Pages

Monday, September 8, 2025

Pak Zen, mantan KS SMAN 1 Cianjur, wafat

Masih belum percaya akan berita bahwa Pak Zen telah berpulang untuk selamanya.

DDalam beberapa hari terakhir ini aku memikirkan kain penutup mayat, seolah aku harus memastikan ada kain penutup untuk mayat.
Ternyata, Pak Zen, ayahnya Dewi, temen waktu ngajar di SMAN 2 Cianjur, meninggal tadi pagi.
Penguburan baru bubar barusan.
Innalillahi.

Semoga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
Samar masih kudengar suara lbu Zen di sela tangisnya, "Kami susah senang bersama selama 50 tahun."


Pembinaan Bulan Séptémber 2025

Senin ini seharusnya saya datang ke kantor cabang dinas untuk mengikuti kegiatan pembinaan dari kepala cabang dinas dan juga menerima informasi-informasi lainnya. Namun saya tidak dapat hadir karena Ketika saya bangun terasa Kepala saya sangat berat, tenggorokan juga terasa sangat sakit, dan pusing luar biasa. Sehingga setelah memakai baju seragam untuk siap berangkat, saya kembali ke sofa dan terlentang untuk melihat perkembangan apa yang selanjutnya terkait dengan kondisi kesehatan tubuh saya. Tidak dipungkiri akhir-akhir ini saya sering sakit, mungkin karena pengaruh kegiatan yang berlebihan, atau mungkin kondisi kesehatan memang sedang menurun karena imun tubuh sedang tidak bekerja dengan baik.
Masalahnya adalah saya lupa tidak memberitahu Ibu Kepala Cabang dinas bahwa saya tidak dapat hadir, saya malah dia menikmati sakit kepala yang berat bukannya mengirim WhatsApp ke ibu kepala cabang dinas. Akhirnya pada pukul 08.00 saya ditelepon oleh ketua MKPS yang menanyakan Saya sedang ada di ada di mana, Saya jawab saya kurang sehat. Setelah itu saya berusaha tidur dan menenangkan diri.  Hari Senin ini saya ingat Saya punya janji dengan sekolah akan memberikan pembinaan terkait dengan persiapan Anugerah Panca Waluya, pengecekan penilaian kinerja kepala sekolah dan TKA.
Sekitar pukul 10.00 kurang dengan sangat memaksakan diri saya mengundang para guru, kepala sekolah, operator dan koordinator Satgas Pancawaluya untuk dapat hadir di ruang virtual. Saya menggunakan Google Map yang memakai akun belajar.id yang diberikan oleh kemendikdasmen.
Terdapat sekitar 40 peserta yang hadir dan itu sesuai dengan ekspektasi saya. Materi pembinaan yang diberikan pertama-tama dikaitkan dengan peningkatan kualitas hasil belajar melalui praktik kinerja kepala sekolah yang telah dirancang sejak bulan Juli lalu.  Saya mengingatkan kepada para kepala sekolah untuk segera melanjutkan melengkapi bukti-bukti keterlaksanaan program, dan Jika memungkinkan mungkin pada bulan September ini saya akan mengunjungi sekolah, mungkin kunjungannya secara daring ataupun secara luring, melihat kondisi kesehatan. 

Untuk materi yang kedua terkait dengan program Panca Waluya, Saya menyarankan agar program inovasi yang dilakukan oleh sekolah Segera dilaksanakan, dan segera mendaftar sesuai dengan rancangan yang sudah diatur oleh pihak penyelenggara titik untuk sekolah-sekolah swasta diharapkan mendaftar dengan menggunakan NIK username yang menggunakan NPSN.

Terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para peserta terkait dengan pelaksanaan program Panca Waluya. Kekhawatiran muncul karena membayangkan pendaftaran ke program Panca Wali yaitu merupakan sebuah lomba. Saya sampaikan bahwa pancawalaya itu merupakan anugerah artinya penghargaan kepada sekolah-sekolah yang melaksanakan program. Tetapi saja pemberian penghargaan kepada sekolah itu karena jumlahnya banyak mulai dari SD SMP sampai dengan SMA SMK dan SLB tentu tidak semuanya mendapatkan penghargaan dalam bentuk mungkin materi titik kalau sekedar berbentuk sertifikat semuanya akan mendapatkan.

