Pages

Showing posts with label sekolah penggerak. Show all posts
Showing posts with label sekolah penggerak. Show all posts

Saturday, October 14, 2023

Kunjungan Lapangan SLB BC YPLAB Wartawan

Ada pertarungan penulisan tanggal kegiatan yang muncul dalam pikiran saya. Apakah saya tulis sesuai rencana awal, yaitu Jumat 29 Séptémber 2023, atau Jumat 13 Oktober 2023. Kenapa harus sesulit itu untuk sekadar menulis tanggal?
Alasannya adalah karena jadwal yang diminta oleh penyelenggara harus dalam satu minggu. Itu untuk kemudahan pembayaran karena satu kota dapat mengunjungi dua sekolah.
Pada kenyataannya saya melakukan kunjungan Satu hari satu sekolah. Khusus untuk SLB wartawan terhalang satu minggu sampai terlaksanakan karena harus melaksanakan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. 
Keputusannya adalah tanggal ditulis sesuai dengan pelaksanaan yang sesungguhnya, tidak mengikuti keharusan yang diminta dari penyelenggara. 
 kehadiran saya disambut hangat oleh ibu kepala sekolah, Ibu Euis Resnawati. Kegiatan dengan pembukaan tidak terlalu lama saya meminta agar dapat melakukan observasi kelas.

Kelas yang saya kunjungi adalah kelas untuk anak tunarungu, gurunya Ibu U  nayah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi produk. Untuk setiap anak sesuai dengan kemampuannya maka produk yang dihasilkannya berbeda-beda. ada yang hasil produknya berupa menggambar pada kertas, ada yang menggambar pada chromebook, ada yang menggambar pada Photoshop semua ada yang langsung menggambar dengan menggunakan cat air.
 Dalam melaksanakan pembelajaran ini Ibu Unaya didampingi oleh dua orang guru lainnya seperti hal ini membuat pembelajaran berjalan relatif tanpa kendala.

 Usai observasi, saya berkeliling melihat kelanjutan dari kegiatan Project P5 yaitu tanaman Sansivera.
Selanjutnya, kegiatan yang dilakukan adalah melihat praktik baik praktik baik pada implementasi kurikulum merdeka.
Kemudian saya menjelaskan bagaimana kunjungan lapangan ini dapat memberikan manfaat bagi sekolah yang dikunjungi publik barang tidak ada pertanyaan ini saya menawarkan diri untuk melakukan diskusi itu operator sekolah menanyakan mengenai bagaimana cara membuat rkt atau melakukan ekspor pada rapor pendidikan kemudian saya jelaskan bagaimana caranya, kemudian saya contohnya langsung Bagaimana cara menyusun RKT. Saya sangat senang sekali ketika mendengar respon dari operator dan para guru juga kepala sekolah, mereka mengatakan Baru kali ini mereka Paham mengenai bagaimana cara melakukan eksplorasi rapor pendidikan dan bagaimana cara menyusun RKT yang diambil dari rapor pendidikan. 

 selain itu saya juga menjelaskan bagaimana implementasi dari siklus pada komunitas belajar putih siklus yang terdiri dari refleksi, solusi, implementasi, evaluasi diterapkan di lingkup sekolah. Sekolah sudah memiliki buku agenda untuk kegiatan refleksi yang mereka buatkan dalam dua kolom yaitu kolom masalah dan kolom solusi penting tambahan yang saya berikan adalah kolomnya menjadi 4 agar misalnya masalahnya apa dan siapa yang menyampaikan masalah, kemudian dituliskan solusinya Apa nama dan solusi-solusi itu dari siapa dituliskan namanya. Selanjutnya pada kolom implementasi dituliskan apa langkah-langkah pembelajaran atau kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan solusi tersebut selanjutnya pada kolom berikutnya adalah evaluasi kritik dengan demikian 4 siklus pada kegiatan komunitas belajar itu betul-betul terlaksana. 
 Sambil menjelaskan komunitas belajar, rapor pendidikan, pikiran saya berkelana kemana-mana.  saya memperhatikan bahwa guru-guru yang ada di SLB Wartawan ini sudah sepuh-sepuh. ada kemungkinan mereka pensiun dalam waktu dekat itu Saya membayangkan Bagaimana sekolah ini berlanjut dengan guru-guru yang sebetulnya masih belum berpengalaman dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus syukurlah kekhawatiran saya itu mungkin sampai ke ibu kepala sekolah. Beliau mengatakan sekarang ini sudah ada dua guru yang sedang dilakukan semacam mentor menteri sehingga guru-guru baru ini bisa melihat dan mendampingi pada saat guru-guru senior ini sedang mengajar, dan mengambil atau mengamati hal-hal baik yang dapat dia tiru untuk mengajar di kelasnya nanti.




