Pages

Thursday, January 26, 2017

Biography of Famous People (Anne Frank)

Pelajaran kita hari ini adalah Biografi orang terkenal, yaitu Anne Frank.
Secara singkat, inilah penjelasan mengenai Anne Frank.
Anne Frank

Annelies Marie Frank (12 June 1929 – February or March 1945) was a German-born diarist and writer. One of the most discussed Jewish victims of  the Holocaust, she gained fame posthumously following the publication of her diary, The Diary of a Young Girl (originally Het Achterhuis; English: The Secret Annex), which documents her life in hiding from 1942 to 1944, during the German occupation of the Netherlands in World War II. It is one of the world's most widely known books and has been the basis for several plays and films.

Sebelum mengenal lebih jauh Anne Frank, coba simak kisah hidup Anne Frank.
Klik audio di bawah ini untuk menyimak.


Sambil menyimak lengkapi teks rumpang yang disediakan pada file pdf di bawah ini. 



Perhatikan power point di bawah ini.
Gunakan penjelasan dari Power Point untuk membuat Time Line of Anne Frank.

Pendekatan pengajaran kodrati

Hampir setiap hari kita disuguhi informasi kurang menyenangkan tentang pendidikan di negeri ini. TV memberitakan tawuran antar pelajar yang secara brutal saling bertukar lempar batu. Siswa SD membunuh temannya karena hal kecil yang sama sekali tak masuk akal untuk jadi alasan merenggut nyawa seseorang. Baru-baru ini diberitakan seorang lbu kehilangan anaknya untuk selamanya karena nyawanya dengan tanpa manusiawi disingkirkan temannya sendiri pada saat kegiatan kampus yang dikelola kakak tingkat.

Kengerian, kekejaman, dan tindakan biadab merusak sakralnya pendidikan. Pendidikan yang masih menjadi tumpuan perubahan hidup, berubah menjadi tempat yang menghancurkan hidup.

Anak seorang petani disekolahkan dengan hampir menjual sawah yang menjadi satu-satunya sumber biaya pendidikannya. Anak pedagang, disekolahkan dengan menghabiskan hampir sampai ke modal pokoknya.
Pendidikan tidak melahirkan anak petani, anak pedagang yang terdidik. Tamat sekolah, anak petani, malu jadi anak petani dan tidak mau bertani. Demikian pula dengan anak pedagang.
Pendidikan seolah membuat kepribadian baru yang tidak sesuai harapan, biaya, dan waktu yang telah dikorbankannya.
Pendidikan menaikkan gengsi dalam meningkatkan rasa malu untuk menjadi warga negara pekerja keras seperti yang dilakukan orang tua dan pendahulunya.

Kembali ke kodrat
Diasumsikan terjadinya produk pendidikan yang tidak sesuai harapan karena kurikulum. Namun asumsi ini ditolak. Kurikulum telah direncanakan dan dibuat sedemikian rupa sehingga menyentuh sisi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara seimbang.

Dugaan lain muncul, guru kurang mumpuni untuk menghasilkan warga negara yang santun namun terdidik. Dugaan ini dimentahkan dengan fakta guru di Indonesia telah tersertifikasi dan paling tidak lulusan S1.

Hasil penelitian mengatakan bahwa proses pendidikan harus dilakukan secara otentik sehingga melahirkan pengalaman belajar otentik.
Saat ini ditenggarai, pendidikan mencoba melakukan penilaian secara otentik namun tidak dibarengi dengan pemberian pengalaman belajar yang otentik.

Belajar seolah sebuah pekerjaan yang ditandai dengan adanya hasil, yaitu nilai. Pemikiran ini terlalu menyederhanakan belajar. Akibat dari cara pandang ini, maka proses belajar tidak mengikuti alamiahnya manusia belajar. Sebagai contoh, dalam belajar bahasa.

Manusia bisa menguasai bahasa dengan mendengar, meniru, mencoba mengucapkan berulang-ulang, ketika salah orang tua/siapapun yang ada pada saat mendampingi membetulkannnya, mencoba membuat kombinasi kalimat dengan menggabungkan kosa kata, barulah bisa berbicara.

Hal ini tidak terjadi di dalam kelas sebagai komunitas baru tempat diperolehnya bahasa asing misalnya. Tidak sedikit pelajaran berbahasa untuk membuat siswa mampu berkomunikasi dalam bahasa tersebut, berubah menjadi pelajaran tentang bahasa. Akibatnya para siswa menghafal rumus kalimat.
Cara ini, tidak otentik. Hasilnya, tidak otentik. Sejatinya mampu berkomunikasi dalam bahasa asing, menjadi menguasai tata bahasa asing.