Selanjutnya untuk materi TKA saya sampaikan bahwa semua sekolah harus segera mendaftar, karena berdasarkan laporan dari Pak purba terdapat beberapa sekolah yang belum mendaftar. Kepala SMA Darul Ulum menyampaikan bahwa belum mendaftar karena bingung terkait dengan sarana dan prasarana serta Bagaimana cara memasukkan sesi. Saya sampaikan lebih baik daftar saja dulu kemudian nanti untuk sesi dilihat setelah keluar DNT-nya.

Saya sampaikan agar para guru kelas 12 segera mengenalkan soal-soal berbentuk TKA. Tapi kalau dipandang perlu, saya sampaikan saya akan memberikan pendampingan secara daring mengenai bentuk-bentuk soal TK A yang memang sudah diedarkan oleh pihak pemerintah.

Kegiatan ditutup dengan meminta para peserta untuk mengisi absen menggunakan aplikasi zoho form.

Refleksi:
Dari beberapa kali Kegiatan saya belum pernah dihadiri oleh Kepala SMAN 1 Cipatat. untuk kegiatan secara daring selalu saja ada alasan yang mengakibatkan tidak dapat hadir. Yang harus saya lakukan adalah memastikan bahwa semua informasi yang saya sampaikan itu sampai pula kepada kepala sekolah. 

Dari grup WA saya mendapatkan bocoran, bahwa ada berbagai materi yang dilakukan oleh para pengawas yang telah mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam.

Thursday, September 4, 2025

SMA Prima Teladan dan SMA IT Baitul Ilmi

Diawali dengan menunggu dijemput untuk bisa ke SMA Prima Teladan karena saya sebelumnya belum pernah ke sekolah tersebut,  hanya dengar alamatnya di Cugenang.

Perjalanan ke SMA Prima Teladan melewati jalan yang tidak baru untuk saya.  Arahnya dari Cianjur kota menuju ke arah Pacet, nanti belok di Cugenang,  ikuti jalan Cugenang, ketika ketemu Alfamart, ambil jalan lurus,  sekitar 1 km dari Alfamart di sebelah kiri lokasi SMA Prima Teladan cirinya gerbang dan bangunan berwarna hijau.
Sekolah berada di  sekitar sawah dengan cuaca sejuk.
Acara dimulai pukul 8.30 berupa acara formal: nyanyi, sambutan, doa, ends at 9.35. Seremoni umum.
Saya memberikan materi: TKA dengan menjelaskan kisi-kisi dan mencatat bentuk soal, Pancawaluya,  dan  kokurikuler.  
Semoga mereka mendapatkan sesuatu untuk digunakan dalam menghadapi TKA. 
Well ternyata,  mereka belum tahu ada contoh soal TKA. 

Pukul 11.00
Diantar operator menuju ke SMA IT Baitul Ilmi karena diundang Pak Agus Hamdan untuk menemani menjelaskan akreditasi untuk 44 butir akreditasi yang akan di lakukan persiapan di sekolah tersebut. Saya tiba hampir aku 11 lebih beberapa menit, kegiatan masih berlangsung. Saya lihat para gurunya terlihat pernah mendengarkan begitu banyak indikator yang harus diselesaikan.
Sampai kira-kira pukul 03.00 Saya dan Pak Agus masih berada di SMA IT Baitul Ilmi tapi dengan memberikan harapan agar para guru dan kepala sekolah Menindaklanjuti apa yang diperoleh hari ini dengan mengumpulkan dokumen-dokumen sesegera mungkin.
Setelah itu kami pulang dan saya berhenti di pertigaan salak Cianjur pulang ke rumah dengan naik grab rp9.500.