Saturday, September 9, 2023

Lokakarya 2 di SMPN 13 Kota Bandung

Pembukaan dimulai pukul 8.10 oleh Ibu Riska, Kepala SD UI kota Bandung. 
Dihadiri Kepala Dinas,  Kepala BBGP,  Fasilitator,  KS, PS, dan guru.
Acara:
A. Ucapan terima kasih pada diri
B. Tepuk teman kanan dan kiri 
C. Doa
D. Sambutan
Seperti biasa, acara dimulai dengan pantun. Isinya mendokan semoga para peserta senang. 
Selanjutnya, disampaikan bahwa tujuan Merdeka belajar adalah untuk mencapai pembelajaran berkualitas. Dari 26 program Merdeka Belajar,  BBGP memandang bahwa Guru Penggerak,  Sekolah Penggerak,  dan IKM adalah dalam rangka mempercepat terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. 

Adapun Sekolah Penggerak bukan merupakan sekolah yang fisiknya bagus,  tetapi karena KSnya lolos seleksi. Diharapkan dari KS inilah proses transformasi sekolah dimulai. Selama 3 tahun KS didampingi, diintervensi, artinya dalam 3 tahun diharapkan ada peningkatan melalui implementasi kurikulum merdeka. 

Kombel diharapkan sudah berjalan dengan kegiatan berupa diskusi. 
Sekolah Penggerak dituntut untuk menunjukkan transformasi pada 5 aspek:
1. Berpusat pada murid, 
2. Refleksi menjadi budaya,  
3. 
4. Lingkungan Belajar yanag aman, nyaman, dan menyenangkan,  
5. Ada peningkatan pada literasi  numerasi dan karakter.

My own comment: for me the speech went too long, monotonous,  and bored. Sorry this might discomfort. Everybody began talking after his speech went for 20 minutes. In total, he spoke for 40 minutes.  The speech ended at 8.53. What a L00oooong speech. 

Selanjutnya,  MC mengumumkan, "Hadirin,  acara selanjutnya SAMBUTAN dari Kepala Dinas sekaligus membuka acara."
Hikmat

(Gosh, another speech, AGAIN. I am speechless.)
8.55.
Sama, pantun sebagai pembuka.

Ucapan syukur atas dukungan BBGP, BBPMP yang memudahkan komunikasi dalam mengelola pendidikan yang lebih maksimal.  

Guru adalah agen perubahan,  sebagai contoh, suri tauladan, uswatun hasanah. Guru memiliki gaya yang berbeda yang dengan gayanya mengubah peradaban. Oleh karenanya para guru biasakan dan budayakan: perencanaan dan evaluasi dengan menerapkan SMART dan kolaborasi. 
Para guru diundang untuk menunjukkan kinerja terbaik. Cara yang digunakan leluasa. Capaian tertinggi 10, teknisnya boleh 9+1, boleh 5+4. 

Pesan: hadirkan hati dalam setiap kegiatan,  pandang bahwa setiap orang punya kelebihan. 

Saran: pada saat pembagian rapor, jika murid ada 28, maka ada 28 penghargaan. Buat agar setiap murid merasa dihargai.  

9.13
Sambutan ditutup dengan ucapan basmalah penanda Lokakarya 2 dibuka.

Pada Lokakarya 2, saya bertemu lbu Sri, Koordinator FSP  tahun pertama. Difotokan oleh Bapak Dede, temannya lbu Sri. 

