) mengukur kemajuan belajar menggunakan Asesmen Nasional. Pengukuran ini mengevaluasi tiga hal: 1) kompetensi membaca dan bernalar atau Asesmen Kompetensi Minimum, 2) karakter atau Survey Karakter, dan 3) kualitas belajar dan dukungan pembelajaran atau Survey Lingkungan Belajar. 

AKM menggambarkan bagaimana kurikulum dalam pembelajaran telah dilaksanakan.  Hasil dari AKM bisa menjelaskan sejauh mana goal, penilaian,  teknik/strategi, dan konten/bahan ajar dilaksanakan secara standar ataukah sebaliknya. Berbeda dengan UN yang menggambarkan sejauh mana penguasaan konten/bahan ajar, AKM menggambarkan kompetensi membaca dan bernalar yang harus dikuasai para siswa dapat belajar dalam mata pelajaran apapun. 

Dengan adanya AKM guru ditantang untuk membumikan mengajar. Gotong royong, misalnya  sebagai keterampilan berkolaborasi, bukan sebagai sebuah teori, tetapi merupakan pengalaman belajar sehingga siswa terampil bekerja sama dan bisa mengerjakan sesuatu hal dengan suka rela.





Nara sumber: Prof. Dr. Dinn Wahyudin, MA


Penilaian masa normal vs masa khusus

 

Sajian materi tambahan: Penilaian 

Beragam pertanyaan muncul terkait penilaian pada masa khusus (pandemi), di antaranya:

  1. Apakah penilaian hasil belajar yang digunakan sama ataukah berbeda?
  2. Apakah tujuan penialaian hasil belajarnya masih sama?
  3. Apakah ruang lingkupnya sama?
  4. Apakah prinsipnya sama?
  5. Apakah bentuk atau teknik yang digunakan sama?
  6. Apakah mekanisme penilaiannya sama?
  7. Apakah mengolan dan melaporkannya sama?
Pandemi Covid-19 memengaruhi prngajaran. OECD (2020) memberikan tawaran sustain education on pandemic melalui: 1) assess students need (akademik, emosi, sosial, kesiapan), 2) strengthen leaning ecosystem (ragam belajar, lingkungan belajar, ekosistem, blended learning), 3) recover learning loss (defisit kompetensi, hilang waktu belajar, assesmen diagnostik), dan 4) rebalance the curriculum (kompetensi esensial).

Bagaimana perkembangan pelaksanaan penilaian selama BDR? Berdasarkan hasil surve penilaian dominan menggunakan WA (media sosial) 88%, online (Google classroom) 61%, kuis 39%, LMS 23%, email 10%, kirim paket 4%.

Di sisi lain, teknik penilaian yang telah tercatat dapat digunakan sangatlah beragam untuk mengumpulkan informasi sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa.Apakah bisa dilakukan penilaian seperti masa normal. Untuk kebutuhan itu dibutuhkan kajian terhadap tuntutan kompetensi esensial yang harus dikuasai murid. 

Penilaian selama BDR menggunakan formatif. 

Tugas guru mengajak siswa untuk melakukan penilaian diri sehingga siswa menyadari: 

  1. Saya tahu jika saya tahu
  2. Saya  tahu jika saya tidak tahu
  3. Saya  tidak tahu jika saya tahu
  4. Saya  tidak tahu jika saya tidak tahu
Kesimpulannya: penilaian pada masa normal dan masa khusus secara esensi sama, namun berbeda teknik dan cara yang digunakannya. Penilaian kondisi khusus dumulai dari rancangan: kisi-kisi, instrumen, soal, pelaksanaan penilaian, laporan.  