Sampah Masih Jadi Masalah

Kamis, 4 September 2025
Ketika scroll YouTube, tanpa sengaja saya dipertontonkan dengan carut marutnya sampah di Amerika. Saya mengira kalau Amerika, tidak akan ada sampah seperti itu, melainkan sebuah negara yang bersih dengan pengelolaan sampah yang tertata dengan baik sehingga tidak ada warganya yang menderita sesak nafas atau penyakit tertentu akibat adanya sampah. Pada video yang diunggah pada YouTube tersebut disebutkan bahwa sampah-sampah tersebut sebagian dikelola dengan cara dibakar diperlihatkan asap hitam membumbung tinggi ke udara dan beberapa orang ditunjukkan sakit akibat menghirup udara pembakaran sampah. 
Selain itu juga ditunjukkan air dari selokan-selokan yang berwarna kuning akibat cairan-cairan yang keluar dari sampah tanpa dikelola, juga akibat dari pembusukan sampah yang pengelolaannya terlambat.
Narator pada YouTube tersebut menyampaikan bahwa ada kekhawatiran kelak sekian puluh tahun yang akan datang dunia ini akan penuh oleh sampah, dan manusia tidak bisa hidup Karena dia harus bersebelahan dengan sampah.
Hal yang sama mungkin akan terjadi juga di negara Indonesia tercinta. Saat saya keluar dari rumah, di sepanjang jalan Siliwangi dari mulai Pasir Hayam sampai dengan SMPN 2 Cianjur, sampah masih bertebaran titik Saya berharap sampah-sampah tersebut masih ada di sana karena belum diambil oleh pengelola sampah; bukan karena memang tidak ada pengelolaan sampah yang dilakukan dengan baik oleh pihak pemerintah daerah Cianjur. Saat ini waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi, mungkin hari ini pengelola sampah akan datang lebih siang dari biasanya karena mengambil sampah dulu di tempat yang lain sesuai dengan arah atau rute yang biasa dilakukannya.
Memang tidak dipungkiri sampah menjadi masalah bersama. sebagai contoh di depan rumah saya ada selokan. Dan masih tetap terlihat setiap pagi sampah-sampah baru dan sampah-sampah lama yang mengambang atau bahkan mungkin sudah lama sehingga menjadi tenggelam dan menghalangi jalannya air di selokan tersebut. Sebelumnya ada tempat pembuangan sampah di Gang sebelum ke Jalan Utama. tetapi itu menjadi pemandangan yang sama sekali tidak sedap bagi mata dan juga tidak sedang bagi hidung. Sampah-sampah yang berceceran di mana-mana mengakibatkan pemandangan menjadi sangat tidak indah.  Biasanya sampah-sampah yang dibungkus rapih itu yang dikirimkan oleh masyarakat, akan dibuka satu persatu dan diacak-acak oleh orang yang mengais-ngais sampah tersebut.
Bersyukur jam bergeser sedikit dari pukul 7, sampah diambil oleh  petugas. Semoga sampah tersebut diolah bukan pindah tempat ke tempat pembuangan akhir dan dibiarkan menumpuk. 

Wednesday, September 3, 2025

Pelatihan Mandiri, Purna Tugas, dan Wafat

Rabu, 3 September 2025

Pagi ini dikejutkan dengan berpulangnya Ibu Nita, pengawas induksi yang kabarnya sakit jantung. Saya belum mengenal almarhumah dengan baik. Semoga almarhumah kembali ke kedamaian dan menemukan kebahagiaan pada kehidupan baru. Kadang saya teringat Ibu saya sendiri. Ibuku menderita luka pada usus sehingga sulit untuk disembuhkan, setiap saat beliau terlihat meringis menahan sakit di dalam tubuhnya yang sudah terlalu lelah menahan derita bertahun-tahun. Dokter dan rumah sakit menyerah untuk mengobatinya. Saat beliau berpulang, dalam hati kecil saya mungkin ibuku menginginkan kematian agar sejenak bisa istirahat dari rasa sakit yang seolah tidak pernah henti. Ibu Nita, entahlah, semoga almarhumah pun dapat sejenak menikmati istirahat dari sakitnya.


