Pages

Wednesday, September 23, 2020

Eksplorasi Konsep - Pendidikan yang Memerdekakan Menggali Pemikiran para Tokoh

 

  • Pemikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai konsep Pendidikan yang Memerdekakan mencakup kemandirian, kemerdekaan, kodrat alam, kodrat zaman, asas trikon, budi pekerti, dan patrap triloka.
  • Pemikiran dan praktik belajar mandiri menurut Maria Montessori, Friedrich Fröbel, Rabindranath Tagore sebagai referensi pemikiran KHD
  • Pemikiran John Dewey, John Holt, Homer Lane, dan Francisco Ferrer
  • Tambahan referensi lainnya
  1. Pemikiran apa  yang menurut Anda menarik?
  2. Siapa tokoh yang pemikirannya dapat menjadi referensi Anda?
  3. Apa  yang Anda pelajari  dari  tokoh-tokoh ini?
Ki Hajar Dewantara
Pendidikan adalah tuntunan hidup yang berhubungan dengan kodrat anak (dasarnya). 
kodrat (dasar) dan keadaan saling memengarahui disebut konvergensi. saling tarik menarik akhirnya menjadi satu. 

dasar-jiwa adalah keadaan jiwa yang asli sesuai kodratnya belum terkena pengaruh apapun. 
Ada yang memandang jiwa anak itu: 1)  ibarat sehelai kertas kosong, sehingga pendidik bisa mengisinya sesuai kehendaknya (terori rasa). 2) ibarat kertas yang sudah penuh sehingga pendidik tidak  bisa lagi mengisinya hanya bisa mengawasinya (teori negative), dan 3) sudah ada tulisan namun masih samar, sehingga pendidik bisa menegaskannya, menebalkannya (convergentie-theorie). 

convergentie-theorie memandang bahwa watak manusia dibagi ke dalam dua bagian: 1) intellegible (berhubungan dengan intelektual, pikiran angan-angan) bisa diubah oleh pendidikan dan keadaan, dan 2) biologis yang tidak dapat diubah selama manusia itu hidup (misalnya rasa takut, ras malu, rasa kecewa, rasa iri, rasa egoisme, rasa sosial, rasa agama, rasa berani, dan sebagainya).

Menguasai diri adalah kunci agar tabiat biologis tidak menjadi negatif. Kecerdasan budi yang dimiliki orang yang menguasai diri sungguh baik, yaitu dapat mengadakan budi pekerti yang baik dan kokoh sehingga dapat mewujudkan kepribadian (persoonlikjkheid) dan karakter (jiwa yang berazas huhum kebatinan).
Oleh karenanya, menguasai diri adalah tujuan pendidikan dan maksud keadaban. Beschaving is zelfbeheersching’ (adab itu berarti dapat menguasai diri).

‘budi pekerti’atau ‘watak’  atau karakter diartikan sebagai bulatnya jiwa manusia, yaitu jiwa yang berazaz hukum kebatinan. Budi pekerti, watak, atau karakter merupakan hasil dari bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga.

Jenis-Jenis Budi Pekerti
Pembagian budi pekerti menjadi beberapa jenis tesrbut berdasarkan pada sifat angan-angan, sidat perasaaan, dan sidat kemauan (analystis).

Prof. Dr. Heymans, berdasarkan hasrat seseorang
 1. Kekuasaan (machtsmensch), 2. Agama (religious mench), 3. Keindahan (kunstmensch), 4. Kegunaan atau faedah (nutsmensch atau econimisch mensch), 5. Pengetahuan atau kenyataan (wetenschaps) dan 6. Menolong mendermakan atau mengabdi (sociale mensch). 

Naluri Pendidikan
tiap-tiap orang terhadap anak-anak terbawa oleh adanya paedagogis instinct, yakni keinginan dan dan kecakapan tiap-tiap manusia untuk mendidik anak-anaknya agar selamat dan Bahagia. Naluri atau instinct disebabkan pula oleh adanya naluri yang pokok (oerinstinct), yang bertujuan agar terwujudnya keberlangsungan keturunan (ngudhi-tuwuh), behoud van de sort). 