Tuesday, November 3, 2020

Sosialisasi Asesmen Nasional Jenjang SMA Hari Kesatu

Penyelenggara: Direktorat PSMA, Kemendikbud
Waktu: 3-6 November 2020
Tempat: Holiday Inn Bandung
Peserta: MKKS, Pengawas, LPMP, Kepala cabang Dinas, Korwas, 
Angkatan 2, Sulut, Sulsel, Maluku, NTB, Papua barat  Sulbar.
Materi Pokok 
1. AKM dan implikasinya pada Pembelajaran 
2. Keselarasan Kurikulum dengan Asesmen Nasional 
3. Kebijakan Asesmen Nasional
4. AKM sebagai indikator Learning Progress
5. Peningkatan mutu SMA pada bidang tata usaha, tata kelola, peserta didik, sarana prasarana dan Penilaian tahun 2020


Pembukaan 16.00
1. Tata tertib (3M)
2. Pre test
Pembukaan di-zoom-kan ke Dirjen Kemendikbud.
- Kelebihan dari tatap muka di antaranya mengurangi distorsi informasi dan keterlibatan peserta pada kegiatan.
- Asesmen Nasional berbeda dengan ujian nasional.
- Asesmen Nasional mencakup: AKM, Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar 
- AKM diikuti oleh siswa kelas 5, 8, dan 11.

Pengarahan dari Dirjen PSMA
- Penilaian untuk PPDB menggunakan penilaian rapor, guru diberi keleluasaan untuk memberikan penilaian kepada peserta didik.
- Banyak orang berhasil dalam kehidupannya karena mereka memiliki kemampuan bernalar (numerasi) bukan karena mumpuni secara akademik. Oleh karenanya, penguasaan numerasi menjadi sanagat penting untuk dikuasai. 
- Hasil dari AN digunakan untuk memperbaiki kualitas mrngajar dan layanan sekolah.
- MKKS, MKPS, Dinas dan LPMP digarapkan dapat  membantu mentransfer informasi AN. 
-Khusus untuk MKKS dan MKPS diharapkan dapat membimbing AN.
- Untuk mengikuti AN tidak  perlu persiapan khusus, tidak ada kisi-kisi.
- Core bussiness dari sekolah adalah proses belajar mengajar.
- Koordinasikan kepada guru-guru agar PJJ tidak memberatkan anak-anak. Komnasham menemukan banyak ketidaksesuaian antara beban belajar anak dengan bimbingan yang diberikan oleh guru. 
- Kondisi PJJ selama 9 bulan ini membuat siswa, guru,  orangtua stres. 

Perpisahan Pengawas: Pergi 4 datang 2

Sebagimana umumnya aparatur sipil negara, masa kerja, di mana bekerja, kinerja apa yang harus ditunjukkan semuanya diatur. Demikian pula dengan jabatan fungsional pengawas, memiliki aturan masa kerja yang harus diikuti. Terdapat empat orang pengawas SMA Kabupaten Cianjur yang masa kerjanya sebagai aparatur sipil negara berakhir.  Mereka adalah Bapak H. Apan, H. Wawan, H. Dadang, dan H. Rahmat Urip. Keempat pengawas tersebut purna bakti dengan waktu yang berbeda namun dengan pengabdian dan kecintaan yang sama terhadap tugas pokoknya. 
Purna bakti keempat pengawas SMA tersebut menjadikan kabupaten Cianjur menjadi semakin kurang, secara rasio, untuk pemenuhan kebutuhan pengawas. Beruntung,  telah diangkat dua pengawas SMA yang baru. Komposisi terakhir, secara kuantitas,  pengawas SMA di Kabupaten Cianjur terdapat lima orang dengan sekolah binaan negeri dan swasta sebanyak 97 sekolah.