Belajar apapun sebaiknya mengikuti fitrahnya dan kodratnya. Jika pendidikan berharap lulusannya menjadi warga negara yang baik, misalnya bertutur sopan. Mulailah dengan menjadikan lingkungan sekolah sebagai miniatur tempat orang-orang bertutur baik. Siswa dengan mudah membandingkan berbahasa dirinya dengan orang lain. Dengan kesadaran sendiri dia memperbaiki kesalahan berbahasanya.

Ketika pendidikan berharap lulusannya mampu menulis. Tunjukkan bagaimana proses menulis, bukan teori cara menulis.

Mengikuti kodrat bagaimana belajar dalam kehidupan yang sesungguhnya, dan ketika cara ini diterapkan pada proses pemerolehan pengalaman belajar akan membantu siswa benar-benar belajar.

Secara kodrati dalam belajar mengalami kesulitan dan beberapa hambatan. Hal ini harus tetap jadi bagian dari proses belajar. Salah benar jika belajar dianggap selesai dengan diperolehnya angka nilai.

Wednesday, January 25, 2017

Menaikkan gengsi Bahasa Sunda

Fakta
Tidak sedikit para orangtua (notabene orang Cianjur) yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama dan bahasa lbu. Alasan yang mendasarinya karena mereka tidak menguasai undak usuk (aturan penggunaan bahasa berdasarkan level, tenor), bahasa Sunda sulit, khawatir tidak memahami bahasa Indonesia ketika masuk sekolah formal, dan bergengsi jika anaknya bisa berbahasa Indonesia.

Posisi bahasa Sunda di Cianjur, sebagai bahasa daerah, bahasa lbu untuk penduduk asli Cianjur, kini tergeser oleh bahasa persatuan dan bahasa pergaulan internasional.
Padahal contoh membuktikan bahwa penggunaan bahasa daerah tidak mbuat sebuah daerah menjadi berskala lokal. Sebagai contoh nyata adalah Jepang.

Jepang menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa lbu, bahasa di rumah, di pergaulan, dan di sekolah. Namun tidak demikian dengan kasus Cianjur. Sebagian keluarga masih menggunakan bahasa Sunda di rumah, menggunakan bahasa Indonesia di pergaulan dan sekolah, beranjak ke bahasa Inggris dan asing lainnya untuk komunikasi global.

Solusi
Bahasa Sunda dapat berjaya seperti halnya bahasa Jepang. Mewujudkan kejayaan bahasa Sunda perlu upaya dan dukungan.
Pertama, jadikan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar di sekolah. Cara ini menjadikan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar ilmu pengetahuan. Dan menjadikan bahasa Sunda sebagai bahasa yang digunakan untuk mencatat dan mengkomunikasikan pengetahuan. Sampai SD kelas 6, gunakan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar pendidikan.
Pemerintah harus mengawal keterlaksanaan hal ini dengan menggunakan otonomi daerahnya.

Kedua, gunakan bahasa Sunda dalam bahasa pergaulan dan pertemuan formal yang dilakukan oleh para pejabat. Bupati dan Gubernur yang menggunakan bahasa Sunda menjadi model pengguna bahasa Sunda. Bupati pidato dalam bahasa Sunda, Gubernur pidato dalam bahasa Sunda. Bukan untuk mengundang decak kekaguman, namun untuk menjadi role model yang harus ditiru seluruh warga.

Ketiga, buka kursus dan pelatihan bahasa Sunda. Ajarkan kembali dan contohkan lentong, rengkuh, pasemon. Lentong adalah intonasi yang khas dalam bahasa Sunda. Misalnya untuk greeting dengan rumus tidak lebih dari 3 kata, misalnya Bade angkat kamana? Lentong jatuh pada suku kata ke-2 dari akhir dengan cara dipanjangkan. Rengkuh adalah posisi tubuh pada saat berbicara dan pasemon ada mimik atau wajah pada waktu berkomunikasi.

Bahasa Sunda harus menjadi bahasa penghela ilmu pengetahuan, pergaulan, dan kegiatan formal sehingga nilai kebahasaanya naik. Agar hal ini terwujud perlu dukungan pemerintah daerah.

CAPTIONS

The element of a publication that is often read first is the the photo captions.
To know more about caption open this video.



Now, let's make captions
Use the following check list
Questions
Yes
No
Is there a caption title?


Does the caption use complete sentence?


Does the caption answer the 5WH-questions?


Does the caption have more than 2 sentences?


Is the caption written in the present tense?


Is the photo credit included in the caption?