Aturan forum diskusi:

  1. Diskusi ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman bersama tentang prinsip Pendidikan yang Memerdekakan.
  2. Sikap berpikiran terbuka (open-minded) dan saling menghormati menjadi nilai dasar dari proses diskusi ini.
  3. Calon pendamping saling memaparkan pandangan pribadi dan tanggapannya atas paparan calon pendamping lain.
  4. Moderator dalam diskusi ini adalah instruktur. Maka instruktur akan menentukan kesempatan bicara tiap calon pendamping. Ketika salah seorang calon pendamping sedang berbicara, maka calon pendamping lainnya menyimak dalam kondisi microphone dimatikan sesaat




Saya mengajar Bahasa Inggris pada siswa yang tidak menggunakan bahasa Inggris dan bahakan merasa tidak  butuh bahaa Inggris. 
Prinsip pendidikan yang saya yakini selama ini adalah bahwa setiap siswa dapat belajar Bahasa Inggris. Mereka dapat menguasai bahasa INggris dengan baik selama mereka memberikan kesempatan dirinya sendiri untuk berlatih, mencoba dan menggunakan bahasa asing tersebut dalam kesehariannya, 

Pemikiran baru yang saya dapatkan dari konsep adalah bahwa benar jika setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk menguasai bahasa Inggris. Secara kodrat mereka memiliki bekal yang sama. Namun tinggal apakah watak inteligible (yang bisa diubah) atau biologis (yang tidal bisa diubah) yang dominan berkembang pada dirinya. dalam hal ini kodrat dasar manusia dan keadaan saling memengaruhi atau konvetgensi, tinggal lebh condong ke mana sehingga menjadi satu watak baru. 

Pemikiran baru ini  memengaruhi pemikiran saya saat ini baha tugas guru menjadi jelas bahwa dia harus menghormati siswanya sesuai kodratnya sehingga dia bisa mengoptimalkan apa yang ada pada dirinya, bukan memaksakan kehendak sehingga siswa menjadi orang lain.

Tantangan yang dihadapi terkait pemikiran baru ini adalah terkait memahamkan  dan menginsyafkan guru bahwa mengajar bukan untuk sekadar menguasai satu bahsa Inggris, lebih dari itu membantu siswa menguasai bahasa agar bisa menunjukkan bahwa dia menguasai dirinya ketika menyampaikan gagasan pada kondisi marah atau tertekan. Untuk mewujudkan itu, guru harus kembali mereflesikan cara emngajarnya, meninjau kembali bagaimana cara pandangnya terhadap pengajaran dan siswa. 

Saya sepakat dengan Pa Angga bahwa sekolah belum menjadi taman yang menyenangkan. Alasannya selama ini sekolah menjadi sebuah tempat dimana jiwa kompetisi dibangun begitu kuat. Par siswa berlomba-lomba menjadi yang nomor satu.  Siswa pandai mendapat posisi di atas dan mendapat priveledge tertentu. walaupun tanking dihilangkan, namun tetap siswa bernilai tinggi dipandang siswa berhasil. 
From 03_B1_42_LIZA ENZELLUTHFIYAH to Everyone:  03:01 PM
sepakat pa Angga. istilah taman siswa lebih menyenangkan dari pada sekolah mungkin. Makanya sekarang diterapkan sistem sekolah ramah anak, lebih melekat dengan istilah taman siswa

Setuju Pa Obing, prinsip pendidikan adalah untuk menggali dan potensi siswa. Alasannya itulah tujuan mulia pendidikan. Masalahnya setelah masuk sekolah, siswa menjadi mati kreatifitasnya. contoh tadi ada siswa yang mengerjakannya beda dengan cara guru, dianggap salah.  Pa Dadang, guru jangan berhenti belajar. Guru berkuasa: menyuruh, melarang. 
Pa Ade: Prinsip: Kemerdekaan. Beban mata pelajaran. Kurangnya keteladanan dari pendidik. 
PA Ali: keteladanan, guru, orangtua. bagiamana Bapa mengakak orangtua untuk menjadi teladan
Ibu Ade: Ilmu tidak berat
Arum: menemukan jati dirinya. Ukuran keberhasilan ditetapkan memalui instumen penilaian. 