Grup PS, KS, Guru. 
Pada  foto di atas, PS SLB, Bunda Nani tertangkap kamera dan senyum manisnya terabadikan. Di belakang beliau, Ibu Neneng Fitri, Kepala SLB CGP; Ibu Euis, Kepala SLB Wartawan. Kedua kepala sekolah ini tanpa sengaja memakai kerudung dengan warna senada 'kuning'.

9.30 
Lokakarya di kelas, di lantai 2. Hal pertama yang dicari toilet. And, voila, toilet ada di 'luruuuus lewat kelas, belok kiri, ads tulisan UKS, belok lahlgi, turun, turun, belok kiri, nah di sana ada toilet'.

Pada saat Lokakarya akan dimulai,  tetiba sekelompok guru masuk. Mereka menyatakan bahwa Fasilitatornya berhalangan hadir sehingga harus bergabung dengan Fasilitator Badriah. Saya terheran-heran karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Namun, ya sudahlah, saya harus menjadi individu yang siap dengan segala ketidakjelasan.  Mereka yang masuk kelas  bukan karena kemauannya. Saya harus menjadi bagian dari solusi. 

Materi pertama adalah PMO.
Hal yang masih perlu dikuatkan dari PMO adalah pada bagian pendokumentasian pemilihan topik, sub topik. Saya menemukan bahwa sekolah yang saya dampingi telah melaporkan PMO pada LMS. Dan tentu saja, ini hal yang menggembirakan.  Artinya secara sistem  sekolah yang saya dampingi telah memenuhi syarat ketepatan waktu pelaporan. Mengenai ketepatan waktu, menjadi tanggung jawab Fasilitator dalam hal mengingatkan sekolah dampingan agar dapat membuat laporan tepat waktu.

Hal kedua, adalah merefleksikan apa yang telah dilakukan pada Pra PMO, Saat PMO.
Secara umum, saya simpulkan bahwa sekolah yang didampingi telah membuat rencana kegiatan sesuai hasil identifikasi masalah yang mereka buat. 


Pada saat Lokakarya,  SLB Ngamprah Raya tidak dapat bergabung karena sedang ada visitasi.  Kepala SLBN Cicendo tidak dapat hadir karena sedang ada persiapan UKK. 

16.04
Saya pulang dengan menumpang ke mobil lbu Neneng, kepala SLB CGP.  Sangat beruntung sekali bagi saya. Ya diizinkan menumpang,  ya diajak menikmati Bakso So'un Mie Lodaya Bandung dan mencicipi es krim duren. 
Segera setelah menikmati Bakso, kami berangkat menuju Cianjur.  Ini menjadi malam Minggu pertama bersama Bu Neneng. 

19.40
Went to Yogya Ciranjang with Bu Neneng. This is my first time visit Yogya. Well, Yogya just Yogya. Anywhere it is, it has the same pattern. 
What You don't see every day: mothers bring their kids to Yogya to kill enjoy Saturday night.  And they spend their time by sitting at the stairs of Yogya Store. The kids entertain themselves by watching people who are busy going  here and there.  Meanwhile,  the moms absorb with their gadgets. 
Saya sangat beruntung sekali hari ini. Pasalnya, saya diajak menunggu jemputan dari rumah Bu Neneng. Semula saya akan menunggu dijemput suami, di Yogya. Kebayang jika saya menunggu di Yogya, jam 9 lebih, suami saya baru bisa tiba di Cianjur.  


Kendala pada saat kegiatan:
1. Mike suaranya putus-sambung sehingga mengurangi kenyamanan menyimak. 
2. Tetiba mendapatkan peserta tambahan 4 SD, tanpa pemberitahuan sebelumnya.  Idealnya ada konfirmasi dulu, tidak suddenly a flock of teachers burst into and invade my classroom. 









Friday, July 7, 2023

ToT Pengimbasan PSP SLB Kabupatén Cianjur

Badriah sebagai pemateri ToT Pengimbasan PSP SLB 

Sekolah Penggerak angkatan 1 dan 2, khususnya SLB di Kabupaten Cianjur, berkumpul untuk mendapatkan pembekalan pada saat berbagi praktik baik sekolah penggerak kepada sekolah yang tidak menjadi sekolah penggerak.

