Pages

Wednesday, January 25, 2017

CAPTIONS

The element of a publication that is often read first is the the photo captions.
To know more about caption open this video.



Now, let's make captions
Use the following check list
Questions
Yes
No
Is there a caption title?


Does the caption use complete sentence?


Does the caption answer the 5WH-questions?


Does the caption have more than 2 sentences?


Is the caption written in the present tense?


Is the photo credit included in the caption?



Tuesday, January 24, 2017

Surat Kepada Tuhan

Future tense adalah bentuk kalimat yang menyampaikan rencana ke depan atau berspekulasi kegiatan yang akan dilakukan di masa datang.
Berikut contoh kalimat yang menggunakan future tense.
- We will be taking off in a few minutes.
- At 9 a.m. on Saturday, I'll be sitting in Dr. Holland seminar.
- He says he will meet me at the bus stop.

Mengaitkan sebuah pola kalimat dengan kehidupan siswa akan membuat pembelajaran menjadi sarat makna. Kalimat yang mengadung harapan di masa datang dicoba dalam time line untuk merencanakan masa depan. Para siswa diajak merencanakan kegiatan mereka di masa datang dengan berbasis waktu, misalnya hari,minggu, bulan, atau tahun. Siswa harus percaya diri whatever will be, will be.

Time Line 
Time Line sesuai namanya berisi rangkaian yang menunjukkan waktu. Sebagai contoh terlihat seperti Time Line Pada Halaman 1 dan 2 yang dibuat oleh siswa Peminatan kelas 10 di bawah ini. 
Time Line Siswa Halaman 1 
Time Line Halaman 2 
Surat untuk Tuhan
Setelah para siswa membuat time line, mintalah mereka untuk menyampaikan keinginan dan harapannya kepada Tuhan. Surat kepada Tuhan berisi harapan dan doa agar rencana yang dibuat pada time line dapat menjadi nyata. Selain itu memberikan bekal rasa percaya diri kepada siswa bahwa yang mereka rencanakan semuanya akan terjadi.
Pada pembuatan surat kepada Tuhan, penggunaan kalimat dengan jenis future tense tetap digunakan, namun tidak terlalu dipaksakan.

Contoh surat untuk Tuhan seperti terlihat di bawah ini.

Surat untuk Tuhan #1

Pada surat untuk Tuhan #1, siswa menuliskan harapan dan keinginannya pada Tuhan. Dia kerkeinginan menjadi pemain sepak bola profesional dan menandatangi kontrak pada usia 19 atau 20 tahun. Siswa ini bercita-cita yang mulia, yakni ingin membawa nama bangsa ke tingkat internasional.

Surat untuk Tuhan #2

Pada surat untuk Tuhan #2, siswa menunjukkan kedewasaan bahwa semua keinginannya di masa datang tidak akan terwujud jika dia tidak berupaya untuk mengupayakannya. Siswa ini menunjukkan optimisme bahwa dimasa datang hobinya dapat membuat dirinya orang yang berbeda, yakni menjadi penulis buku. 

Surat untuk Tuhan # 3

Pada surat untuk Tuhan #3, siswa menyampaikan hal yang senada dengan surat untuk Tuhan #2, yakni harus ada usaha agar semua keinginannya berhasil dimasa datang. Siswa juga menunjukkan ketidakegoisan, bahwa semua yang diinginkannya bukan untuk dirinya, namun untuk orang lain dan ingin berguna untuk orang lain.

Mengetahui rencana siswa di masa datang membantu guru memperkirakan seperti apa masa depan nanti. Jika generasi muda menyampaikan impian-impian dengan ada usaha di dalamnya, dan semua usaha tujuannya untuk kebaikan dirinya dan orang lain, maka ada sedikit jaminan bahwa negara ini akan lebih baik di masa datang. 