PGP day 3

 

eti dewi garut mengajar seni

mengajar seni dipandu guru 

Acep: prinsip menghindari otoriter

Ayah sebagai panutan 

prinsip semua siswa adalah pembelajar

semua sekolah adalah tempat belajar

semua guru adalah pendidik

Ade: Guru seni
setiap anak berbeda bakat dan minat , mengkesplor dirinya

ali Mutaqin

Obing" guru hanya memberi tugas.

cerita singkat pengalaman menjadi siswa dan pendidik

prinsip yang dijalankan sebagai pendidik

tantangan yang dihadapi di sekolah atau wilayah kerja

From 03_B1_45_ARUM HANDAYANI to Everyone:  09:17 AM

saya setelah siapa pak?

From 03_B1_39_ANGGA to Everyone:  09:19 AM

semoga nanti seni dapat di combine dengan mapel lain... semangat bu eti… lanjutkan

From Me to Everyone:  09:19 AM

Luar biasa Bu Eti. Mengajar seni merupakan hal mulia yang membuat siswa bisa tampil percaya diri.

From 03_B1_45_ARUM HANDAYANI to Everyone:  09:19 AM

keren bu eti...

From 03_B1_47_OBING HOBIR to Everyone:  09:20 AM

suara pa acep kecil ya

From 03_B1_45_ARUM HANDAYANI to Everyone:  09:20 AM

iya 

From 03_B1_48_TIA MULIAWATI to Everyone:  09:20 AM

Menurut saya pengajaran oleh bu Eti sudah mulai mencerminkan merdeka belajar. Semangat terus bu Eti

From 03_B1_39_ANGGA to Everyone:  09:21 AM

orang tua guru pertama pa acep… bagus

From Me to Everyone:  09:21 AM

Pa Acep keren. Menjadikan ayah sebagai panutan. Walaupun umumnya ibu menjadi guru pertama, namun ayah ternyata memberikan kesan pengajar yang luar biasa dalam kehidupan Pa Acep, nanti berbagi ya seperti apa pengalaman bersama ayahnya.

From 03_B1_46_Dadan Hermawan to Everyone:  09:23 AM

saya sependapat dengan pa acep bu eti. Ketika pembelajaran memberi kesempatan luas bagi siswa untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya pasti keren.. 

From 03_B1_33_DADANG MULYANA to Everyone:  09:26 AM

untuk bu eti...sangat kreatif...apalagi seni yang perlu praktek disaat belajar jarak jauh ...mohon dishare membangun motivasi praktek nyata siswa disaat belajar jarak jauh seperti sekarang

untuk pa acep...saya sangat  setuju...untuk pembelajaran yang baik...perlu sebuah figure yang dijadikan panutan….sya juga ingin menjadi figure yang baik buat siswa...gimana caranya ya?

From 03_B1_34_ADE SUMINAR to Everyone:  09:28 AM

tantangan yang dihadapi sama dengan miss Badriah yaitu masih banyak guru yang memililih untuk pasif saja

From 03_B1_47_OBING HOBIR to Everyone:  09:29 AM

maaf terpental . ijin matikan video

From Me to Everyone:  09:32 AM

Saya bersetuju dengan Ibu Arum mengenai kerja cerdas, tuntas. 

From 03_B1_45_ARUM HANDAYANI to Everyone:  09:35 AM

trimakasih bu Badriah.

Tantangan dalam menjalani profesi saya sebagai guru adalah  ketika pemangku kebijakan sudah terkontaminasi dengan kepentingan POLITIK!

From 03_B1_48_TIA MULIAWATI to Everyone:  09:36 AM

betul sekali saya setuju dengan pak Ali, mengajar dengan hati dan membuat anak nyaman sehingga termotivasi siswa untuk belajar

From Me to Everyone:  09:37 AM

Pak Ali MUtaqin sangat beruntung bisa bertemu dengan guru Bahasa Inggris yang mutitalenta sehingga menginspirasi siswanya. Kata 'menyenangkan' muncul berbasis apa yang dialami siswa bukan dari teori. Salam saya untuk guru Bapak yang hebat.