Pada kegiatan ToT bagi Kepala Sekolah dan para guru yang akan berbagi praktik baik, Badriah memberikan materi: 1) How to be a better presenter, 2) IKM, 3) Perencanaan Berbasis Data, 4) Digitalisasi Sekolah, dan 5) PMO. Keseluruhan materi tersebut menjadi bekal untuk berbagi praktik baik nanti.


Friday, June 2, 2023

Cerita Kurikulum Merdeka

 

cerita kurikulum merdeka pada Instagram
Hari Jumat ini menjadi hari kedua terakhir untuk pengiriman cerita kurikulum merdeka. Cerita kurikulum merdeka ini dilombakan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan yang tujuannya untuk menyemarakkan hadirnya tahun ajaran baru 2023-2024. Kisah-kisah inspiratif ini sangat membantu untuk memperluas wawasan mengenai bagaimana realitas nyata implementasi kurikulum merdeka. 

Saya, sebagai pengawas sekolah, merasa terpanggil untuk turut menyemarakkan cerita kurikulum merdeka. oleh karenanya saya berbagi bagaimana saya turut serta memberikan pelajaran kepada orang tua (parenting) yang pernah saya lakukan.

Dalam pikiran saya banyak yang ingin disampaikan, dan secara kesempatan, untuk menyampaikan banyak kegiatan yang telah dilakukan, peserta diberi kesempatan mengunggah sampai tiga konten. Saya merasa tidak siap untuk melakukan pengiriman tiga konten, lama mencari foto-fotonya. Itu yang membuat waktu terasa tersita. 
Saat ini, saya sedang UAS, jadi sebaiknya waktu yang dimiliki digunakan untuk menyelesaikan UAS Semester 2 UPI. 

Jadinya hanya membuat satu saja, sekadar untuk meramaikan gebyar penymbutan tahun baru. Saya kemudian mengajak para kepala sekolah (SLB khususnya) untuk turut berbagi.

Muncullah cerita dari SLB Cahaya Gemilang Pertiwi 


SLB Al Azami.


Guru


SLB BC YPLAB Wartawan 

paling  tidak tugas sudah saya laksanakan. 

Friday, March 10, 2023

Materi Pendampingan FSP dan Feast Pra Puasa

Hari belum lagi bermatahari saat saya menyapa Jumat sebelum adan subuh berbunyi. Udara pagi terasa dingin mencucuk lubang hidung. Kegelisahan memenuhi pikiran. Saya belum membaca ulang PPT materi Peran dan Tugas FSP sekolah penggerak Angkatan 3. Memirsa paparan dengan pengembang materi dan ahli,  rasanya belum cukup. Penting bagi saya untuk mengenal setiap baris kata (kalau perlu) pada slide yang akan saya paparkan kepada peserta. 
Semakin panik karena saya khawatir ketinggalan paparan yang disampaikan dosen mengenai model pengembangan pelatihan dengan menggunakan ADDIE (analysis, design, development,  implementation,  Evaluation) di lingkup NGO. 
Kombinasi kedua kekacauan pikir ini, mengakibatkan saya muntah pahit setelah ban mobil berputar meninggalkan jejak di jalan memuju Bandung,  sekitar 15 km jauhnya dari rumah. Hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. 

Perjalanan tidak dapat dihentikan karena alasan sesak di ulu hati atau mual memenuhi tenggorokan kosong tak terlewati makanan. Dalam puyeng, perjalanan dilanjutkan sambil berusaha mencerna slide di antara loncatan pantat yang mendadak harus dialami karena jalan buruk. Kuranh dari pukul 7, saya tiba di FIP. Tidak bersapa dengan siapapun karena memang belum ada sebatang hidung pun yang saya temui, saya langsung menuju ruang perpustakaan di lantai 6.

Memasang diri dan laptop pada posisi ternyaman sebagai seorang narasumber yang akan menyajikan materi yang pesertanya dominan Doktor berprofesi dosen. Saya menyebut pendidikan mereka secara eksplisit karena pendidikan menjadi alat yang dapat digunakan sebagai pengukur open-minded orang yang menjadi peserta sinkronus saya. Saya juga menggarisbawahi pekerjaan mereka karena dalam pandangan saya, pekerjaan menyumbangkan kerangka pola pikir.