Tuesday, January 24, 2017

Surat Kepada Tuhan

Future tense adalah bentuk kalimat yang menyampaikan rencana ke depan atau berspekulasi kegiatan yang akan dilakukan di masa datang.
Berikut contoh kalimat yang menggunakan future tense.
- We will be taking off in a few minutes.
- At 9 a.m. on Saturday, I'll be sitting in Dr. Holland seminar.
- He says he will meet me at the bus stop.

Mengaitkan sebuah pola kalimat dengan kehidupan siswa akan membuat pembelajaran menjadi sarat makna. Kalimat yang mengadung harapan di masa datang dicoba dalam time line untuk merencanakan masa depan. Para siswa diajak merencanakan kegiatan mereka di masa datang dengan berbasis waktu, misalnya hari,minggu, bulan, atau tahun. Siswa harus percaya diri whatever will be, will be.

Time Line 
Time Line sesuai namanya berisi rangkaian yang menunjukkan waktu. Sebagai contoh terlihat seperti Time Line Pada Halaman 1 dan 2 yang dibuat oleh siswa Peminatan kelas 10 di bawah ini. 
Time Line Siswa Halaman 1 
Time Line Halaman 2 
Surat untuk Tuhan
Setelah para siswa membuat time line, mintalah mereka untuk menyampaikan keinginan dan harapannya kepada Tuhan. Surat kepada Tuhan berisi harapan dan doa agar rencana yang dibuat pada time line dapat menjadi nyata. Selain itu memberikan bekal rasa percaya diri kepada siswa bahwa yang mereka rencanakan semuanya akan terjadi.
Pada pembuatan surat kepada Tuhan, penggunaan kalimat dengan jenis future tense tetap digunakan, namun tidak terlalu dipaksakan.

Contoh surat untuk Tuhan seperti terlihat di bawah ini.

Surat untuk Tuhan #1

Pada surat untuk Tuhan #1, siswa menuliskan harapan dan keinginannya pada Tuhan. Dia kerkeinginan menjadi pemain sepak bola profesional dan menandatangi kontrak pada usia 19 atau 20 tahun. Siswa ini bercita-cita yang mulia, yakni ingin membawa nama bangsa ke tingkat internasional.

Surat untuk Tuhan #2

Pada surat untuk Tuhan #2, siswa menunjukkan kedewasaan bahwa semua keinginannya di masa datang tidak akan terwujud jika dia tidak berupaya untuk mengupayakannya. Siswa ini menunjukkan optimisme bahwa dimasa datang hobinya dapat membuat dirinya orang yang berbeda, yakni menjadi penulis buku. 

Surat untuk Tuhan # 3

Pada surat untuk Tuhan #3, siswa menyampaikan hal yang senada dengan surat untuk Tuhan #2, yakni harus ada usaha agar semua keinginannya berhasil dimasa datang. Siswa juga menunjukkan ketidakegoisan, bahwa semua yang diinginkannya bukan untuk dirinya, namun untuk orang lain dan ingin berguna untuk orang lain.

Mengetahui rencana siswa di masa datang membantu guru memperkirakan seperti apa masa depan nanti. Jika generasi muda menyampaikan impian-impian dengan ada usaha di dalamnya, dan semua usaha tujuannya untuk kebaikan dirinya dan orang lain, maka ada sedikit jaminan bahwa negara ini akan lebih baik di masa datang. 

Monday, January 23, 2017

Lexical Density in the reading text

Pada sebuah seminar dua orang mahasiswa S2 universitas negeri dari Bandung menyampaikan lexical density pada buku bahasa lnggris SMA.
Mereka memulai sajian dengan mengatakan bahasa 'bahasa digunakan untuk berkomunikasi. Bahasa Inggris berperan sebagai bahasa internasional  diajarkan di sekolah menengah atas'.

Mereka melanjutkan bahwa kehadirannya di seminar untuk menyampaikan hasil kajian lexical density bahasa Inggris yang digunakan pada buku di SMA, peneliti menggunakan 3 buku dari penerbit yang berbeda.

Mereka menemukan bahwa buku yang terpadat  leksikonnya adalah dari Kemendikbud dengan persentasi kepadatan 62,98%, buku dari Erlangga 53,25%, dan dari Yrama Widya 55,9%. Teks Deskriptif dari Kemendikbud kepadatan leksikonnya 76,69%, Biografi dari Erlangga 71,5%, dan Ekspsisi Yrama Widya 71,76%.

Pertanyaan yang muncul: apakah ini implikasinya bagi guru?
#justwondering

Sunday, January 22, 2017

Using Narrative to Harness Visual Literacy



    This video describes how  I used narrative to allow student to visualize what they understood from the text by using picture. This activity caused students to be themselves. They used their social, emotional, and values to represent every sentence they read in the text.