From 03_B1_45_ARUM HANDAYANI to Everyone:  09:37 AM

Setuju pak Ali segala sesuatu harus berawal dari hati

From 03_B1_37_ACEP BUDI SANTOSA to Everyone:  09:39 AM

Berarti guru - guru baik jaman dulu menginspirasi ya

From Me to Everyone:  09:39 AM

Pa Obing, fenomena guru mengajar hanya memberi 'tugas' masih menjadi hal yang masih perlu diselesaikan sampai saat ini. Semoga dengan adanya program berbagi praktik baik, tidak lagi ditemukan guru yang tidak memberikan layanan optimal. Sukses selalu Pa Obing.

From 03_B1_37_ACEP BUDI SANTOSA to Everyone:  09:40 AM

sepakat bu badriah

From 03_B1_33_DADANG MULYANA to Everyone:  09:41 AM

pengalaman pa obing...mengingatkan saya akan guru yang seperti itu...mirif pa

From Me to Everyone:  09:41 AM

Terima kasih Pa Acep, menjadi tantangan kita semua ke depan ketika nanti bersua guru yang 'keukeuh' berprinsip bahwa memberikan tugas sama dengan mengajar. 

From 03_B1_45_ARUM HANDAYANI to Everyone:  09:41 AM

betul, bahkan dalam satu sekolah mayoritas pembejaran Daring lebih dimaknai sebagai media pemberian tugas. saya merasa prihatin. 

From 03_B1_37_ACEP BUDI SANTOSA to Me:  (Privately) 09:42 AM

makasih bu komennya

From 03_B1_47_OBING HOBIR to Everyone:  09:42 AM

ijin matikan video

From Me to Everyone:  09:44 AM

Iya Bu Arum, tugas dipandang sebagai mengajar,  terjadi di beberapa sekolah. Hampir mirip dengan yang disampaikan Pa Dadang Mulyana, dimana guru sangat semangat memberikan tugas tapi tugasnya menumpuk tidak diperiksa. 


From 03_B1_37_ACEP BUDI SANTOSA to Everyone:  09:46 AM

mayoritas sperti itu bu Arum

From 03_B1_34_ADE SUMINAR to Everyone:  09:46 AM

setuju dengan pak Dadang yaitu membentuk kesusksesan murid. 


From 03_B1_33_DADANG MULYANA to Everyone:  09:47 AM

untuk bu badriah...semoga saya tidak menjadi guru yang seperti itu ya bu...


From 03_B1_37_ACEP BUDI SANTOSA to Everyone:  09:48 AM

BNu Ade mah seperti amoeba ya, seneng menduplikasi diri

From Me to Everyone:  09:48 AM

Saya yakin Pak Dadang adalah guru yang luar biasa. Bapak berjuang keras untuk membuat siswanya lebih maju dari Bapak sendiri. Itu merupakan cerminan betapa mulianya Bapak.

From 03_B1_34_ADE SUMINAR to Everyone:  09:49 AM

adeuh kenapa sperti amoeba pak? 

From 03_B1_37_ACEP BUDI SANTOSA to Everyone:  09:49 AM

bisa menduplikasikan kemampuan yang sama ke orang lain

From 03_B1_33_DADANG MULYANA to Everyone:  09:50 AM

izin video off dulu signal hilang timbul

From Me to Everyone:  09:52 AM

Selamat datang di tanah Sunda, Bu Wahyu Nur Hidayati. Selamat mengubah sistem secara bergotong royong sehingga Karawang semakin sukses.

From 03_B1_45_ARUM HANDAYANI to Everyone:  09:52 AM

izin tidak menggunakan video, signal tidak bersahabat

From 03_B1_43_WAHYU NUR HIDAYATI to Everyone:  09:54 AM

Nuhun ibu Badriyah. Tanah Sunda luar biasa.