Dengan menggunakan alur MERDEKA saya memberikan kesempatan peserta untuk mendapatkan pengalaman berkenalan dengan tugas dan fungsi seorang fasilitator sekolah penggerak. Dari satu tahap ke tahap lain, tidak terasa, waktu terus bertambah. Keadaan menjadi semakin menantang pada saat server down,  peserta dan saya berkali-kali keluar masuk LMS. 

Waktu yang dirancang 3 jam telah lewat 20 menit. Saya mempercepat sajian. Sebagian tugas, diminta agar diselesaikan setelah waktu sinkronus selesai. Hasilnya diunggah ke LMS. 

Segera saya meninggalkan ruang perpustakaan untuk segera bergabung dalam kegiatan menyambut puasa. Pada saat saya mendampingi peserta, suara penceramah yang dipaksa besar lewat mik telah menyusup ke dalam telinga. Saya harus menjejakkan kaki di antara kaki-kaki penyimak lain. Terlepas dari nanti apakah saya paham atau tidak terhadap apa yang disajikan oleh ulama-profesor al Furqon. Hadir, itu yang penting. 

Benar saja, saya tidak paham dengan paparan-hampir selesai sang ulama-profesor al Furqon. Beruntunglah karena ketidakpahaman tidak mencuat seperti tanduk, jadi tidak terlihat.  
Saya ber-aaamin saat ulama-profesor al Furqon meminta semua pendengarnya mengucap ulang doa dalam bahasa Arab. 

Monday, March 6, 2023

Persiapan Akreditasi dan Induksi

Senin ini seperti senin-senin yang lainnya, terdapat beberapa kegiatan yang harus diselesaikan. Berikut kegiatan yang saya coba selesaikan di hari Senin. 

Senin pagi banget

Hari Minggu, tanggal 5 Maret 2023 merupakan hari terakhir pengunggahan Dokumen untuk sekolah yang mendapatkan panggilan akreditasi di tahun 2023. Salah satu sekolah binaan saya yaitu SMA Islam kreatif Muhammadiyah Cianjur menjadi salah satu sekolah yang harus mengunggah Dokumen untuk perpanjangan akreditasinya. Pihak sekolah secara berkala sudah mengunggah dokumen yang dapat dicek di aplikasi BAN SM sispena Kemdikbud.go.id. pada bagian IPR IPM, DIA. Kepala sekolah melaporkan bahwa pada tahun sebelumnya angka yang diajukan adalah 84, sedangkan pada tahun ini angkanya 81.
Saya harus memastikan Mengapa angkanya menjadi turun, kemudian juga memastikan dokumen-dokumen pada saat visitasi dilakukan, mendukung untuk sekolah tersebut paling tidak mendapatkan angka yang lebih baik ketimbang angka yang tahun sebelumnya, atau angka yang dihitung secara assessment sendiri. Jadi siang ini, pukul 13.00, saya akan datang ke SMA Islam Kretif MUhammadiyah Cianjur untuk melakukan pendampingan. 

Untuk program induksi yang saya lakukan bagi para guru SMA Baitul Ilmi, Pada hari ini saya berencana akan melanjutkan kajian mengenai alur tujuan pembelajaran. Saya akan meminta para guru untuk mulai membaca buku panduan pembelajaran dan assessment. Atau kalau memungkinkan saya perkenalkan dulu assessment-nya seperti apa, baru selanjutnya saya ajak untuk membuat rencana pembelajaran. Saya akan hadir ke SMAN 1 Cianjur, tempat di mana para guru pemula melakukan program induksi, pukul 9.00.

Di sisi lain, untuk kegiatan MKPS, sudah ada undangan pertemuan secara daring untuk membahas hasil diskusi pertemuan rutin pertama kepada seluruh pengawas SMA di cabang dinas wilayah 6. Undangan dikeluarkan oleh Ketua MKPS, Pak Agus Hamdan.  
Yang muncul dalam pikiran saya adalah mencatat setiap kegiatan MKPS pada Google Sites. Tapi kalau itu saya lakukan, artinya saya menambah banyak pekerjaan yang memang sudah bertumpuk. Kelebihan jika saya catat di Google Sites, secara tidak langsung saya membuat laporan setiap kegiatan dengan rapi. Masalahnya adalah waktu. 

