Pages

Showing posts with label menulis. Show all posts
Showing posts with label menulis. Show all posts

Monday, April 17, 2023

Menulis praktik baik sekolah penggerak model feature

 Tulisan gabungan antara fakta dan fiksi dengan pola penulisan seperti cerpen (Mas Adib, 2023)

Ada kisah dibalik sebuah peristiwa (Mas Adib, 2023).

Bagaimana menulis Feature?

Feature mengandung human interest, atau sisi lain dari peristiwa besar, sisi lain dari peristiwa penting, sisi humanis dari peristiwa. 

Feature merupakan irisan karya jurnalistik dengan karya sastra

Karakter: ringan, sastra, subyektif (maksudnya fakta yang diambil oleh ...), awet (tulisan tidak terpengaruh waktu, selalu aktual kapan pu  dibaca/ timeless), fakta, human interst, kreatif, informatif (sebagai karya jurnalistik harus memberikan informasi kepada pembaca)

struktur: judul, bersifat atraktif, akurat. eksask, singlat padat ringkas

teras (lead) lead dalam feature berbeda dengan ayang ada pada berita, kalimat teras feature boleh pendek (meski dalam 1 kalimat saja) harus mencakup maksud isi tulisan 

Tubuh

Di sini penulis mencurahkan kemampuannya menulis bagai fiksi yang terus menaik menuju klimaks, meski dapat juga tiap bagian atau alinea mempunyai sub-klimaksnya sendiri. Berikut bagian tubuh (body).

Penutup

Penutup dalam tulisan feature bisa berupa ringkasan, kesimpulan yang tak terduga, memberi pertanyaan, atau penutup klimaks (biasanya dipakai dalam feature yang ditulis secara kronologis).

Contoh 

Hard News

KA Empu Jaya Tabrak Lokomotif, 42 Tewas

Dirut KAI Siap Dicopot 

CIREBON -- Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Badar Zaeni siap bertanggung jawab atas tabrakan kereta api Empu Jaya dengan lokomotif Cirebon Ekspress yang  menewaskan 42 orang dan 39 orang luka-luka, kemarin. "Termasuk kemungkinan untuk dicopot, bahkan bila diminta saya akan mengundurkan diri apabila dinilai bersalah oleh Menhub [Menteri Perhubungan]," ujarnya saat meninjau di lokasi tabrakan. 


Hinggak kemarin, Menteri Perhubungan Agum Gumelar belum menanggapi kesiapan dirut KAI untuk dicopot itu. Ia hanya mengatakan pihak KAI bertanggung jawab atas kecelakaan itu sambil meminta maaf dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. "Ini musibah terburuk. Selama saya menangani banyak masalah kecelakaan, ini yang paling tragis saya lihat," kata Agum. 

(Koran Tempo, 3 September 2001)


Feature

Tiba-tiba..."Brukk"!


CIREBON -- Sunyoto, 36 tahun, tak tahu persis apa yang terjadi pukul 03.44 WIB itu. Ketika KA Empu Jaya yang ia tumpangi menabrak loko Cirebon Express, ia sedang tertidur. Warga Klaten, Jawa Tengah, ini terbangun karena benturan keras dan teriakan sekelilingnya. Begitu pikirannya jernih, ia baru sadar, orang-orang berserakan di sekitarnya.


Dengan susah payah ia bergegas keluar. Kepalanya sakit dan berdarah. Badannya memar terinjak-injak penumpang yang berebut keluar menyelamatkan diri. Saat keluar pun ia harus beberapa kali menginjak penumpang lain yang bergeletakan karena gerbong gelap gulita. 