From 03_B1_44_ALI MUTAQIN, M.Pd.I to Everyone:  09:54 AM

Benar bu Badriah, saya sangat bersyukur dapat belajar dengan guru multitalenta, dan menyenagkan, sehingga menjadi inspirasi bagi saya sebagai guru

From 03_B1_37_ACEP BUDI SANTOSA to Everyone:  09:55 AM

Pa Dadan ternyata jadi guru menghanyutkan ya

From Me to Everyone:  09:56 AM

Pa Dadan Hermawan, keren! "Hal kecil" itulah yang menjadikan guru dikenang. Saya memiliki guru yang 'hal kecilnya' membuat semua siswa ingat beliau, Ketika beliau mengajar selalu menggunakan kata 'adalah' tanpa ada konteks, Jadi kami sekelas memperhatikan beliau untuk nanti menyamakan berapa kata 'adalah' yang diucapkannya hehehe.

From 03_B1_37_ACEP BUDI SANTOSA to Everyone:  09:56 AM

Luar biasa pa dadang sangat mencintai profesinya

From 03_B1_44_ALI MUTAQIN, M.Pd.I to Everyone:  09:57 AM

Terimaksih bu Arum, karena berawal dari hatui, maka kita harus senantiasa menjaga hati.

From 03_B1_37_ACEP BUDI SANTOSA to Everyone:  09:57 AM

Ha, betul bu badiyah di sekolah saya juga ada yang seperti itu

From 03_B1_39_ANGGA to Everyone:  09:58 AM

Tuli... nya. Tuli untuk mendengarkan hal dan penilaian negative dari orang lain. Tuli dari kegagalan dan tuli dari kekecewaan… mungkinkah itu pa dadan? hhe

From 03_B1_46_Dadan Hermawan to Everyone:  10:00 AM

lerer pisan pa angga... tuli itu menutup telinga dari hal negative yang kita dengar dan kemungkinan besar membuat kita gak jalan atau down... 

hehe pa acep .. terhanyut terbawa takdir :-D tapi ternyata takdir memang tak pernah ada yang tak indah , karena takdir jadi guru ini tenyata indah



Refleksi hari ke-2 PGP

 Pada hari kedua, PGP dikenalkan pada Modul 1 berisi tiga hal besar yaitu:

  1. Calon pendamping mengartikulasikan perannya sebagai katalis dalam terciptanya praktik-praktik baik di kalangan guru penggerak yang didampingi.
  2. Calon pendamping mendeskripsikan bagaimana misi/ tujuan pribadinya dapat tercapai dengan mengikuti program ini.
  3. Dalam paparan rencana tindak lanjutnya, calon pendamping menggunakan konsep piramida terbalik untuk melakukan perubahan pendidikan di daerahnya.
Ketiga hal tersebut diselesaikan satu persatu mulai pukul 8 pagi dan berkahir pukul 9 malam dengan cara membaca dan mengisi questionare yang disediakan di LMS. Selain mengerjakan di LMS, ada beberapa bagian yang dikerjakan secara terbimbing (sinkronus) tatap maya bersama instruktur.

Secara rinci aktivitas dan inti konten Modul 1 kurang lebih seperti di bawah ini.

  1. PGP mengartikulasikan perannya sebagai 'teman perjalanan' bagi Guru Pendamping (GP) dengan MERRDEKA. Konsep Merrdeka adalah aktifitas menginisiasi praktik baik dengan Mulai dari diri, Eksplorasi, Ruang kolaborasi, Refleksi terbimbing, Demonstrasi kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi dan Aksi nyata. 
  2. Instruktur tidak mengajari atau mengarahkan harus begini dan begitu, mereka berperan sebagai coach yang membuka kesempatan kepada para calon PGP untuk dapat menemukan sendiri bagaimana dirinya sebagai individu dapat berkontribusi pada  transformasi pendidikan Indonesia. (Kadang jadi bingung sendiri, apa yang kita ajukan, kita katakan, kita simpulkan itu benar atau tidak. Instruktur tidak menyimpulkan apakah kita sudah benar atau belum)
  3. Piramida terbalik adalah gagasan untuk perubahan pendidikan Indonesia yang dilakukan secara bottom up. Sebelumnya perubahan pendidikan dilaksanakan secara top down: pemerintah membuat kebijakan, sekolah mengikuti kebijakan, guru melaksanakan kebijakan. 
Piramida terbalik menawarkan solusi perubahan pendidikan dengan dimulai dari individu (guru) yang memiliki pratik baik. Guru tersebut menyebarkan praktik baiknya kepada guru-guru lain. Jika praktik  baik tersebut dilaksanakan oleh banyak guru maka akan diadopsi oleh sekolah/lembaga. Jika lembaga/sekolah sudah banyak yang melakukannya, maka akan dijadikan kebijakan oleh pemerintah. 