Dengan tibanya masa purna bakti empat pengawas SMA di Kabupaten Cianjur,  pengawas yang masih aktif mengadakan silaturahmi di rumah makan Sate Sinta. Acara ini dihadiri oleh 10 Kepala sekolah dan empat pengawas purna bakti serta empat pengawas yang masih aktif. 
Pada acara sambutan, Korwas SMA Kabupaten Cianjur, Bapak H. Kusmayadi,  menyampaikan penghargaan yang setingi-tingginga kepada para pengawas purna bakti. Selain itu disampaikan pula ucapan terima kasih yang tak terhingga atas seluruh pengabdiannya selama menjadi pengawas SMA. 
Sambutan yang kedua disampaikan oleh perwakilan MKKS,  Bapak Haruman, Kepala SMAN  2 Cianjur. Dalam sambutannya, Bapak Haruman memaparkan bahwa MKKS berencana akan mengadakan acara serupa tanggal 13 dan 14 November 2020 di Rancabuaya. 
Sambutan terakhir dari perwakilan pengawas purna bakti, Bapak H. Urip, membuka sambutannya dengan mengisahkan bagaimana awal mula menjadi ASN. Beliau mengisahkan bahwa sebagai orang Bandung,  mendapat tugas pertama di SMA Sukanagara.

Alkisah, Pak Urip tiba di terminal Joglo,  ongkos Bandung-Cianjur Rp500, tahun 1983. Dengan percaya diri  beliau berkata kepada tukang delman untuk diantarkan ke SMA Sukanagara.  Tukang delman terheran-heran. Pak Urip juga heran, kenapa tukang delman tidak mau mengantarkannya. Setengah memaksa Pak Urip meminta diantarkan. Setengah marah tukang delman  berkata,  "Hég wé dianteur, ngan gantian kuda abdi. Sabab pas nepi ka Sukanagara, kuda abdi, paéh." Barulah Pa Urip tahu jika Sukanagara tidak dapat ditempuh oleh delman.

Selanjutnya, Pak Urip naik bis. Sepanjang jalan memperhatikan kabel hitam. Dalam benaknya berkata, kalau ada kabel hitam artinya ada listrik. Hatinya tenang, artinya SMA Sukanagara berada di daerah terjangkau listrik (baca: aya di kota sanes di leuweung).
Setibanya di Sukanagara, alangkah terkejutnya Pak Urip. Tak seorangpun tahu ada SMA Sukanagara.  Seseorang mengantarkannya ke SMP Sukanagara.  Setengah bingung Pak Urip mencerna fakta yang harus dihadapinya.  Rupanya, SMA Sukanagara masih menempel di SMP Sukanagara.  
Itu secuil kisah awal karir ASN Pak Urip sampai pada akhirnya menjadi pengawas.
Selamat kembali kepada keluarga para pengawas purna bakti. 

Monday, November 2, 2020

Monev BDR 3A-Cianjur

  • Judul Kegiatan: Monitoring kebijakan Kemdikbud terkait penyelenggaraan belajar dari rumah pada masa adaptasi kebiasaan baru (2020)

Tempat Kegiatan: Zoom, daring

Waktu Kegiatan: 2 November 2020, mulai pukul 6.45 -12.00
Penyelenggara: LPMP Jawa Barat 

Inti Kegiatan

  1.  Pembukaan, oleh LPMP, Ibu Leni
  2. Paparan Bapak Gusmayadi M (LPMP)

  • Kebijakan pendidikan di masa pandemi COvid-18 diatur oleh Kepres no 12 tahun 2020 tentang penetapan bencana nasional penyebaran corona virus.
  • Kebijakan tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dimilai pada Juli 2020 dan pembelajaran di zona hijau dapat dilaksanakan. 
  • Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah terkait BDR terdapat 57% peserta didik berada di daerah zona merah dan oranye, dan 43% berada di daerah kuning dan hijau. 
  • Kurikulum darurat/kondisi khusus berupa penyederhanaan kompetensi dasar yang mengacu pada kurikulum 2013. Penyederhanaan KD untuk setiap mata pelajaran sehingga berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutakn pembelajaran di tingkat selanjutnya.
  • Proses pemngambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka untuk peserta didik berdasarkan SK Mendikud Nomor 4 tahun 2020, Keputusan 4 Menteri mengenai penyelenggaraan pembalajaran TA 2020/2021 dan pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran corona menetapkan Belajar dari ruman (BDR).
  • BDR sesuai SE Mendikbud nomor 4 taaun 2020 melalui PJJ yang dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum, nilai tidak dalam bentuk skor.
  • PJJ didefinisikan sebgai pembelajaran yang dengan menggunakan suatu media yang meungkinkan terjadi interaksi antara pengajar dan pembelajar. Teknik bisa daring atau luring (Lihat SE nomor 15 tahun 2020). Untuk pembelajaran secara daring dapat menggunakan vicon, misalnya webex, zoom, meet, teams atau menggunakan LMS seperti Edmodo, Google classroo, teams. Sedangkan PJJ luring dilakukan dengan menggunakan media elektronik seperti televisi, radio, video atau menggunakan buku kerja siswa, modul.
  • Alternatif BDR dulakukan dengan daring atau luring, tetap interaktif dan berorientasi HOTS, frekuensi tatap muka maya dibatasi, alokasi waktu JPL sesuai struktur kurikulum setiap JPL dikurangi.
  • Beban belajar BDR memuat jumlah jam belajar yang dialokasikan untuk pembelajaran SMA dapat menggunakan pendekatan tematik. 