Untuk sekolah penggerak yang saya bina, saya meminta agar para kepala sekolah penggerak untuk mengajukan tanggal kegiatan PMO. Mudah-mudahan pada minggu kedua saya sudah bisa menyelesaikan PMO dan mengunggah laporannya ke SIM PKB. Dengan demikian saya bisa lebih fokus untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah dan juga peran saya sebagai narasumber untuk materi pendampingan bagi fasilitator sekolah penggerak angkatan ketiga.

Saya harus pandai-pandai mengatur waktu karena pada bulan Maret kegiatan yang harus saya laksanakan adalah pembinaan kepada sekolah pendampingan untuk sekolah penggerak, kegiatan-kegiatan yang terkait dengan peran saya di MKPS dan yang terakhir adalah tanggung jawab penyelesaian tugas-tugas kuliah.

Senin mulai bergerak siang
Pukul 08.00 Excel, Acle, dan saya berangkat menuju SMAN 2 Cianjur, untuk menyelesaikan dua hal. Pertama ujian praktik Agama, Excel harus bersua guru agamanya, Ibu Eneng. Kedua, saya harus menemui Ibu Neneng, Wakil KS bidang Kurikulum untuk meminta bantuan print rapor Excel semsester 5. 
Syukurlah Ibu Eneng dan Ibu Neneng, keduanya mudah ditemui, dan kedua urusan di atas selesai.
Saya sendiri menuju ke SMAN 1 Cianjur, untuk bertemu dengan para guru pemula.

Setiba di SMAN 1 Cianjur, saya disambut suara hingar bingar musik. Rupanya sedang ada Ujian Praktik PJOK. Para murid di sana-sini, bertebaran, melakukan gladi bersih sebelum tampil ujian. Saya lihat ada siswa yang sangat semangat melakukan gerakan-gerakan badan. Ada yang seperti sangat terpaksa mengangkat kaki dengan berat. Kalau dalam bahasa Sunda mungkin tergolong pada "puraga tamba kadengda" melakukan sesuatu supaya tidak dimarahi, oleh karenanya tidak dilakukan dengan serius, asal saja.

Ruangan tempat induksi terdengar penuh suara. Beragam iringan musik berolahraga dibunyikan bersamaan. Saya sendiri merasa tidak sanggup menandingi suara musik. Muncul gagasan untuk meminta para guru pemula menjawab pertanyaan terkait kondisi awal mereka sebagai guru pemula. Pertanyaan ini ada kaitannya dengan rencana penelitian yang akan diajukan kepada Prof. Kamil. Maka dengan cepat saya membuat goggle sheet dan menuliskan 15 pertanyaan untuk mereka jawab. Mudah-mudahan jawaban mereka memberikan inspirasi mengapa perlu adanya induksi. 

Saya meminta para guru pemula mengisi kuesioner. Sambil menunggu mereka mengisi saya mengisi Biodata narasumber untuk Fasilitator Angkatan 3. Kemudian Saya membuka WA, dan menemukan bahwa ada Undangan untuk Pengawas, dari Kepala Cadisdikwil 6, besok, mulai pukul 8.00. 
Pada saat yang sama, anak-anak melaporkan bahwa kegiatan di SMAN 2 Cianjur, telah selesai. Mereka menanyakan apakah sebaiknya berangkat ke RS Samsudin hari ini, untuk melakukan General Check up (GCU). GCU untuk memenuhi persyaratan kuliah di luar negeri yang saat ini sedang dicoba penuhi persyaratannya satu per satu. 

Merekap data ajuan PMO sekolah penggerak. 
Next meeting:
Menganalisis isi buku
TPnya berbunyi apa. Kompetensinya minta apa.  Di buku seperti apa. Buat tabel. 