Transformasi pendidikan di Indonesia perlu lebih dari sekadar kebijakan yang sifatnya top down. Yang dbutuhkan adalah konsistensi membuat perubahan kecil yang kemudian menyebarluas dan dipraktikan oleh lebih banyak orang yang kemudian dilegitimasi oleh pemerintah. Peran kita sangat penting sebagai pelaku praktik baik di tingkat mikro. Semakin banyak praktik baik yang  terjadi di tingkat akar rumput,  wajah pendidikan akan berubah dari waktu ke waktu. 

semangat perubahannya adalah: Tidak perlu berbicara, cukuplah dengna bertindak. Tidak perlu meminta cukup denan menunjukkan, tidak perlu berjanji cukuplah dengan buktikan. 


Tuesday, September 22, 2020

Refleksi hari kesatu PGP

Pendamping Guru Penggerak (PGP) adalah katalis dalam terciptanya praktik-praktik baik di kalangan guru penggerak yang didampingi. Untuk dapat memenuhi tuntutan tersebut maka calong pendamping guru penggerak (CPGP) diberikan pembekalan sebanyak dua tahap. Tahap pertama selama 10 hari, mulai 21 September sampai dengan 01 Oktober 2020.  Tahap kedua 02-06 Oktober 2020. 

Pada tahap pertama, CPGP dikenalkan pada platform belajar yang harus dilalui selama 10 hari. Platform yang dimaksud adalah LMS yang disediakan oleh GTK dimana setiap CPGP diberikan akses untuk dapat menggunakan LMS yang diberikan sebagagai fasilitas untuk mendukung belajar secara sinkronus dan asinkronus. Sinkronus dalam arti CPGP belajar secara daring didampingi oleh para instruktur. Sedangkan asinkrinus mengacu pada kegiatan dimana CPGP belajar secara mandiri. CPGP masuk ke LMS dan mengerjakan setiap tugas yang diberikan dan membaca modul sesuai hari yang diberikan. 


Pelatihan PGP hari kedua

Pelatihan telah diawali dengan pesan singkat yang panjang. Pesannya saya unggah untuk mengambil manfaat atas nama-nama peserta kelas B dimana saya digabungkan.  Pada kegiatan hari kedua, saya menjadi berada di kelompok A1. Pada hari kesatu saya berada di kelompok B, kemudian masuk ke kelompok kecil yang mempertemukan saya dengan Pa Dede guru Fisika dari Garut yang kini mengajar di SMAN 3 Bandung. 

Monday, September 21, 2020

Pelatihan PGP Sesi 5

Instruktur: 44 Siti Utami atau UUT, IESA Setara, bidang perlindungna anak, penanganan kasus, mengajak sharing bersama, terkait penetapan tujuan. Motivasi tujuan mengikuti program, mengingat kembali 5 smapai 10 hal target, motivasi, cerita pribadi yang melatar belakangi target, 

Kesepakatan kelas

- kektifan untuk presentasi

- kalau mau solat, minta izin saja, nanti pas masuk menyapa lagi karena instruktur tidak kenal semua peserta

Tugas 1. Apa tujuan/motivasi/target menjadi PGP, tuliskan 5 sampai 10 poin target.

1. Berpartisipasi dalam memajukan pendidikan dengan cara ikut serta dan terlibat dalam program yang ditawarkan oleh pemerintah.

2. Belajar menjadi bagian dari komunitas pendidik yang bergerak memajukan pendidik

3. Menyumbangkan sebagian dari waktu yang dimiliki untuk berbagi dengan guru lain

4. Memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk terus belajar sekaligus mengajarkan apa yang dipelajari kepada guru lain

5. Menginspirasi setiap insan pendidik bahwa untuk berguna bagi kemajuan pendidikan modalnya cukup dengan siap menjadi pembelajar sepanjang hayat. 


Adakah cerita atau pengalaman pribadi yang melatarbelakangi tujuan tersebut?