(Koran Tempo, 3 September 2001)


Sunday, January 24, 2021

Menulis perlu latihan

 Seseorang mengirimkan hasil tulisannya yang berbentuk cerita pendek. Dia meminta agar tulisannya diberi masukkan (review). Saya merasa tertarik untuk mencoba memberikan masukkan, dengan kualitas masukkan level 'sekemampuan'. Saya katakan sekemampuan karena memang hanya itu yang bisa saya lakukan. 
Sungguh saya terkejut. Untuk tulisan seseorang yang memiliki pendidikan tinggi dan berkecimpung dalam dunia pendidikan tinggi, sangat janggal menemukan tulisan draftnya memerlukan banyak intervensi. 
Yang kemudian terpikir dalam benak saya adalah "perlunya pendidikan menulis. Menulis bukan dalam bentuk meniru, mencontek tulisan dari buku kedalam buku catatan. Atau menuliskan jawaban berdasarkan soal pemahaman isi bacaan. Tapi menulis yang sesungguhnya menulis, yaitu menuangkan gagasan dalam ragam tulis".
Para murid, sejak dini, dilatih untuk menuangkan gagasan sesuai kemampuan berpikirnya.
Saya selalu merasa sedih ketika mengajak menulis respon yang diberikan, "Loh kok ngajak nulis, kan sudah pada bisa nulis ya."
Jadi definisi menulis itu disederhanakan menjadi sekadar menyalin tulisan. 

Monday, June 1, 2020

Wattpad Tempat Cerita Menjadi Hidup

Dalam sebuah obrolan di dalam sebuah grup WhatsApp, Salah satu dari anggotanya menanyakan bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan nilai TOEFL yang memadai untuk kuliah S3. Diantara beberapa tawaran yang saya berikan, saya katakan bahwa Silahkan menggunakan Wattpad untuk mendukung keterampilan membaca.

Membaca The Jakarta Post, jika paham 75%, saya katakan itu artinya menguasai TOEFL sekitar 450. Kemudian saya berikan kopi atau salinan tiga paragraf yang diambil dari Jakarta Post untuk mereka baca. Mereka berkata bahwa mereka tidak paham itu. Karena tidak paham maka Saya tawarkan untuk membaca Wattpad.

Wattpad biasanya ditulis oleh para penulis pemula biasanya anak-anak sekolah yang mendapatkan tugas menulis, atau sedang berlatih menulis. Sehingga bahasa Inggris yang digunakannya kadang-kadang secara gramatikal masih ada salah, atau kadang-kadang juga penggunaan tanda bacanya masih salah. tetapi bagi mereka yang ingin latihan membaca, membaca bahasa Inggris yang ditulis di Wattpad membantu memperkaya kosakata dengan cara yang tidak melelahkan. Kenapa tidak melelahkan tanda tanya Karena kosakata yang diperoleh melalui kegiatan membaca bacaan yang ringan.

Saya mengatakan hal semua diatas itu berdasarkan apa yang saya alami sendiri titik beberapa bulan lalu saya membutuhkan TOEFL untuk mendapatkan beasiswa ke Thailand titik tanpa Saya Sadari saya selalu membaca Wattpad Oma dengan tujuan untuk mendapatkan plot cerita yang sangat tidak terduga yang ditulis oleh anak-anak yang berada di belahan dunia di luar Indonesia titik ragam cerita yang dibuat oleh mereka amat sangat banyak mulai dari hal-hal yang biasa seperti cerita-cerita Roman, mereka juga menulis tentang hal-hal spesifik kesehatan tentang kesehatan, vampir, atau bahkan kisah-kisah masa datang yang tidak dapat dijangkau oleh pikiran saya sendiri yang berada di Kampung Kebon Manggu.

Kebiasaan membaca tersebut ternyata membantu saya untuk dapat memahami teks teks yang disajikan di TOEFL secara lebih mudah titik enam unsur Saya kira Wattpad menjadi satu-satunya bahan bacaan, Tentu saja sangat salah titik Saya menyarankan membaca Wattpad itu bagi mereka yang bahasa Inggrisnya ketika mereka membaca The Jakarta Post tidak paham sebanyak 75%.

Ada baiknya bagi mereka yang memang ingin meningkatkan TOEFL secara point meningkat membacanya dari Wattpad ke The Jakarta Post. Menurut pengalaman saya pribadi, The Jakarta Post membantu memberikan peningkatan kosakata secara harian. Karena The Jakarta Post menyajikan berita berita berdasarkan kejadian-kejadian yang berlangsung setiap hari. Sebagai contoh saja saya dapat mengenal istilah-istilah terkait dengan wabah korona, dari The Jakarta Post.