Kehadiran virtual

3.  Paparan dari Bapak Ahmad Sutardi, Pengawas SD
Judul: BDR di lingkunga DIsdikbud Kab  Cianjur jenjang Dikdas
Sesuai landasan pelaksanaan BDR maka di Kabupaten Cianjur melaksanakan BDR sesuai SE Mendikbud dan pelaksanaan BDR selama Pandemi, dilengkapi dengan Surat Edaran Bupati Cianjur yang menetapkan Kab Cianjur sebagai zona kuning sehingga pembelajaran dilakukan dari rumah.

Sekolah Dasar melaksanakan BDR dengan menggunakan siaran radio. 

Monitoring dilakukan dengan jalur pengawas sekolah di setiap jenjang, menggunakan instrumen yang diberikan LPMP. Pengevaluasian difokuskan pada jarungjung (guru kunjung), konsistensi pelaksanaan, tingkat ketercapaian pelaksanaan BDR, RTL yang dilakukan oleh satuan pendidikan. Diberikan sanksi berupa teguran tertulis bagi sekolah yang melaksanakan BDR yang tidak sesuai dengan peraturan.

Kendala yang dihadapi: 1) kompetensi guru dalam melaksanakan BDR masih perlu pembinaan untuk dapat melaksanakan BDR efektif efisien, 2) sinyal tidak merata, 3) bantuan pulsa dari kementrian belum seluruhnya sampai ke sasaran terkait kendala teknis misalnya siswa yang tidak memiliki gawai, nomornya ganti, hape bergantian dipakai dengan orangtua, 4) bantuan pulsa sangat bermanfaat.

Gambaran hasil BDR: 1) BDR di kabupaten Cianjur berjalan cukup efektif, 2) satuan pendidikan tetap konsisten melakukan BDR, 3) SPMI pada satuan pendidikan tetap berjalan dengan fokus pada BDR, 4) SPME dilaksanakan oleh TPMPD kabupaten Cianjur dengan pemantau Pengawas sekolah.

Pertanyaan; 
1. Ade
Khusus untuk SD dilakukan luring dengan model Jarungjung (pembelajaran guru berkunjung). Siswa berada di sebuah titik kumpul. Pengawas mengunjungi titik kumpul dan satuan pendidikan untuk mengevaluasi BDR. 

2. Yusuf, Cipanas
Pengalaman: dari 43 siswa diberitahu bahwa belajar dengan cara daring, luring dan jarungjung. Daring hanya bisa diikuti 23 siswa. Kemudian diubah ke WA, dominan luring, masalahnya HP berebut dengan kakaknya, untuk solusi, siswa mengumpulkan tugas keesokan harinya. Jarungjung, siswa berkumpul di sebuah titik, orang tua datang ke titik kumpul mengakibatkan orang tua menunjukkan keramahan dengan memberi dukungan misalnya makan dan minum. Terakhir, pengumpulan tugas dikumpulkan di salah satu siswa, cara ini relatif meringankan guru yang harus mendatangi siswa. Baru-baru ini, siswa diminta masuk ke sekolah karena ada praktik IPA. 