Dede Saepudin

Dini Siti A
Berbagi insight, knowledge. Aktif untuk menjadi guru penggerak di berbagai kegiatan.

Herdi Mulyana: ada sesuatu yang berbeda yang biasanya menempatkan guru hanya sebagai ujung tombak, padahal banyak hal yang bisa digali dari guru diantaranya leadership, guru bukan pekerja, padahal dia profesional. Program ini mengadopsi apa yang telah dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara. Guru adalah murod seumur hidup.  Bisa menemukan pembelajar mandiri (Gunung Cikurai Garut)

Alasan 5 sampai 10 menunjukkan pentingnya menetapkan tujuan secara umum. Selama sembilan ke depan harus memiliki bekal untuk mendampingi guru penggerak.

Tulis 5 sampai 10 apa yang hal-hal yang harus dipelajari unutk menjadi guru penggerak yang baik.
1. Bagaimana menjadi coaching yang dapat memfasilitasi guru menjadi guru merdeka

2. Bagaimana memberikan pertanyaan yang dapat menggali hal-hal yang telah dilakukan oleh guru, hal yang perlu dipertahan, hal yang harus diperbaiki dan dilaksanakan pada kegiatan mengajar selanjutnya.

3. Bagaimana menjadi teman perjalanan yang dapat berkomunikasi secara dialogis dengan guru sehingga pendamping benar-benar menjadi teman bukannya beban

4. Bagaimana agar guru dapat merancang model pembelajaran, melaksanakannya, dan mendokumentasikannya sehinga dapat dibagikan menjadi praktik baik kepada guru lain

5. Bagaimana mempertahankan kestabilan emosi, ketahahanan berinovasi agar guru yang didampingi tidak menyerah. 



Obing: konsep belajar yang berpusat pada anak, cara menggali potensi guru agar bisa mengembangkan diir, bagaimana bisa bekerjasama dengan guru sehingga bisa kolaborasi, bagaimana agar guru bisa mencari solusi dengan coaching dari pendamping, bagaimana agar bisa menajdi partner yang baik dan bisa menyebarluaskan hasil dari kegiatan.

Dadang Mulyana: kemampuan pengelolaan diri dan mengajar, pelajari berbagai hal yang meyangkut pendidikan yang berjalan di luar, mempelajari manajemen perubahan.

Iwan Kamaludin: komunikasi dengan guru yang lebih tua, kemampuan transfer ilmu, cara memberikan masukan atas permasalahan yang dialami GP, sejauh mana pengalaman yang dimiliki dapat dibagi dengan calon GP, menggali potensi guru.

Jajang: tanggapan: mempelajari mengamati fakta sehingga dapat mengkritisi dan mengomunikasikannya kepada GP, sikap yang bijak. 

bertemu di modul 6, ada evaluasi 360 derajat evaluasi dari awal sampai akhir.


Sebagai PGP harus memiliki tujuan dan alasan mengapa mengikuti kegitan ini. Nanti bisa saling memotivasi. 

Peserta kelas B room 1





Jurnal hari 1

Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembekalan pada hari ini? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembekalan pada hari ini?

Pembekalan hari kesatu membuka wawasan mengenai apa yang akan dilakukan selama 9 hari ke depan juga selama 9 bulan ke depan. 
Hambatan yang dihadapi selama pembekalan adalah tidak stabilnya jaringan internet sehingga beberapa informasi tidak tertangkap karena keluar dari zoom. 

Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut

Perasaan saya selama mengikuti kegiatan pembekalan hari kesatu adalah sangat ingin tahu dan tertantang. Saya ingin tahu akan seperti apa program ini dilaksanakan, ingin tahu apa peran saya nanti, apa yang harus saya lakukan. Saya memiliki perasaan tersebut karena saya tidak mengetahui program ini seperti apa. Saya juga merasa tertantang dengan program ini. Kegiatan pembekalan yang dilalkukan selama 9 jam merupakan kuantitas waktu pembekalan yang menuntut ketahanan fisik dan konsenterasi yang luar baisa. 

Pelatihan PGP Sesi 5

 Penetapan Tujuan Belajar GP