Kembali pada grup tadi yang menanyakan bagaimana cara agar dapat membaca bahasa Inggris dengan tidak melelahkan. Saya katakan Wattpad. Kemudian ada yang bertanya Wattpad itu apa? Saya jelaskan pada Wattpad itu seseorang dapat membaca karya orang lain, atau dapat juga kita mengunggah karya kita sehingga dibaca dan dikomentari oleh orang lain. Saya menyarankan agar masuk ke Wattpad yang menggunakan bahasa Inggris. Saya sendiri baru mengetahui dari orang yang bertanya tadi ketika dia mencoba mengunduh Wattpad Ternyata isinya bahasa Indonesia, karena dia mengunduh Wattpad yang di selenggarakan di Indonesia mungkin saya sendiri tidak begitu paham. Hanya untuk Wattpad yang berbahasa Inggris, isinya sama sekali tidak ada yang berbahasa Indonesia. Saya belum mencoba di kolom search Apakah bisa saya mengakses Wattpad yang Bahasa Indonesia. Atau sebaliknya dari Wattpad yang berbahasa Indonesia dari bahasa Indonesia dapat menemukan teks yang berbahasa Inggris. Saya belum mencobanya.

Wednesday, August 23, 2017

Hari Ke-22 Jangan Berhenti Berlatih agar Terampil

Menikmati hari Minggu dilakukan dengan berbeda cara oleh setiap orang. Bagi saya hari Minggu digunakan untuk berperan sebagai bagian masyarakat. Saya bersosialisasi atau sekadar berbincang ringan dengan tetangga. Saya dianggap kurang sosialisasi di kampung tempat saya tinggal. Hal ini muncul karena pertama, saya jarang ada di rumah. Pergi pagi pulang petang, malamnya tidak keluar rumah. kedua, saya tidak memiliki banyak kesempatan untuk bercengkrama dengan tetangga selain karena rumah saya paling pinggir,  para tetangga juga sungkan untuk berbasa basi mengingat saya hampir tidak pernah berguyon dengan siapapun. Mungkin saya dianggap makhluk paling serius.

Minggu ini saya telah punya janji dengan sesama guru yang hendak berbincang soal tesis. Beruntung sekali, saya memiliki pengalaman menulis tesis. Pengalaman menulis tesis saya dibutuhkan oleh rekan saya ini untuk memotivasinya menulis, maju sidang, dan tangguh menyelesaikan revisi.
Dari pengakuannya saya bisa merasakan kembali ke masa dimana nasib seolah ada di tangan pembimbing dan penguji. Pada saat menulis tesis, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan menulis efektif saja. Lebih dari itu. Kekuatan dan daya tahan secara mental. Bagi saya, pada saat itu, hambatan seolah berlapis. Tesis harus ditulis dalam bahasa Inggris sesuai jurusan, kedua konten harus seizin pembimbing. Menulis dalam bahasa Inggris, tentu saja tidak pede, karena bukan bahasa nasional atau bahasa Sunda yang setiap hari dipakai. Memaksanakan diri menulis dalam bahasa Inggris tentu saja menimbulkan masalah tersendiri. Saya melaluinya dengan susah payah.

Hal berat kedua adalah konten. Pengetahuan seorang mahasiswa, jauh bak bumi dengan langit ketika mengkaji sebuah isu pendidikan. Saya merasa tidak tahu dengan apa yang harus ditulis padahal untuk menulis hal lain, tidak ada segelap itu. susah payah pula saya memahami konten yang kemudian harus ditulis sebagai teori, dikaji, dilihat praktiknya, dan dianalisa koneksitas teori dan praktiknya. Rasanya perjalanan yang hampir tiada ujung ketika menghubungkan apa yang dibaca di buku dengan fakta yang ditemukan dari hasil observasi, kemudian ditulis menjadi sebuah temuan.

Kini, hal tersebut dialami teman saya. Saya yakin, dia bingung karena ketidaktahuan apakah pekerjaannya dianggap layak sebagai sebuah temuan. Apakah nanti tulisannya bisa diterima sebagai karya ilmiah yang mengantarkannya memiliki gelar akademik. Saya menjelaskan hal yang saya tahu menyoal penulisan, penyajian, proses persidangan, revisi, sampai wisuda. Penjelasan tersebut membantu meringankan secara mental, sepertinya. Tidak perlu taku sidang, karena jika tidak berani sidang, maka kuliah tidak akan pernah selesai. Stessnya tidak akan berakhir. Lebih baik ikut sidang, seburuk apapun tesis kita saat itu. setelah sidang, akan ada masukan, dan tesis dapat direvisi jika masih diangap belum merepresentasikan kemampuan menulis kita.