Saya mengetahui tentang wafatnya Bu Nita dari WA. Ternyata beritanya ada di grup Pengawas KCD 6, di Grup induksi, dan di grup pengawas Jawa Barat. Saya tidak terlalu memperhatikan isi WA. Saya juga kejam mungkin; saya tidak melakukan salin rekat ucapan innalilahi dan seterusnya yang panjang yang dikopi dari isi WA sebelumnya. Saya berpikir cara seperti itu, tidak menunjukkan ketulusan untuk orang yang mungkin tidak akan pernah lagi ber-WA. Di grup kecil, saya merespon kabar duka tersebut, Lebih karena takut dianggap tidak empati, padahal dalam hati, saya hening dan berdoa sejenak ketika membaca pertama kali beliau wafat.


Saya juga membaca ada pengawas yang purna tugas. Keduanya menandakan 'selesai'  Meninggal artinya selesai dengan tugas hidup. Pensiun artinya selesai dengan tugas kedinasan. Selesai memberikan kesan kosong setelah kata itu. Setelah selesai tidak ada lagi ada hal lain yang akan dikerjakan. "Manusia yang baik adalah mereka yang  'selesai' dengan dirinya" begitu kata pepatah, Untuk pepatah ini bukan berarti harus mati, tapi manusia dalam hidupnya harus mampu menunjukkan kemampuan mengelola nafsu dan hasratnya sehingga tidak serba ditabrak demi memenuhi kepuasan hidup. 


Hari ini saya merencanakan membuat PPT untuk besok hari memberikan materi kebijakan di SMA Prima Teladan Cugenang. Kepala masih terasa sakit, semoga bukan karena kolesterol. Setelah berobat kemarin, sakit kepala lumayan berkurang, semoga sehat seterusnya. Sambil mengisi waktu karena belum mood membuat PPT, saya mengikuti pelatihan mandiri di Rumah Pendidikan. Materinya tentang penyusunan kurikulum satuan pendidikan tahap berkembang, siap, dan mahir. Tidak terlalu tertangkap pesannya, karena saya mendengarkan paparan sambil mencuci baju yang dilanjutkan dengan memasak snack 'basreng rasa kencur'. Saya juga berinovasi mencoba membuat kudapan dari pepaya muda untuk nanti sore. 

Sore ini makan hanya dengan sayur labu siam


Monday, September 1, 2025

Pohon Pinggir Jalan

Senin,  01 Septmeber 2025

Hari ini saya mengantar suami membeli tali tambang untuk pengikat screen house yang selalu kalah diterpa angin. Screen yang terbuat dari plastik berkibar-kibar tersapu angin yang membawa tenaga hebat seolah ingin mengangkat semua plastik termasuk  genteng yang digunakan manusia untuk berlindung dari panas dan hujan. Angin luar biasa sepak terjangnya. Sekali sepak dan sekali terjang, manusia sama sekali tidak berdaya. Untuk angin kecil, manusia, seperti suami saya, hanya bisa berupaya dengan membeli tambang yang tahan terkena hujan dan panas, kuat bertahan tahunan, kuat menerima siksaan angin, siksaan sinar matahari, dan siksaan dinginnya malam. 
Maaf saya melantur. Intinya, kami berdua memakai motor Vario berangkat ke toko seberang BRI jalan Adi Sucipta, di sana ada toko yang menjual peralatan pancing, tambang, jaring. 


Membeli barang yang  kuat dengan harga murah, tidak gampang. Harus dihitung untung ruginya. Saya yang biasa belanja tanpa hitung rugi karena yang dibeli hanya tahu, kacang buncis, kentang, harganya segitu-gitu saja, merasa bosan dengan percakapan jual beli yang terdengar absurd untuk saya.  Maka saya keluar dari toko.


Hal pertama yang saya lihat adalah pohon yang berbuah merah. Pikiran saya melantur apa pohon ini dikawinkan sehingga berbuah merah? pasalnya di tempat lain, saya menemukan pohon yang sama, tapi berbunga. DI kali lain, saya menemukan pohon ini berbuah keriwil-keriwil seperti belimbing. Pohon ini mengundang keanehan.