3. Sopandi, SDN Cilaku 1
Mengajar kelas 6. Kendala bagaimana mengurangi kejenuhan pada siswa dan orangtua, semakin hari, semakin menurun semangat belajarnya. Siswa tidak memedulikan belajar dan para orangtua merasa bosan dengan kondisi pandemi, dengan kata lain, orangtua tidak antusias mendorong anaknya untuk belajar. 
Solusi 1: Hj. Euis Komariah.
Bosan yang ditunjukkan siswa dan orang tua terhadap pembelajaran karena 'begitu-begitu saja'. Alternatif: Jarungjung dilakukan secara berkeliling, berpindah tempat (Posyandu), memilih ruang terbuka, mengunjungi orangtua secara berkelompok.
Solusi 2: Bambang, SMPN 1 Bojongpicung
Melakukan binaan kepada KS, operator sekolah, guru, memberikan sosialisasi. 

Esih, SMPN 1 Cianjur
Satu hari hanya dua pelajaran berlaku di seluruh level (7,8,9) dengan mengacu pada kurikulum khusus. Pembelajaran blended learning dengan patokan jika memiliki HP dilakukan daring dan luring untuk siswa yang tidak memilikinya.
Untuk beberapa mata pelajaran: matematika, bahasa Inggris kelas 7,  siswa ke sekolah. 

4. Paparan dari Bapak Asep Argawinata.

Monev implemntasi BDR diatur oleh undang-undang, peraturan pemerintah, dan peraturan menteri. Tujuan monev secara umum untuk memonitoring keterlaksanaan kebijakan Kemdukbud, secara khusus untuk memastikan bahwa penyelenggaraan BDR sesuai peraturan, memastikan bahwa BDR memenuhi hak siswa, sebagai dasar informasi dalam penyusunan rekomendasi hasil pelaksanaan Monev, dan sebagai bahan laporan kepada Kemdikbud.  Hasil yang diharapkan dari monev adalah terkumpulnya informasi pelaksanaan BDR. 

Tahapan monev dimulai dengan penyusunan bahan pada Agustus sampai Oktober 2020. Kemudian, dilaksanakan vicon sebanyak 5 angkatan. Penjaringan data monev dimulai setelah selesai vicon sampai dengan 13 NOvember 2020. Terakhir, bimtek penyusunan laporan hasil monev tanggal 20 s/d 22 Nov 2020. Penanggung Jawab pengambil instrumen: KS, PS, guru yang mengikuti vicon. Responden yang mengisi instrumen BDR: Pengawas 2, Kepala SMA 5, Guru SMA 5, Siswa SMA 5, Orangtua siswa 5.
Perwalian Cianjur" Mohamad Dudi Solahudin. Wali CPDW:  M.Pd. Dewi Wulansari, M.Pd, dan Mulyanti Lestari (Disdik Cianjur).

Tahapan Kegiatan
1. Pemetaaan calon responden
2. Penyebaran link instrumen kepada responden
3. pengisian instrumen oleh responded secara daring dengan didampingi PJ
4. Pemantauan dan perkembangan data instrumen yang sudah dientry responden

Mekanisme pemetaan responden.
1. pemetaan sekolah responden berdasarkan letak geografis
2. tentukan pengawas pembina sekolah tersebut
3. tentukan satu/beberapa sekolah binaan PS
4. Mengisi instrumen

Mekanisme pengisian
1. sebarkan link instrumen monev
2. saat mengisi dampingi secara daring
3. pantau data yang dientri.








 







Sunday, November 1, 2020

Usai Reuni

Tidak lagi jadi ukuran keberhasilan di masa SMA secara akademik dengan pekerjaan apa yang menyokong hidup sekarang.
Itu yang bisa saya temukan dari siapa jadi apa.sekarang.