Wednesday, September 7, 2022

Penyamaan Persepsi Kepala Sekolah Penggerak

7.00 KMob
8.00 Membaca dan memirsa teori Konstruktivisme.
9.00 Mengikuti Penyamaan Persepsi Sekolah Penggerak dipimpin oleh Koordinator sekolah penggerak: lbu Medira 
Laporan dari lbu Walimah
Pendampingan angkatan 1 PSP mulai akhir September 2022

Arahan kebijakan dan pembukaan, lbu Medira
B. Materi Pokok oleh lbu Miranda. Yasella, Tim Teknis GTK
1.  Jenis Pendampingan
Ada 3 jenis Pendampingan berdasarkan hasil survei adaptasi implementasi kurikulum.
 Waktu pendampingan September 2022 sampai dengan Juli 2023. 
Pendampingan bentuknya kelompok dengan dua lingkup, yaitu lingkup satuan pendidikan dan lingkup kabupaten dan kota. 

Jenis pendampingan kelompok lingkup satuan pendidikan terdiri dari kunjungan lapangan, refleksi satuan pendidikan, dan PMO level sekolah.

Jenis pendampingan kelompok lingkup kabupaten kota berupa orientasi pendampingan,  lokakarya, (refleksi coaching, khusus pengawas), forum pemangku kepentingan.

Sasaran pendampingan guru/komite pembelajaran kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Ada tiga model pendampingan: 1) model intensif 1 kali, 2) model menengah atau moderat, dan model 3) model Mandiri.
Kegiatan pendampingan berupa orientasi pendampingan PSP 1, lokakarya kurikulum kunjungan lapangan, refleksi satuan pendidikan forum pembangunan kepentingan 1 kali, forum PMO level sekolah.

Tujuan
1. Orientasi untuk melakukan orientasi program di tahun kedua kepada kepala sekolah guru, dan pengawas sekolah menyamakan persepsi antar sekolah dan ringan dan fasilitator terkait skema pendampingan di tahun kedua.

2. Lokakarya kurikulum bertujuan untuk menjelaskan tentang pentingnya asesment awal pembelajaran dan terdiferensiasi, merancang asesmen di awal pembelajaran, merancang pembelajaran berdiferensiasi sebagai tindak lanjut dari asesmen awal pembelajaran.

3. Lokakarya untuk membuat peserta dapat melakukan modifikasi modul ajar project sesuai dengan tujuan, kebutuhan, dan konteks sekolah.

4. Kunjungan lapangan untuk melakukan konfirmasi dari hasil forum pmo di level sekolah dan pengamatan proses pembelajaran di satuan pendidikan.

4. Refleksi satuan pendidikan yaitu mendampingi guru dan kepala sekolah melakukan refleksi dan perumusan rencana kerja dalam implementasi kurikulum merdeka.

5. Pmo mendiskusikan capaian target dan hambatan yang dihadapi di satuan pendidikan dalam implementasi kurikulum Merdeka pembahasan pada kegiatan ini memicu pada poin-poin tercantum pada instrumen laporan pmo di SIM PKB.

Kegiatan model 1 
Orientasi tahun kedua di September 4JP
Lokakarya di Oktober dan Desember 8jp
Refleksi satuan pendidikan di Januari dan Juli 3jp
Kunjungan lapangan persatuan pendidikan di November 3jp
Forum pemangku kepentingan di Mei
Pmo full setiap bulan dengan waktu 2 jam pelajaran


Model 2. 
Kunjungan lapangan dengan cara sampling, 3jp
PMo per 2 bulan sekali Sep, nov, Jan, Mar, méi, jul

Model 3 Mandiri
Kunjungan lapangan sampling
PMO per 3 bulan sekali, srp, Des, Mar, jul

Yang Jawab
Jika terjadi Kepala Sekolah yang pindah maka harus bersurat ke gtk dan PMD kemudian nanti akan di advokasi kepada dinas setelah itu baru ada penentuan Apakah pindah atau bagaimana. 
























Thursday, May 20, 2021

Rakortek Program Sekolah Penggerak

 Kegiatan tanggal 19-21 Mei 2021 bertempat di Palace Hotel, Cipanas Cianjur. 

Badriah sebagai peserta dari unsur dinas (foto dengan kamera laptop)