Monday, January 23, 2017

Lexical Density in the reading text

Pada sebuah seminar dua orang mahasiswa S2 universitas negeri dari Bandung menyampaikan lexical density pada buku bahasa lnggris SMA.
Mereka memulai sajian dengan mengatakan bahasa 'bahasa digunakan untuk berkomunikasi. Bahasa Inggris berperan sebagai bahasa internasional  diajarkan di sekolah menengah atas'.

Mereka melanjutkan bahwa kehadirannya di seminar untuk menyampaikan hasil kajian lexical density bahasa Inggris yang digunakan pada buku di SMA, peneliti menggunakan 3 buku dari penerbit yang berbeda.

Mereka menemukan bahwa buku yang terpadat  leksikonnya adalah dari Kemendikbud dengan persentasi kepadatan 62,98%, buku dari Erlangga 53,25%, dan dari Yrama Widya 55,9%. Teks Deskriptif dari Kemendikbud kepadatan leksikonnya 76,69%, Biografi dari Erlangga 71,5%, dan Ekspsisi Yrama Widya 71,76%.

Pertanyaan yang muncul: apakah ini implikasinya bagi guru?
#justwondering

Sunday, January 22, 2017

Using Narrative to Harness Visual Literacy



    This video describes how  I used narrative to allow student to visualize what they understood from the text by using picture. This activity caused students to be themselves. They used their social, emotional, and values to represent every sentence they read in the text. 

Saturday, January 21, 2017

Penggunaan Chapter Report

Visual, auditory, read-write, kinestetic adalah jenis2 gaya belajar siswa. Guru secara terencana harus memanfaatkan gaya belajar untuk membantu siswa menjadi warga akademik. Kegiatan yang nyaris tidak membutuhkan dukungan alat yang merepotkan adalah read-wrte. Yakni mengajak siswa membaca, kemudian menuliskan apa yang dibaca.

Chapter report (CR) termasuk kedalam read-write. Kegiatan CR dilakukan  dengan cara meminta siswa membaca satu bab dari satu buku referensi yang ditentukan.  Untuk mengecek pemahaman terhadap isi bab yang dibaca, siswa diminta membuat kesimpulan atau rangkuman dari teks yang dipelajari.
Cara yang digunakan pada saat merangkum misalnya dengan menggunakan dua kolom. Kolom pertama untuk istilah, kolom kedua untuk penjelasan. Maksudnya, jika ada istilah atau definisi ditulis pada kolom kesatu. Dan penjelasannya dibuat pada kolom kedua.

Cara CR ternyata handal untuk membantu siswa memahami teks secara lebih dalam. Hal ini terjadi karena teks diberikan pada beberapa minggu sebelum teks tersebut dijadikan bahan diskusi dan analisis. Jika siswa menemukan kesulitan memahami teks atau membutuhkan penjelasan tambahan agar teks lebih dipahami, maka mereka harus membaca referensi lain yang terkait dengan teks tersebut.

CR membantu siswa belajar mandiri. Melalui mencatat, mencari definisi, menemukan makna istilah, mereka bebas menuliskan temuan pada kolom. Jika ingin paham lebih banyak, mereka dapat membuka lain yang sejenis sehingga pemahaman utuh diperoleh.
Cara ini tentu saja meningkatkan kemampuan membaca.

Namun ada hal yang harus diperhatikan. CR memiliki kelemahan. Yaitu siswa tidak membaca semua teks karena berfokus pada kata kata kunci dan mencari penjelasannya.
Kedua, bagi siswa yang malas membaca, ketika harus melengkapi pemahaman dengan membaca buku dari buku lain yang berhubungan dengan tema, ini  dianggap  memberatkan.
Ketiga, ada kemungkinan siswa menyontek hasil CR temannya karena enggan membaca.
Dan, Kesulitan yang dihadapi pendidik adalah memeriksa keaslian tulisan, dalam arti menentukan mana yang menulis CR asli, mana yang menyontek dari CR temannya.

Terlepas dari kekurangan CR yang ditulis di atas, Cr sangat baik untuk melatih memahami teks.