Buntu dengan pohon yang bisa berbunga, berbuah bermacam-macam, saya mengamati pinggir jalan. Ternyata sepanjang jalan Adi Sucipta tempat adanya Bank BRI, SMPN 4 Cianjur, Cabang Bank BRI, Toko Sarung, ada pohon yang sengaja ditanam oleh pemerintah. Saya tidak tahu namanya, dan tidak tertarik untuk melihat ke Google Lens apa namanya. 
Pohonnya terlihat kuat, bunganya kuning. Warna kuning yang terang. Sangat menarik. Manusia bisa membuat warna dari beragam media, tapi meniru warna kuning persis seperti bagaimana alam menunjukkannya, mungkin tidak semua bisa. 

Hari Senin saya  mengantar suami, tidak bekerja dong! Tidak, saya menghindari bekerja, hanya untuk hari ini saja. Cianjur sedang dalam suasana tidak aman. Demo dan penjarahan sedang terjadi di mana-mana, begitu kata kabar instagram. Ada yang mengambil barang-barang dari rumah Ibu Sri Mulyani, dari rumahnya Eko Patrio, dari rumah Syahroni -kabarnya jam mahal harganya 11 miliar. Aduh 11 miliar itu segimana ya uangnya? Seumur hidup saya bekerja, sepertinya tidak akan mencapai angka 11 miliar. Saya jadi tertarik ingin jadi anggota DPR juga. Bekerja jadi buruh kecil, sudah cukup, sudah saatnya menjadi wakil buruh dan membantu menolong para buruh. Cuman kalau saya jadi anggota DPR, dari mana biayanya? 

Beberapa sekolah tutup, SD Ibu Dewi di sepanjang jalan SIliwangi, semuanya tutup. SMPN 4 juga tutup, tidak ada kegiatan persekolahan yang terlihat. Tentu sangat mencemaskan jika suasana begitu mencekam tapi anak-anak berangkat sekolah yang letaknya tidak jauh dari gedung DPR. Saya lihat di Instagram gedung DPR Cianjur gerbangnya hendak dirobohkan. Semoga tidak ada korban dan kerusuhan tidak berkepanjangan. Ngeri ketika mendengar ada yang terinjak, terpukul, atau terhimpit saat kekacauan terjadi. 

Ibarat pohon pinggir jalan Adi Sucipta yang ditanam pemerintah, dia tidak tahu mungkin kalau dirinya dibeli oleh anggaran negara, juga dia tidak tahu jika setiap lembar daun dan kelopak bunganya dibeli oleh pajak rakyat. Bersyukur di Cianjur tidak ada yang marah pada pohon sehingga pohon aman berdiri melindungi jalan, dan mungkin meneduhkan sedikit area di sekitarnya. Saya dengar di beberapa tempat banyak sekali segala sesuatu yang merupakan barang publik, dirusak. termasuk pohon, pot, pagar, bahkan stasiun.

Pohon yang dibeli oleh uang negara, dia tidak menginginkan itu, mugkin. Ketika pohon dirusak, digulingkan potnya, dia juga tidak menginginkan itu, mungkin. 


Kegiatan Pengawas

 Senin, 1 September, bekerja dari rumah karena ada pengumuman sedang ada demo

1. Memeriksa program pancawaluya SMAN 1 Kadupandak dan membahas tanggung jawab kordinator, guru wali, wali kelas.


2. Menyampaikan Panduan selama kondisi darurat demo DPR yang juga merambah ke DPRD kabuapten Cianjur dan perusakan gedung


3. Berbagi Transformasi Pengelolaan Kinerja KS kepada para pengawas induksi


4. Menerima Laporan pelaksanaan MPLS SMATER


5. Koordinasi dengan pengawas Rosmala perihal kegiatan IHT bersama sebagai tindak lanjut pelaksanaan surat perintah dari kepala KCD 6


6. Koordinasi dengan sekolah swasta perihal tindak lanjut dari darurat demo

7. Mengajukan cuti kedua untuk kuliah S3 dengan alasan kesulitan finansial