Dalam pandangan saya, proses menulis tesis, berat, karena saya tidak memiliki pengalaman menulis sebelumnya. Ketika saya menetapkan melanjutkan kuliah dan ternyata harus diakhiri dengan menulis tesis, hal ini terasa menjadi beban yang mungkin tidak pernah bisa saya atasi. Namun saya jalani, tesis terus menerus dibaca-ditulis ulang-diedit-dibaca ulang, hingga pada akhirnya dianggap mendekati bisa disebut tesis. Selesai, sesederhana itu, sekompleks itu.


Seusai berbincang dan mengenang masa-masa menulis tesis, saya masih merasakan, sampai saat ini, bahwa menulis tidaklah mudah untuk orang yang tidak memiliki bakat seperti saya. Orang berbakat menulis, tanpa sekolahpun, bisa menghasilkan tulisan yang luar biasa. Bagi saya, yang tidak berbakat, hanya bergantung pada ujaran para ahli bahwa menulis adalah keterampilan. Keterampilan artinya sesuatu yang bisa diperoleh karena latihan. Maknanya, saya berpeluang untuk bisa menulis, selama rajin berlatih. Tulisan ini pun adalah wujud latihan saya menulis. Semoga di kemudian hari saya menguasai keterampilan menulis. 

Saturday, January 21, 2017

Penggunaan Chapter Report

Visual, auditory, read-write, kinestetic adalah jenis2 gaya belajar siswa. Guru secara terencana harus memanfaatkan gaya belajar untuk membantu siswa menjadi warga akademik. Kegiatan yang nyaris tidak membutuhkan dukungan alat yang merepotkan adalah read-wrte. Yakni mengajak siswa membaca, kemudian menuliskan apa yang dibaca.

Chapter report (CR) termasuk kedalam read-write. Kegiatan CR dilakukan  dengan cara meminta siswa membaca satu bab dari satu buku referensi yang ditentukan.  Untuk mengecek pemahaman terhadap isi bab yang dibaca, siswa diminta membuat kesimpulan atau rangkuman dari teks yang dipelajari.
Cara yang digunakan pada saat merangkum misalnya dengan menggunakan dua kolom. Kolom pertama untuk istilah, kolom kedua untuk penjelasan. Maksudnya, jika ada istilah atau definisi ditulis pada kolom kesatu. Dan penjelasannya dibuat pada kolom kedua.

Cara CR ternyata handal untuk membantu siswa memahami teks secara lebih dalam. Hal ini terjadi karena teks diberikan pada beberapa minggu sebelum teks tersebut dijadikan bahan diskusi dan analisis. Jika siswa menemukan kesulitan memahami teks atau membutuhkan penjelasan tambahan agar teks lebih dipahami, maka mereka harus membaca referensi lain yang terkait dengan teks tersebut.

CR membantu siswa belajar mandiri. Melalui mencatat, mencari definisi, menemukan makna istilah, mereka bebas menuliskan temuan pada kolom. Jika ingin paham lebih banyak, mereka dapat membuka lain yang sejenis sehingga pemahaman utuh diperoleh.
Cara ini tentu saja meningkatkan kemampuan membaca.

Namun ada hal yang harus diperhatikan. CR memiliki kelemahan. Yaitu siswa tidak membaca semua teks karena berfokus pada kata kata kunci dan mencari penjelasannya.
Kedua, bagi siswa yang malas membaca, ketika harus melengkapi pemahaman dengan membaca buku dari buku lain yang berhubungan dengan tema, ini  dianggap  memberatkan.
Ketiga, ada kemungkinan siswa menyontek hasil CR temannya karena enggan membaca.
Dan, Kesulitan yang dihadapi pendidik adalah memeriksa keaslian tulisan, dalam arti menentukan mana yang menulis CR asli, mana yang menyontek dari CR temannya.

Terlepas dari kekurangan CR yang ditulis di atas, Cr sangat baik untuk melatih memahami teks.