Penggunaan Film Pendek untuk mengajar menyimak

Mendengar bahasa Inggris dalam percakapan nyata atau otentik, tidak mudah ditemukan dalam konteks kota kecil seperti Cianjur.

Penggunaan film pendek sangat membantu siswa yang tidak mudah menemukan suasana otentik berbahasa Inggris yang sedang dipelajari.

Dengan menggunakan film pendek, para siswa berkesempatan untuk melihat sekaligus mendengar teks dalam konteks. Film juga menjadi bagian keseharian siswa masa kini, ketika digunakan untuk belajar, siswa menemukan kedekatan keseharian mereka dalam belajar.

Saat ini film pendek banyak tersedia di internet. Menggunakan film pendek  animasi dengan durasi 3 menit untuk mengenalkan ungkapan, lebih diterima siswa, daripada durasi yang sama tapi pelakunya aktor/aktris (orang).

Berdasarkan wawancara, para siswa  mengakui bahwa mereka menyukai penggunaan film pendek terutama untuk pelajaran menyimak ketimbang hanya menggunakan rekaman suara.

Alternatif prosedur yang dapat dilakukan:
1. Siapkan beberapa pertanyaan yang nantinya membantu memahami isi film pendek.
2. Perkenalkan ungkapan yang akan dipelajari dan nanti muncul pada film.
3. Tonton film pendek.
4. Beri pertanyaan yang terkait dengan isi film
5. Menandai ungkapan yang digunakan pada film dengan cara menceklis pada daftar ungkapan yang disiapkan.
6. Mencoba menggunakan ungkapan
7. Membuat simpulan tentang isi film.

Manfaat dari penggunaan film pendek diantaranya:1) para siswa antusias mempelajari materi ajar dengan cara menonton film, 2) kemampuan menyimak meningkat, 3) sikap selama pembelajaran sangat baik.
(Terinspirasi dari Umi pada Konferensi Bahasa, UNSUR 2017)

Masalahnya: Membaca

Kebiasaan membaca bangsa Indonesia berada posisi ke 96 dari 100 negara (human development index, 2010). Padahal, di Indonesia sekolah dimana -mana, perpustakaan dimana-mana.

Kenapa literasi bangsa Indonesia tertinggal begitu jauh dari negara saudaranya seperti Malaysia, Singapur?

Salah satu faktor penyebabnya adalah budaya "berbicara dan menyimak' mendapat tempat lebih luas dari membaca.
Faktor kedua, diasumsikan manajemen perpustakaan kurang menarik pembaca dan (kurang dukungan finansial)
Ketiga, belum ikhlas menggunakan uang untuk membeli buku (dibandingkan memveli pulsa).
Terakhir, membludaknya hal-hal menggoda dari internet dan media elektronik lainnya.

Literasi
Literasi dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis.
Tak heran di Indonesia, berbondong-bondong orang tua mengirimkan anaknya ke sekolah agar mereka segera literat (bisa baca tulis).
Cara ini pada akhirnya tidak berhasil membuat anak-anak menjadi literat.
Sebagai solusi, pengenalan literasi sebaiknya dimulai dari.rumah.
Bisa dimulai dengan literat bahasa lisan yang sesuai sesuai konteks diajarkan dalam.keluarga.
Kemudian, pengenalan ragam bahasa tulis dengan mengenalkan buku dan membangum.kecintaan pada buku.
Langkah selanjutnya,  izinkan anak-anak 'menyentuh' buku dan isinya diceritakan orang tua.
Cara diatas memberikan manfaat bagi anak-anak dalam bentuk kekayaan kosa kata, struktur kalimat yang berterima, dan pengetahuan tentang naratif.

Tidak ada kata terlambat untuk mulai menjadi literat. Menyediakan waktu beberapa menit setiap hari untuk membaca, menuliskan apa yang dibaca dapat menjadi aksi literasi personal, dan mengimplementasikan hal2 baik dari yang dibaca dapat menjadi literasi secara sikap.