Monday, June 1, 2020
Wattpad Tempat Cerita Menjadi Hidup
Thursday, August 31, 2017
Hari Ke-43 Miskin Motivasi?
Waktu literasi terasa berlalu lebih cepat dari yang seharusnya. Senyap khas literasi dipenggal bel masuk jam pertama.
Saturday, January 21, 2017
Penggunaan Chapter Report
Visual, auditory, read-write, kinestetic adalah jenis2 gaya belajar siswa. Guru secara terencana harus memanfaatkan gaya belajar untuk membantu siswa menjadi warga akademik. Kegiatan yang nyaris tidak membutuhkan dukungan alat yang merepotkan adalah read-wrte. Yakni mengajak siswa membaca, kemudian menuliskan apa yang dibaca.
Chapter report (CR) termasuk kedalam read-write. Kegiatan CR dilakukan dengan cara meminta siswa membaca satu bab dari satu buku referensi yang ditentukan. Untuk mengecek pemahaman terhadap isi bab yang dibaca, siswa diminta membuat kesimpulan atau rangkuman dari teks yang dipelajari.
Cara yang digunakan pada saat merangkum misalnya dengan menggunakan dua kolom. Kolom pertama untuk istilah, kolom kedua untuk penjelasan. Maksudnya, jika ada istilah atau definisi ditulis pada kolom kesatu. Dan penjelasannya dibuat pada kolom kedua.
Cara CR ternyata handal untuk membantu siswa memahami teks secara lebih dalam. Hal ini terjadi karena teks diberikan pada beberapa minggu sebelum teks tersebut dijadikan bahan diskusi dan analisis. Jika siswa menemukan kesulitan memahami teks atau membutuhkan penjelasan tambahan agar teks lebih dipahami, maka mereka harus membaca referensi lain yang terkait dengan teks tersebut.
CR membantu siswa belajar mandiri. Melalui mencatat, mencari definisi, menemukan makna istilah, mereka bebas menuliskan temuan pada kolom. Jika ingin paham lebih banyak, mereka dapat membuka lain yang sejenis sehingga pemahaman utuh diperoleh.
Cara ini tentu saja meningkatkan kemampuan membaca.
Namun ada hal yang harus diperhatikan. CR memiliki kelemahan. Yaitu siswa tidak membaca semua teks karena berfokus pada kata kata kunci dan mencari penjelasannya.
Kedua, bagi siswa yang malas membaca, ketika harus melengkapi pemahaman dengan membaca buku dari buku lain yang berhubungan dengan tema, ini dianggap memberatkan.
Ketiga, ada kemungkinan siswa menyontek hasil CR temannya karena enggan membaca.
Dan, Kesulitan yang dihadapi pendidik adalah memeriksa keaslian tulisan, dalam arti menentukan mana yang menulis CR asli, mana yang menyontek dari CR temannya.
Terlepas dari kekurangan CR yang ditulis di atas, Cr sangat baik untuk melatih memahami teks.
Masalahnya: Membaca
Kebiasaan membaca bangsa Indonesia berada posisi ke 96 dari 100 negara (human development index, 2010). Padahal, di Indonesia sekolah dimana -mana, perpustakaan dimana-mana.
Kenapa literasi bangsa Indonesia tertinggal begitu jauh dari negara saudaranya seperti Malaysia, Singapur?
Salah satu faktor penyebabnya adalah budaya "berbicara dan menyimak' mendapat tempat lebih luas dari membaca.
Faktor kedua, diasumsikan manajemen perpustakaan kurang menarik pembaca dan (kurang dukungan finansial)
Ketiga, belum ikhlas menggunakan uang untuk membeli buku (dibandingkan memveli pulsa).
Terakhir, membludaknya hal-hal menggoda dari internet dan media elektronik lainnya.
Literasi
Literasi dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis.
Tak heran di Indonesia, berbondong-bondong orang tua mengirimkan anaknya ke sekolah agar mereka segera literat (bisa baca tulis).
Cara ini pada akhirnya tidak berhasil membuat anak-anak menjadi literat.
Sebagai solusi, pengenalan literasi sebaiknya dimulai dari.rumah.
Bisa dimulai dengan literat bahasa lisan yang sesuai sesuai konteks diajarkan dalam.keluarga.
Kemudian, pengenalan ragam bahasa tulis dengan mengenalkan buku dan membangum.kecintaan pada buku.
Langkah selanjutnya, izinkan anak-anak 'menyentuh' buku dan isinya diceritakan orang tua.
Cara diatas memberikan manfaat bagi anak-anak dalam bentuk kekayaan kosa kata, struktur kalimat yang berterima, dan pengetahuan tentang naratif.
Tidak ada kata terlambat untuk mulai menjadi literat. Menyediakan waktu beberapa menit setiap hari untuk membaca, menuliskan apa yang dibaca dapat menjadi aksi literasi personal, dan mengimplementasikan hal2 baik dari yang dibaca dapat menjadi literasi secara sikap.